M O M S M O N E Y I D
Santai

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Ide cerdas bikin dapur kecil terasa luas, rapi, dan nyaman tanpa renovasi mahal, pakai trik visual ala desainer interior. Punya dapur kecil memang sering bikin aktivitas jadi kurang leluasa, apalagi kalau peralatan masak makin bertambah. 

Tapi menariknya, ruang sempit bukan berarti harus terasa sumpek atau membosankan. Cara desain yang tepat, dapur mungil justru bisa terlihat lebih luas, rapi, dan enak dipakai sehari hari. 

Di tengah tren hunian minimalis di Indonesia saat ini, solusi praktis tanpa renovasi besar semakin banyak dicari. Mengutip dari Real Simple, para desainer interior membagikan trik sederhana yang terbukti ampuh secara visual.

“Menambahkan sentuhan warna dan pola pada langit langit bisa menciptakan ilusi ruang yang lebih tinggi dan luas,” ujar Lygia Harkins.

Baca Juga: Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Manfaatkan langit langit agar dapur terasa tinggi

Salah satu cara paling cepat untuk mengubah kesan ruang adalah dengan mengalihkan fokus ke atas. Langit langit sering jadi area yang terlupakan, padahal punya potensi besar untuk menciptakan ilusi luas. 

Menambahkan wallpaper atau tekstur ringan bisa membuat dapur terasa lebih naik secara visual. Pilih motif yang tidak terlalu ramai supaya tetap nyaman dilihat. Supaya hasilnya seimbang, gunakan warna kabinet yang senada agar tidak terlalu kontras.

Gunakan rak terbuka biar dapur terasa lega

Banyak orang berpikir semakin banyak lemari, dapur akan makin rapi. Padahal, terlalu banyak kabinet justru bisa bikin ruang terasa penuh. 

Rak gantung terbuka bisa jadi solusi cerdas karena memberikan kesan ringan. Menurut Barrett Oswold, kunci utamanya ada di penataan. Simpan barang secukupnya saja seperti gelas atau mangkuk favorit, supaya tetap rapi dan enak dipandang.

Pilih kursi yang tidak makan tempat

Kalau dapur Anda punya area bar atau meja kecil, pemilihan kursi sangat berpengaruh. Hindari kursi besar yang sulit dipindahkan. 

Lebih baik pilih kursi dengan desain ramping yang bisa dimasukkan ke bawah meja. Cara ini sederhana tapi efeknya besar karena area dapur jadi lebih lapang dan tidak terasa sesak.

Buat tampilan dapur menyatu dan tidak terpotong

Salah satu kesalahan umum adalah terlalu banyak kombinasi material yang berbeda. Ini bisa membuat dapur terlihat terpecah dan sempit. 

Jessica Cohen menyarankan untuk menggunakan material yang sama pada beberapa bagian, seperti backsplash dan meja dapur. Hasilnya, tampilan jadi lebih bersih, menyatu, dan terasa luas.

Rapikan permukaan meja dapur

Meja dapur yang penuh barang bisa langsung membuat ruang terasa sempit. Mulai biasakan hanya menyimpan barang yang benar benar sering dipakai. 

Amy Switzer juga menyarankan penggunaan kabinet tinggi sampai ke langit langit agar penyimpanan lebih maksimal. Selain praktis, cara ini juga membantu menarik pandangan ke atas sehingga dapur terasa lebih tinggi.

Baca Juga: Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Kombinasikan dua warna kabinet

Permainan warna ternyata punya pengaruh besar pada persepsi ruang. Coba gunakan dua warna pada kabinet, bagian atas lebih terang dan bagian bawah lebih gelap. Menurut Ali Shoemaker, teknik ini membantu dapur terasa lebih terbuka sekaligus tetap seimbang secara visual.

Dapur kecil sebenarnya tidak perlu diubah besar besaran untuk bisa terasa nyaman. Memahami trik visual yang tepat, Anda bisa menciptakan ruang yang lebih lega, rapi, dan enak digunakan setiap hari. 

Cara ini juga relevan dengan kebutuhan hunian modern di Indonesia yang serba praktis dan efisien. Yang terpenting, sesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda agar dapur tidak hanya cantik dilihat, tapi juga nyaman dipakai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​