M O M S M O N E Y I D
Santai

Desain Rumah Modern Bisa Terlihat Kuno! Hindari Kesalahan Penataan Permadani Ini

Desain Rumah Modern Bisa Terlihat Kuno! Hindari Kesalahan Penataan Permadani Ini
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Permadani klasik kembali tren di 2026, ini cara menatanya agar rumah terasa hangat, berkarakter, dan cocok untuk gaya hidup modern, yuk simak.

Tahun 2026 menjadi momen menarik bagi dunia desain interior karena gaya klasik kembali mendapat tempat di rumah modern. 

Banyak orang mulai menyadari bahwa hunian yang nyaman bukan hanya soal rapi dan minimal, tetapi juga soal rasa dan cerita. 

Permadani, yang selama ini dianggap dekorasi lama, justru muncul sebagai elemen yang paling banyak dicari karena mampu menghadirkan kehangatan visual. 

Melansir dari Real Simple, di tengah tren rumah serba polos, tekstur tenun terasa memberi napas baru pada ruang tinggal. 

Fenomena ini juga dibahas dalam tren global desain interior menyoroti meningkatnya minat terhadap dekorasi bersejarah dengan sentuhan modern.

“Permadani selalu hadir sepanjang sejarah desain, dan ketika dipadukan dengan furnitur yang tepat, tampilannya akan tetap abadi,” ujar desainer interior Michael Aiduss.

Baca Juga: Rumah Terasa Tidak Nyaman? Ini Penyebab dan Solusi Mengatasinya

Mengapa permadani kembali populer di tahun 2026?

Permadani bukanlah tren baru yang tiba tiba muncul. Selama ratusan tahun, kain tenun ini digunakan sebagai pelindung dinding, penghangat ruangan, sekaligus penanda status sosial. Di era sekarang, fungsinya bergeser menjadi elemen emosional yang membuat rumah terasa lebih personal.

Banyak pemilik rumah modern merasa ruang mereka terlalu dingin secara visual. Dinding polos, warna netral, dan furnitur seragam sering kali membuat hunian terasa kaku. Permadani hadir sebagai solusi karena mampu menghadirkan tekstur, kedalaman, dan karakter tanpa perlu renovasi besar.

Dari sudut pandang keahlian desain, para profesional interior melihat permadani sebagai elemen lintas zaman. Nilai estetika dan ceritanya tidak bergantung pada musim tren, sehingga relevan untuk jangka panjang.

Permadani sebagai jawaban kebutuhan rumah masa kini

Gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin banyak menghabiskan waktu di rumah membuat kebutuhan akan ruang yang nyaman dan berjiwa semakin penting. Permadani menjawab kebutuhan ini dengan cara yang sederhana namun berdampak besar.

Tekstil ini mampu menyerap suara, membuat ruangan terasa lebih hangat, dan menciptakan titik fokus visual. Bagi rumah berukuran kecil hingga apartemen, permadani juga membantu menghadirkan kesan berlapis tanpa membuat ruang terasa sempit.

Dari sisi pengalaman dan kepercayaan, banyak desainer merekomendasikan penggunaan permadani sebagai cara aman untuk bereksperimen dengan gaya klasik tanpa kehilangan sentuhan modern.

Cara menata permadani agar terlihat modern dan tidak kuno

1. Gunakan sebagai aksen kamar tidur

Permadani tidak selalu harus besar dan mahal. Motif tenun bisa dihadirkan lewat bantal atau elemen tekstil kecil untuk memberi karakter pada kamar tidur tanpa membuatnya terlihat berat.

2. Jadikan seni dinding berukuran besar

Menggantung permadani di dinding bisa menjadi alternatif karya seni yang unik. Dipadukan dengan furnitur modern, hasilnya justru terasa kontras dan segar.

3. Padukan dengan tekstur alami lain

Permadani akan terlihat lebih hidup saat dikombinasikan dengan material seperti kayu, linen, atau serat alami. Perpaduan ini menciptakan suasana rumah yang hangat dan seimbang.

