MOMSMONEY.ID - Bahaya abu vulkanik bagi kesehatan tidak bisa dianggap sepele. Terlebih setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi yang membuat abunya terbawa angin hingga ke beberapa daerah di Indonesia.
Abu hasil erupsi ini tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi terbawa angin lintas pulau, mengganggu penerbangan, dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Abu vulkanik terdiri dari pecahan batuan tajam, mineral keras, dan gelas vulkanik. Sifatnya yang abrasif dan tidak larut air membuatnya mudah menempel di saluran pernapasan, menggores jaringan halus paru-paru, dan memicu iritasi mata, kulit, hingga gangguan pernapasan akut.
Baca Juga: Kristal Asam Urat Sering Picu Nyeri Kencing, Cek Bahayanya Sebelum Parah
Bahaya abu vulkanik juga disebabkan oleh gas-gas beracun seperti karbon dioksida (CO₂) serta sulfur dioksida (SO₂). Abu yang terhirup dalam jumlah besar dapat memicu penyakit pernapasan yang berbahaya.
Berikut adalah beberapa bahaya abu vulkanik bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui, dikutip dari hellosehat.com:
1. Gangguan pernapasan akut
Efek samping dari abu vulkanik yang pertama adalah gangguan pernapasan akut. Anda harus berhati-hati dengan dampak yang satu ini.
Apalagi jika Anda sudah tahu jika abu ataupun gas vulkanik sudah sampai ke daerah Anda. Maka, segera amankan diri dengan menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah.
Karena abu vulkanik bisa meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kelompok yang paling rentan terkena ISPA adalah orang tua, anak-anak, dan orang dengan penyakit paru-paru, seperti asma, bronkitis, dan penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK).
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Ini 7 Bahaya Menahan BAB untuk Kesehatan Termasuk Ambeien
2. Silikosis
Apa itu silikosis? Silikosis juga adalah penyakit yang berhubungan dengan paru-paru. Biasanya penyakit ini adalah efek jangka panjang dari abu vulkanik.
Penyebabnya adalah paparan debu silika di saluran pernapasan dalam waktu lama. Silika sendiri adalah zat kimia yang ada di dalam abu vulkanik.
Zat utamanya dalam bentuk kristal silika bebas dan silikon dioksida (SiO2). Gejalanya bisa berupa batu berdahak, napas terdengar nyaring, nyeri dada, sesak napas, demam, hingga berat badan turun.
Kondisi ini harus segera ditangani oleh medis secara tepat agar tidak terjadi kerusakan pada paru-paru.
3. Iritasi kulit
Bahaya abu vulkanik berikutnya adalah iritasi pada kulit. Hal ini karena abunya bersifat asam.
Konsentrasi dan jenis senyawa kimia yang meningkatkan derajat keasaman (pH) abu vulkanik bisa beragam, tergantung lokasi, sumber, dan jenis gunungnya.
Ciri kulit yang terkena iritasi akibat abu vulkanik adalah gatal, bengkak, kemerahan, dan muncul bercak ruam yang terasa panas dan perih.
Baca Juga: Tanpa Disadari, Ini 7 Kebiasaan yang Bikin Cepat Tua dan Merusak Skin Barrier
4. Gangguan penglihatan
Dampak buruk dari abu vulkanik juga bisa mengganggu penglihatan, lo. Hal ini karena partikel dari abu vulkanik yang tajam, serta bersifat abrasif yang menyebabkan konjungtivitas.
Tanda-tanda mata yang mengalami konjungtivitas adalah mata merah, nyeri dan gatal, mata berair, dan seperti ada benda asing di mata.
Selain itu, abu vulkanik juga bisa membuat abrasi kornea atau tergoresnya kornea mata.
5. Gangguan pencernan
Selain mengalami gangguan penglihatan, abu vulkanik juga berdampak pada pencernaan. Alasannya karena abu vulkanik berpotensi mencemari air dan sumber makanan.
Ketika air dan sumber makanan itu dikonsumsi, maka bisa mengiritasi dinding lambung dan usus. Oleh karena itu, di saat gunung sedang erupsi, tutuplah makanan Anda di rumah dengan rapat ya. Begitu juga dengan tampungan air agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
Itulah beberapa bahaya abu vulkanik bagi kesehatan yang tidak hanya berdampak buruk bagi pernapasan, tapi juga bagi penglihatan hingga pencernaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News