MOMSMONEY.ID - Perubahan suasana hati secara mendadak atau mood swing sering kali dipicu oleh ketidakseimbangan hormon, stres berlebih, hingga kekurangan nutrisi tertentu dalam tubuh.
Untuk mengatasi gejolak emosi yang mengganggu aktivitas harian ini, banyak orang beralih ke konsumsi suplemen kesehatan.
Jenis suplemen tertentu memang terbukti secara klinis dapat mendukung produksi neurotransmiter penenang otak seperti serotonin dan asam aminobutirat gamma atau gamma-aminobutyric acid (GABA). Kendati demikian, dosis dan penggunaannya tetap wajib dibatasi agar tidak menimbulkan efek samping racun atau interaksi obat yang berbahaya.
Baca Juga: 5 Manfaat Meletakkan Bunga di Dalam Rumah, Efektif Kurangi Stres dan Pulihkan Fisik
Berikut adalah 4 jenis suplemen yang bisa mengatasi mood swing secara efektif sebagaimana dilansir dari Healthline, WebMD, dan Cleveland Clinic.
1. Magnesium untuk Membantu Meredakan Stres dan Regulasi Sistem Saraf
Magnesium memainkan peran krusial dalam mengatur fungsi otak dan respons terhadap stres. Adapun cara kerjanya adalah dengan memblokir reseptor saraf yang memicu rasa cemas.
Asupan magnesium yang cukup dapat membantu meredakan ketegangan otot, meningkatkan kualitas tidur, serta meminimalkan keparahan mood swing akibat sindrom pra-menstruasi (PMS).
Walaupun sangat baik untuk menenangkan pikiran, namun konsumsi suplemen magnesium wajib dibatasi sesuai batas harian yang dianjurkan (biasanya di bawah 350 mg per hari untuk suplemen tambahan). Dosis berlebih dapat menyebabkan efek samping pencernaan seperti kram perut, diare, hingga gangguan irama jantung.
2. Vitamin B6 untuk Mendorong Sintesis Serotonin dan Dopamin
Vitamin B6 merupakan kofaktor penting dalam proses pembentukan neurotransmiter serotonin dan dopamin, yaitu hormon pemicu rasa bahagia dan stabil secara emosional.
Kekurangan vitamin B6 sering kali dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas emosional dan kemudahan merasa depresi.
Kendati sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan suasana hati, konsumsi suplemen vitamin B6 dosis tinggi harus dibatasi secara ketat. Pasalnya, akumulasi berlebih dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan saraf periferal yang ditandai dengan sensasi kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.
Baca Juga: 4 Manfaat Masker Matcha yang Bikin Wajah Bebas Jerawat dan Glowing Alami
3. Asam Lemak Omega-3 untuk Mendukung Fungsi Otak dan Meredakan Peradangan
Suplemen minyak ikan yang kaya akan asam lemak omega-3, khususnya jenis EPA, memiliki sifat anti-inflamasi kuat yang membantu melindung sel-sel otak dari peradangan.
Omega-3 mempermudah molekul hormon bahagia untuk menembus membran sel otak, sehingga sangat efektif menstabilkan kecemasan dan perubahan mood yang drastis.
Namun, porsi konsumsinya harus tetap dibatasi dan dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi penderita yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah. Ini karena dosis tinggi omega-3 dapat menurunkan kemampuan pembekuan darah dan meningkatkan risiko pendarahan.
4. Vitamin D3 untuk Menjaga Keseimbangan Hormon dan Mencegah Depresi Musiman
Vitamin D3 bekerja layaknya hormon di dalam tubuh yang memengaruhi fungsi otak dan regulasi mood. Tingkat vitamin D yang rendah sangat erat kaitannya dengan risiko depresi, rasa lelah kronis, dan kekacauan emosional.
Suplementasi vitamin D3 terbukti mampu membantu memperbaiki suasana hati yang sering memburuk secara tiba-tiba.
Walaupun vital bagi kesehatan emosional dan tulang, pemakaian suplemen D3 dosis tinggi wajib dibatasi dan dipantau melalui tes darah berkala. Sebab, jenis vitamin larut lemak ini dapat menumpuk di dalam jaringan tubuh dan memicu hiperkalsemia yang merusak ginjal.
Mengonsumsi suplemen merupakan langkah pendukung yang baik untuk membantu menstabilkan gejolak emosi harian Anda. Dengan membatasi dosis harian sesuai petunjuk medis serta mengimbanginya dengan pola makan bergizi seimbang, tidur cukup, dan manajemen stres yang sehat, Anda dapat menjaga kestabilan mood secara aman dan optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News