Baca Juga: 7 Inspirasi Desain Kamar Tidur 2026 yang Lebih Nyaman, Personal, dan Bikin Betah

4. Masukkan ke dalam dinding galeri

Jika memiliki dinding galeri berisi foto atau ilustrasi, tambahkan satu permadani kecil untuk memperkaya tampilan visual dan memberi variasi tekstur.

5. Aplikasikan pada furnitur

Motif permadani bisa digunakan sebagai pelapis sandaran kepala tempat tidur, ottoman, atau kursi lama. Cara ini efektif mengubah tampilan furnitur tanpa menghilangkan karakter aslinya.

6. Gunakan motif terinspirasi permadani pada dinding

Bagi yang ingin tampilan lebih rapi, motif bergaya permadani pada dinding tertentu bisa menghadirkan nuansa klasik dengan pendekatan modern.

7. Ubah menjadi dekor fungsional

Permadani lama yang sudah tidak utuh masih bisa dimanfaatkan menjadi bantal atau pelapis bangku. Selain unik, cara ini juga mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Nilai emosional dan keberlanjutan dari tren permadani

Permadani tidak hanya soal estetika, tetapi juga tentang cerita dan keberlanjutan. Menggunakan atau mendaur ulang tekstil lama berarti memperpanjang usia material dan mengurangi konsumsi dekor instan.

Bagi generasi muda, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang untuk mengekspresikan identitas. Permadani menawarkan keduanya yaitu keindahan visual dan nilai historis yang membuat rumah terasa lebih bermakna.

Baca Juga: Ciptakan Suasana Romantis di Rumah, 4 Resep Dinner Valentine Ini Wajib Dicoba

Kembalinya permadani sebagai tren dekorasi di tahun 2026 menunjukkan bahwa desain yang baik tidak pernah benar benar hilang. 

Penataan yang tepat, elemen klasik ini justru menjadi solusi modern untuk menciptakan rumah yang hangat, berkarakter, dan relevan dengan gaya hidup masa kini. 

Permadani bukan hanya hiasan, tetapi bagian dari cerita rumah yang terus berkembang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Shio Besok Selasa 22 September 2026, Selesaikan yang Tertunda

Simak ramalan shio besok Selasa 22 September 2026, cek peruntungan karier, keuangan, cinta, kesehatan, dan shio yang perlu waspada.

Pemohon Visa Belanda dari Makassar, Medan dan Ambon Tidak Harus ke Jakarta

VFS Global meluncurkan layanan visa Belanda di Makassar, Medan dan Ambon melalui aplikasi.          

Singapore Airlines Pertahankan Penghargaan sebagai World's Best Airline 2026

SIA meraih penghargaan tertinggi Skytrax sebagai maskapai terbaik dunia untuk keenam kalinya.        

Ramalan Zodiak Besok Selasa 22 September 2026, Energi Asmara Besar

Simak ramalan 12 zodiak besok Selasa 22 September 2026, cek asmara, karier, keuangan, dan kesehatan Aries hingga Pisces.

​Jangan Lupa Bawa Payung, Begini Prakiraan Cuaca Banten Besok Selasa (22/9)

BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Banten berpotensi mengalami hujan ringan pada Selasa (22/9/2026).

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: Antam Turun Rp 10.000, Hartadinata Justru Naik

Harga buyback emas Antam mencatat penurunan terbesar, sementara HRTA menjadi satu-satunya produk yang harga buyback-nya naik.

Berawan hingga Berkabut, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok (22/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan Jawa Timur berawan dan berkabut pada 22-23 September, dengan suhu mencapai 35°C di Kota Mojokerto.

Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Selasa (22/9), 4 Daerah Ini Berpotensi Hujan

BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Jakarta berpotensi mengalami hujan ringan pada Selasa (22/9/2026).

Waspada Udara Kabur, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok (22/9) dan Lusa

Cuaca Jawa Tengah Selasa-Rabu didominasi berawan, suhu mencapai 36°C dan udara kabur di sejumlah wilayah.

Harga Emas Dunia Melorot Lagi, Inflasi AS Masih jadi Sorotan

Harga emas berbalik turun, sebab pasar kini mencermati komentar sejumlah pejabat The Fed terkait inflasi dan arah suku bunga berikutnya.