MOMSMONEY.ID - Rumah terasa tidak nyaman tanpa alasan jelas? Ini penjelasan dan solusi desain sederhana yang relevan untuk hunian masa kini, cek yuk.
Rumah idealnya menjadi tempat paling aman dan menenangkan setelah lelah beraktivitas seharian. Namun pada kenyataannya, banyak orang merasa cepat gelisah, sulit rileks, bahkan tidak betah berlama-lama di rumah sendiri.
Masalahnya sering kali bukan pada ukuran rumah atau kondisi finansial, melainkan detail kecil yang luput diperhatikan.
Melansir dari The Spurce, para desainer interior menilai ketidaknyamanan hunian lebih sering dipicu oleh tata ruang, visual, dan kebiasaan hidup penghuninya.
Jika tidak disadari sejak awal, kondisi ini dapat berdampak pada suasana hati hingga kualitas istirahat.
“Rumah yang benar-benar nyaman adalah rumah yang mengikuti ritme hidup penghuninya, bukan sekadar terlihat rapi,” ujar Laura Chappetto, desainer interior dan pemilik Element Design Network.
Baca Juga: 10 Benda yang Sebaiknya Tidak Ada di Ruang Tamu Menurut Desainer Interior
Kekacauan visual yang bikin pikiran sulit tenang
Tanpa disadari, terlalu banyak barang di area terbuka bisa membuat rumah terasa melelahkan secara mental. Meja penuh, rak sesak, atau sudut ruangan yang dipenuhi benda kecil menciptakan kesan berisik bagi mata.
Kondisi ini sering memicu stres ringan yang terus berulang. Menyortir barang secara rutin dan hanya menampilkan yang benar-benar digunakan dapat membuat ruangan terasa lebih lega dan menenangkan.
Penataan furnitur yang kurang mengundang interaksi
Banyak orang menata furnitur dengan menempelkan semuanya ke dinding, berharap ruangan terlihat lebih luas. Sayangnya, cara ini justru membuat ruang terasa kaku dan tidak akrab.
Penempatan sofa atau kursi yang sedikit menjauh dari dinding dan membentuk area duduk alami dapat menciptakan suasana lebih hangat serta mendukung interaksi antar penghuni.
Fungsi ruangan yang tidak jelas arahnya
Ruangan yang tidak memiliki tujuan sering kali berakhir jarang digunakan. Ketika satu ruang dipaksa untuk menampung terlalu banyak aktivitas, kenyamanan pun berkurang.
Menentukan fungsi utama setiap ruangan membantu menciptakan pengalaman yang lebih fokus, apakah itu untuk berkumpul, bersantai, atau menikmati hiburan.
Terlalu mengikuti tren sampai kehilangan karakter
Rumah yang terlihat rapi dan estetik belum tentu terasa hidup. Banyak hunian terasa dingin karena terlalu meniru referensi visual tanpa sentuhan pribadi.
Padahal, rumah seharusnya mencerminkan kebiasaan, selera, dan cerita penghuninya. Menambahkan elemen personal seperti buku favorit, karya seni yang disukai, atau dekorasi bermakna dapat membuat rumah terasa lebih akrab dan hangat.
Baca Juga: Estetika Ruangan Semakin Meningkat Drastis, Ini Rekomendasi Model Tirai Modern
Material yang membuat penghuni selalu waspada
Pemilihan kain atau material yang sulit dirawat pada furnitur utama sering menimbulkan rasa tidak nyaman. Penghuni menjadi khawatir soal noda, tumpahan, atau kerusakan kecil.
Material yang mudah dibersihkan dan tahan lama justru lebih sesuai dengan gaya hidup modern, tanpa harus mengorbankan estetika.
Terlalu banyak benda rapuh di area aktif
Dekorasi kecil memang menarik, tetapi jumlah berlebihan dapat membuat ruangan terasa sempit dan tidak ramah. Tamu menjadi sungkan bergerak, sementara penghuni merasa harus terus berhati-hati.
Menyisakan ruang kosong di area aktif seperti meja dan ruang duduk membantu menciptakan suasana yang lebih santai dan nyaman.
Kenyamanan rumah bukan soal seberapa mahal isinya, melainkan seberapa selaras hunian tersebut dengan kehidupan penghuninya.
Mengurangi kekacauan visual, memperjelas fungsi ruang, dan memilih material yang relevan dengan aktivitas sehari-hari, rumah bisa kembali menjadi tempat terbaik untuk beristirahat.
Hunian yang nyaman akan mendukung kesehatan mental, kualitas tidur, dan suasana hati secara keseluruhan. Saat rumah terasa mendukung hidup Anda, kualitas hidup pun ikut meningkat.
Selanjutnya: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Senin (9/2), Ini Rekomendasi Analis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News