MOMSMONEY.ID - Digitalisasi membuat banyak aktivitas beralih ke layar. Namun, kebutuhan terhadap produk cetak ternyata belum hilang. Jasa cetak alias printing masih dibutuhkan, mulai dari kemasan dan label, kebutuhan promosi, signage, hingga textile printing.
Perubahannya justru terlihat pada jenis layanan yang dibutuhkan. Industri percetakan kini bergerak dari produksi massal menuju digital printing yang lebih fleksibel dan personal. Kondisi ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke bisnis printing.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan perkembangan industri percetakan telah meluas ke berbagai kebutuhan.
"Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri. Perkembangan ini tentu menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri,” ujar Daud dalam keterangan resmi Selasa (22/9).
Baca Juga: Astra Graphia Perkuat Bisnis Printing lewat Konversi Mesin Mono ke Color
Berdasarkan data yang disampaikan dalam konferensi pers AllPrint Indonesia 2026, industri kemasan dan label tumbuh hingga 20%, sedangkan textile printing sekitar 15%. Pertumbuhan tersebut antara lain didukung penetrasi e-commerce dan kebangkitan UMKM.
Tren tersebut menunjukkan peluang printing tidak hanya berasal dari mencetak dokumen. Pelaku usaha dapat menyasar kebutuhan yang lebih spesifik, seperti kemasan produk UMKM, label, merchandise, kebutuhan promosi, hingga produk berbasis tekstil.
Bagi yang ingin melihat lebih jauh peluang dan teknologi di bisnis ini, AllPrint Indonesia 2026 bisa menjadi salah satu tempat mencari referensi. Pameran tersebut akan berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pengunjung dapat melihat langsung berbagai mesin dan teknologi, mulai dari digital printing, packaging printing, textile printing, teknologi karton box, finishing, tinta, kertas dan media cetak, hingga software pendukung.
Selain melihat teknologi, calon pelaku usaha juga bisa berdiskusi dengan produsen dan penyedia teknologi untuk mengetahui pilihan yang sesuai dengan kebutuhan produksi. Ini dapat menjadi bekal sebelum memutuskan investasi mesin dan memulai atau mengembangkan usaha printing.
ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan sekitar 400 peserta dari lebih dari 10 negara, termasuk 20 UMKM. Pameran ini juga dilengkapi sejumlah agenda edukasi yang membahas perkembangan digital textile printing, otomatisasi industri karton, hingga kemasan dan sertifikasi halal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News