M O M S M O N E Y I D
Santai

Demo di Sejumlah Kota Jadi Sinyal Pemerintah untuk Ubah Arah Pembangunan

Penulis: Muhammad Alief Andri  |  Editor: Muhammad Alief


MOMSMONEY.ID - Demonstrasi atau demo yang terjadi di sejumlah kota pada akhir Agustus 2025 dinilai menjadi sinyal kuat bagi pemerintah bahwa arah pembangunan Indonesia perlu diubah.

“Demonstrasi di akhir Agustus adalah alarm bagi pemerintah bahwa model pembangunan yang dipakai selama ini menyisakan kemiskinan, ketimpangan sosial, dan kerusakan alam,” ujar Firdaus Cahyadi, Founder Indonesian Climate Justice Literacy, dalam keterangan resminya, Selasa (2/9).

Firdaus menilai, pembangunan berbasis ekstraksi sumber daya alam terbukti menciptakan ketimpangan sosial yang semakin dalam. Sementara itu, akumulasi kekayaan justru terkonsentrasi di segelintir orang atau yang sering disebut oligarki.

“Ketimpangan ini yang memicu ketidakadilan sosial. Celakanya, pemerintah dan sebagian anggota DPR malah mempertontonkan ketidakadilan tersebut secara terang-terangan, sehingga memicu kemarahan masyarakat,” tegasnya.

Dia mendesak pemerintah untuk mulai meninggalkan model pembangunan ekstraktif dan beralih ke pembangunan restorative kerakyatan.

Baca Juga: Pasar Sensitif Aksi Demo, Ini Rekomendasi Saham Defensif untuk Pekan Ini

Model ini, lanjutnya, menekankan keseimbangan ekosistem, keberlanjutan, serta melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga implementasi.

“Dengan keterlibatan masyarakat sejak awal, akan tumbuh rasa memiliki dan potensi amuk massa bisa dicegah,” kata Firdaus.

Namun, dia menyayangkan respons pemerintah yang justru melibatkan militer ke ruang sipil pasca kerusuhan.

“Respons ini mirip pola otoritarian Orde Baru. Mungkin bisa meredam sementara, tapi ketidakadilan sosial akibat pembangunan ekstraktif akan memicu kemarahan di masa depan,” tambahnya.

Firdaus juga mengingatkan, publik perlu terus bersuara agar Indonesia tidak berubah menjadi negara fasis militeristik.

“Kalau itu terjadi, pembangunan restorative akan sulit terwujud, sementara ekonomi ekstraktif akan semakin menguat untuk melindungi kepentingan segelintir elit,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Studi IBM: Penggemar Olahraga Menginginkan Pengalaman Digital yang Lebih Terintegrasi

Para penggemar olahraga bersedia mengunduh aplikasi olahraga, tetapi pengelolaan bebagai aplikasi tersebut sering mejadi kendala.

Ini Judul Anime Romantis Terbaru di Netflix untuk Temani Bulan Oktober

Berbagai anime Romantis akan hadir di Netflix Oktober ini, mulai dari The Ramparts of Ice, Blue Box, dan My Happy Marriage.

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 16-23 September 2026, L’Oreal Hair Oil Diskon 47%

Manfaatkan promo Alfamart Paling Murah Sejagat periode 16-23 September 2026 untuk belanja lebih hemat.

Cek Cuaca Sumatra Utara Besok (17/9) dan Lusa, Hujan Guyur Banyak Daerah

BMKG memprakirakan hujan ringan terjadi di 19 wilayah Sumatera Utara besok dan meningkat menjadi 23 wilayah lusa.

Udara Kabur Mendominasi, Cek Cuaca Sumatra Selatan Besok (17/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan udara kabur mendominasi Sumatra Selatan besok. Lusa, beberapa wilayah berpotensi hujan ringan hingga hujan sedang.

Ekosistem Usaha Bisa Memperkuat Pengembangan Usaha UMKM

Kementerian UMKM memperkuat ekosistem para wirausaha lewat Bursa Wirausaha Unggulan yang digelar di Sulawesi Selatan.

Mirae Asset Sekuritas Soroti Kredibilitas Fiskal Saat Pergantian Menteri Keuangan

Tantangan utama bukan hanya pada sosok Menteri Keuangan, melainkan pada konsistensi kebijakan.       

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Besok (17/9) Beragam, Lusa Semua Wilayah Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Yogyakarta besok cukup beragam. Gunungkidul cerah, Sleman udara kabur, sementara lusa seluruh wilayah berawan.

Kabut hingga Hujan Petir, Cek Cuaca Sumatra Barat Besok (17/9) dan Lusa

Hujan ringan diprakirakan meluas di Sumatra Barat lusa. Simak prakiraan cuaca 19 kabupaten/kota besok dan lusa.

Mayoritas Wilayah Kompak Berawan, Cek Cuaca Bali Besok (17/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca berawan mendominasi Bali besok dan lusa. Cek prakiraan cuaca dan suhu di sembilan kabupaten/kota.