M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Cerita Remaja yang Ubah 1,2 Ton Sampah Makanan Jadi Pakan Unggas

Cerita Remaja yang Ubah 1,2 Ton Sampah Makanan Jadi Pakan Unggas
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Tahukah Moms, sampah makanan masih menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga kini. Berdasarkan data laporan Index UN Food Waste tahun 2004, lebih dari 1 miliar porsi makanan masih terbuang setiap hari. Selain itu, laporan yang sama mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan kontributor limbah makanan terbesar di Asia Tenggara, dengan membuang 14,73 ton sampah makanan per tahun.

Menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), limbah makanan menyumbang hampir 40 persen dari total limbah di negara ini. Hal ini menyoroti kebutuhan akan tindakan yang segera dan kolektif.

Melihat fenomena ini, tiga siswa SMA asal Jakarta, yakni Sanat, Aditya, dan Akul Punj, melihat adanya kesenjangan. Meskipun ada kelebihan limbah makanan, peternak unggas lokal tampaknya kesulitan untuk mempertahankan bisnisnya karena dihadapkan pada biaya pakan yang tinggi dan terpaksa bergantung pada sumbangan masyarakat.

Menyadari jumlah limbah makanan yang dihasilkan, mereka mendirikan RenewFeed, sebuah inisiatif nirlaba yang mengubah limbah makanan menjadi pakan unggas.

RenewFeed mengumpulkan sampah makanan dari sekolah mereka sendiri, restoran lokal, warung, dan hotel. Limbah yang mereka kumpulkan tidak lagi layak dikonsumsi oleh manusia, termasuk sisa sayuran dan buah, kulit, ampas, dan cangkang telur.

Setelah dikumpulkan, limbah ini dikeringkan, didehidrasi, dan dihancurkan menggunakan teknologi yang sedang dalam proses paten, menjadi pakan unggas siap  konsumsi yang akan disumbangkan secara gratis kepada peternakan unggas kecil/berbasis komunitas.

Baca Juga: Cek Tarif Iuran BPJS Kesehatan Terbaru dan Skema Pembayaran Agar Tetap Terjamin

Sejak memulai operasinya, mereka telah berhasil mengumpulkan lebih dari 1.200 kilogram limbah makanan dan mengubahnya menjadi 250 kilogram pakan unggas.

Kertabumi Recycling Center memiliki peternakan unggas kecil yang menjadi penerima hasil proses RenewFeed. Ikbal, Founder Kertabumi Recycling Center mengatakan RenewFeed telah mengirimkan pakan unggas kepada kami setiap minggu selama 7-8 bulan terakhir. Proyek ini menunjukkan bagaimana aksi iklim dan keamanan dapat berjalan beriringan.

Inspirasi di Balik RenewFeed

Para pendiri RenewFeed, Sanat, Aditya, dan Akul Punj mengatakan sejak kecil, keluarga mereka sangat memperhatikan agar tidak membuang-buang makanan, bahkan satu butir nasi pun tidak boleh terbuang. Kendati demikian, di kantin sekolah, restoran, pesta pernikahan, dan berbagai acara, mereka melihat begitu banyak makanan yang terbuang sia-sia. Di saat yang sama, mereka juga menyadari bahwa peternakan ayam kecil atau berbasis komunitas kesulitan bertahan karena mahalnya biaya pakan.

"Dari situ, kami menyadari bahwa satu masalah bisa menjadi solusi bagi masalah lainnya. Setelah melakukan riset mendalam mengenai solusi berkelanjutan dan melalui berbagai tahap penyempurnaan serta prototipe, kami akhirnya menemukan solusi yang memadukan kecintaan kami terhadap keberlanjutan dan teknologi," ujar Aditya dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (22/10).

RenewFeed beroperasi sepenuhnya dari rumah para pendirinya, di mana mereka mengelola setiap tahap prosesnya sendiri, menunjukkan kegigihan mereka yang tinggi terhadap proyek ini.

Pakan ternak yang mereka hasilkan juga telah diuji oleh SigLaboratory di Bogor, mencakup berbagai jenis bahan makanan umum yang mereka olah. Melalui RenewFeed, Sanat, Aditya, dan Akul Punj berkomitmen untuk menciptakan ekosistem berkelanjutan di mana segala sesuatu dimanfaatkan sebaik mungkin dan memberi manfaat bagi banyak pihak.

Baca Juga: Sederhana, Ini Cara Mencegah Kolesterol Tinggi yang Efektif dan Mudah Dilakukan

Melalui berbagai upayanya, RenewFeed berkontribusi terhadap beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:

● SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan): membantu peternakan ayam lokal dengan menyediakan pakan unggas gratis.

● SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): mengolah kembali limbah makanan untuk meminimalisasi kemungkinan mereka berakhir di tempat pembuangan akhir.

● SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari limbah makanan.

Sebagai organisasi kecil yang dipimpin oleh anak muda, para pendiri RenewFeed mengakui menghadapi beberapa tantangan di awal. Banyak pihak awalnya skeptis, seperti restoran enggan mengubah Prosedur Operasional Standar (SOP) yang sudah ada, dan peternakan ayam kecil enggan menerima pakan dari sumber yang belum dikenal.

Meskipun demikian, RenewFeed tidak menyerah, mereka terus menyempurnakan prosesnya dan mengumpulkan data untuk menunjukkan efektivitas modelnya. Mereka juga mengadakan penggalangan dana melalui acara-acara seperti turnamen tenis. Saat ini, RenewFeed bekerja sama dengan restoran dan organisasi seperti Simetri Coffee Roasters, Sodexo dan Ismaya (kantin sekolah), Hotel Four Seasons Hotel, dan lainnya.

“Di Four Seasons Hotel Jakarta, kami mendukung changemakers muda seperti Sanat, Aditya, dan Akul. Kegiatan mereka melalui RenewFeed selaras untuk peduli terhadap kota kami dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kami sangat terinspirasi melihat bagaimana kreativitas dan tujuan dapat mengubah limbah makanan menjadi perubahan yang bermakna bagi komunitas dan planet kita,” kata Vishal Sanadhya, Hotel Manager, Hotel Four Seasons Jakarta.

Melalui proyek ini, RenewFeed berharap dapat berkontribusi pada tujuan Indonesia untuk mengurangi limbah makanan sebesar 75 persen pada tahun 2045. Ke depannya, RenewFeed tidak berhenti di sini. Mereka berencana untuk menciptakan lebih banyak ekosistem berkelanjutan seperti ini, mengubah apa yang dulu dibuang menjadi sesuatu yang memberikan nilai bagi komunitas maupun lingkungan.

Baca Juga: 13 Rekomendasi Camilan Malam untuk Diet yang Bantu Turunkan Berat Badan

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Waspada! Asam Urat Tinggi Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung hingga 58%!

Studi Oxford temukan penderita asam urat berisiko 58% lebih tinggi terkena penyakit jantung. Ketahui langkah vital untuk mencegahnya.

7 Manfaat Daun Ketumbar, Perangi Kanker hingga Jaga Kulit dari Bahaya Sinar UV

Mulai sekarang, tambahkan daun ketumbar dalam masakan Anda! Selain lezat, daun ini efektif mencegah kanker dan melindungi kulit dari kerusakan. 

Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 18 April 2026: Cek Hoki dari Cinta sampai Keuangan

Yuk, cek ramalan zodiak hari ini Sabtu 18 April 2026, simak peruntungan cinta, keuangan, dan kesehatan 12 bintang terbaru.​

Promo JSM Indomaret Periode 16-22 April 2026, Lifebuoy-Frisian Flag Diskon 25%

Promo JSM Indomaret hadir 16-22 April 2026! Ada Diskon hingga 50% untuk kebutuhan dapur, minuman, dan perawatan tubuh. Cek katalog di sini.

Katalog Promo JSM Hypermart Periode 17-20 April 2026, Ada Beli 1 Gratis 1!

Promo JSM Hypermart 17-20 April 2026 tawarkan Diskon hingga Beli 1 Gratis 1! Cek daftar lengkapnya agar tidak ketinggalan.

Katalog Promo JSM Superindo Diskon hingga 45% Periode 17-19 April 2026

Cek promo JSM Superindo hari ini periode 17-19 April 2026 untuk belanja hemat di Superindo terdekat akhir pekan ini.

Promo JSM Alfamart Periode 17-19 April 2026, Sunlight-SoSoft Harga Spesial

Cek katalog promo JSM Alfamart periode 17-19 April 2026 di sini untuk belanja hemat di akhir pekan ini.

Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026, Ini Twibbon & Ucapan untuk Kobarkan Semangat

Rayakan Hari Konferensi Asia Afrika 2026 dengan twibbon dan ucapan pilihan. Solidaritas lintas benua penting bagi masa depan dunia.

Jadwal KRL Jogja-Solo Akhir Pekan 18-19 April 2026, Ini Waktu Berangkatnya

Berikut jadwal KRL Jogja Solo akhir pekan 18-19 April 2026 yang dapat Anda catat terlebih dahulu sebelum ada lonjakan penumpang.​

Jadwal KRL Solo-Jogja Akhir Pekan 18-19 April 2026, Cek Lonjakan Penumpang

Berikut jadwal KRL Solo-Jogja terbaru untuk akhir pekan 18-19 April 2026 yang bisa Anda cek jamnya sebelum ada lonjakan penumpang.​