MOMSMONEY.ID - Airport Dimensions, perusahaan pengelola lounge bandara global, bermitra dengan Blue Sky Group, operator lounge bandara di Indonesia Airport Dimensions dan Blue Sky mengoperasikan 14 lounge di 10 bandara, termasuk Jakarta, Bali, Balikpapan, Surabaya, Makassar, Pontianak, Pekanbaru, Palembang, Samarinda, dan Batam.
Mengutip keterangan tertulis Airport Dimensions, Selasa (22/9), berikut ragam fasilitas bagi wisatawan premium:
Di seluruh jaringan lounge-nya, fasilitas yang tersedia dirancang sesuai dengan kebutuhan modern masa kini. Para tamu dapat menyaksikan langsung proses penyajian hidangan di area live cooking atau menikmati beragam pilihan dari buffet sepuasnya.
Terdapat juga area healthy corner yang menyajikan jus segar dan jamu, menghadirkan tradisi kebugaran khas Indonesia ke dalam pengalaman lounge.
Selain itu, kopi premium juga menjadi pilihan menarik untuk melengkapi momen sebelum penerbangan. Akses Wi-Fi eksekutif gratis memungkinkan tamu untuk tetap produktif, sementara tersedianya area khusus merokok agar tidak mengurangi kenyamanan ruang bersama.
Tak kalah penting, setiap lounge memberikan kebebasan untuk menentukan bagaimana para tamu ingin menghabiskan waktunya. Dengan ruang yang fleksibel, mereka dapat menikmati hidangan, menyelesaikan pekerjaan atau beristirahat, sesuai dengan kebutuhan mereka.
Menghabiskan waktu di lounge juga cocok bagi mereka yang perlu melakukan rapat online maupun sekadar mengawali liburan bersama keluarga sambil menikmati momen tenang di sela waktu penerbangan.
Ciri khas lokal
Bagi Airport Dimensions dan Blue Sky, menjaga konsistensi bukan berarti membuat setiap lounge terasa sama. Keduanya meyakini bahwa standar global akan semakin kuat ketika dipadukan dengan nuansa lokal yang khas.
Oleh karena itu, setiap lounge menghadirkan kekentalan ciri khas lokal setempat, dengan tetap mengutamakan standar kenyamanan, kualitas, dan layanan yang konsisten bagi wisatawan.
Baca Juga: Airport Dimensions dan Blue Sky Incar Pertumbuhan Bisnis Lounge Bandara di Indonesia
Di Surabaya, misalnya, konsep “Kota Pahlawan” menjadi identitas dari lounge-nya, melalui interior yang terinspirasi dari motif batik serta cita rasa lokal seperti Rawon Surabaya.
Di Makassar, wisatawan diperkenalkan dengan kekayaan kuliner Sulawesi melalui hidangan favorit seperti Coto Makassar dan Pisang Ijo. Sementara di Balikpapan, mantau khas Blue Sky menjadi salah satu sajian utama yang mencerminkan kedekatan yang kuat dengan kota tersebut.
Detail seperti itulah yang mengubah lounge dari sekadar ruang tunggu yang terasa asing menjadi bagian dari pengalaman destinasi itu sendiri. Hidangan khas daerah, cita rasa yang familiar, atau elemen interior yang berakar pada budaya lokal dapat menjadi pengenalan awal terhadap sebuah kota. Bagi wisatawan yang kembali berkunjung, hal ini juga dapat menghadirkan rasa familiar yang menenangkan, bahkan sebelum mereka meninggalkan bandara.
Bagi wisatawan, hal ini berarti lebih banyak pilihan dalam menentukan bagaimana mereka menghabiskan waktu di bandara, didukung oleh pengalaman yang berfokus pada kenyamanan, kualitas dan kepuasan tamu.
Bagi bandara dan mitra perjalanan, hal ini berarti membangun hubungan yang lebih dekat dengan segmen wisatawan bernilai tinggi serta layanan yang lebih baik.
Melalui kemitraannya dengan Blue Sky, Airport Dimensions memadukan keahlian global dengan pemahaman lokal yang mendalam untuk menjawab ekspektasi wisatawan Indonesia yang terus berkembang. Hasilnya adalah pengalaman lounge premium yang konsisten, namun tetap memiliki keterikatan yang kuat dengan ciri khas lokal.
Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan kualitas perjalanan bagi para wisatawan, tetapi juga menciptakan nilai yang lebih besar bagi ekosistem bandara secara umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News