M O M S M O N E Y I D
Bugar

9 Alasan Camilan Rendah Kalori Bikin Cepat Lapar

9 Alasan Camilan Rendah Kalori Bikin Cepat Lapar
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ternyata ini beberapa alasan camilan rendah kalori bikin cepat lapar. Apa saja?

Camilan rendah kalori sering menjadi pilihan bagi Anda yang sedang menjaga berat badan atau mencoba menerapkan pola makan sehat.

Label seperti “low calorie”, “rendah lemak”, atau “diet friendly” memang terlihat menggoda karena memberi kesan lebih aman dikonsumsi kapan saja. Namun, tidak sedikit orang justru merasa cepat lapar setelah mengonsumsi camilan jenis ini.

Rasa lapar yang muncul kembali dalam waktu singkat ternyata bukan tanpa alasan. Tubuh membutuhkan kombinasi nutrisi tertentu agar merasa kenyang lebih lama.

Jika camilan hanya rendah kalori tetapi minim zat gizi penting, tubuh akan terus mengirim sinyal lapar. Akibatnya, Anda bisa makan lebih sering atau mengonsumsi makanan berlebihan di waktu berikutnya.

Baca Juga: 12 Makanan dan Minuman Sehari-hari yang Tinggi Kalori

 Melansir dari Verywell Health, berikut beberapa alasan camilan rendah kalori bikin cepat lapar:

1. Mengandung Banyak Bahan Buatan

Camilan rendah kalori umumnya dibuat dengan tambahan pemanis buatan, perasa sintetis, atau bahan pengganti lemak agar rasanya tetap enak meski kalorinya rendah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan buatan tersebut dapat memengaruhi sinyal lapar di otak.

Tubuh menerima rasa manis, tetapi tidak mendapatkan energi sesuai yang “diharapkan”. Kondisi ini dapat membuat otak terus mencari makanan lain sehingga rasa lapar muncul lebih cepat.

2. Memicu Naik Turun Gula Darah

Tidak semua camilan rendah kalori memiliki kandungan gizi yang seimbang. Sebagian produk tetap tinggi gula meski kalorinya rendah. Ketika dikonsumsi, gula darah bisa naik dengan cepat lalu turun drastis setelahnya. Penurunan inilah yang membuat tubuh terasa lemas dan lapar kembali.

Untuk membantu gula darah lebih stabil, pilih camilan yang mengandung serat atau protein, seperti yogurt tanpa gula dengan buah beri, kacang-kacangan, atau buah segar.

3. Makan Terlalu Cepat dan Tidak Fokus

Cara makan juga memengaruhi rasa kenyang. Mengonsumsi camilan sambil bekerja, bermain ponsel, atau menonton sering membuat otak kurang menyadari bahwa tubuh sudah makan.

Selain itu, camilan rendah kalori biasanya dimakan dengan cepat karena porsinya kecil. Tubuh jadi tidak mendapat cukup waktu untuk mengirim sinyal kenyang ke otak. Akibatnya, Anda masih merasa ingin makan lagi meski baru saja ngemil.

4. Hanya Memuaskan Keinginan Sesaat

Kadang rasa lapar muncul bukan karena tubuh membutuhkan energi, melainkan karena keinginan makan makanan tertentu. Misalnya ingin makanan gurih, manis, atau renyah saat stres atau bosan.

Camilan rendah kalori mungkin tidak benar-benar memuaskan keinginan tersebut. Akibatnya, tubuh terus mencari makanan lain yang terasa lebih memuaskan. Hal ini membuat Anda terus ngemil sepanjang hari.

5. Memengaruhi Hormon Lapar

Tubuh memiliki hormon bernama ghrelin yang berfungsi mengatur rasa lapar. Konsumsi makanan olahan dan tinggi gula dapat meningkatkan hormon ini sehingga rasa lapar muncul lebih cepat.

Sebaliknya, makanan tinggi protein seperti yogurt Yunani, telur, atau kacang-kacangan membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Karena itu, kualitas camilan lebih penting dibanding sekadar melihat jumlah kalorinya.

Baca Juga: 11 Tips agar Tidak Gampang Lapar saat Puasa, Coba Terapkan!

6. Kurang Tidur Membuat Tubuh Mudah Lapar

Kurang tidur dapat membuat hormon lapar meningkat dan hormon kenyang menurun. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah merasa lapar sepanjang hari, termasuk setelah makan camilan.

Akibatnya, camilan rendah kalori yang dikonsumsi terasa kurang memuaskan karena tubuh sebenarnya sedang membutuhkan energi lebih akibat kurang istirahat. Tidur cukup selama 7 hingga 9 jam membantu mengontrol nafsu makan dengan lebih baik.

7. Stres dan Emosi Memicu Keinginan Ngemil

Saat stres, tubuh menghasilkan hormon kortisol yang dapat meningkatkan nafsu makan. Banyak orang akhirnya memilih camilan rendah kalori agar merasa “lebih aman” saat ngemil.

Namun, stres juga membuat tubuh cenderung menginginkan makanan manis atau tinggi lemak. Jika keinginan tersebut tidak terpenuhi, rasa lapar emosional tetap muncul dan membuat seseorang terus mencari makanan lain.

Karena itu, mengelola stres juga penting untuk membantu mengontrol pola makan sehari-hari.

8. Asupan Makan Harian Terlalu Sedikit

Mengandalkan camilan rendah kalori sepanjang hari bisa membuat total asupan energi menjadi terlalu rendah. Saat tubuh tidak mendapatkan cukup makanan, hormon lapar akan meningkat sebagai sinyal bahwa tubuh membutuhkan energi tambahan.

Akibatnya, Anda bisa merasa lapar terus-menerus meski sudah beberapa kali ngemil. Pola makan yang terlalu ketat juga dapat memicu makan berlebihan di malam hari.

9. Perut Terasa Penuh, Tapi Tubuh Kurang Nutrisi

Sebagian camilan rendah kalori memang membuat perut terasa kenyang sementara waktu. Namun, jika kandungan protein, serat, dan lemak sehatnya rendah, tubuh tetap merasa belum mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Inilah yang membuat rasa kenyang tidak bertahan lama. Tidak lama setelah makan, tubuh kembali mengirim sinyal lapar.

Oleh karena itu, pilih camilan yang tidak hanya rendah kalori, tetapi juga kaya nutrisi agar tubuh merasa lebih puas dan berenergi lebih lama.

Baca Juga: 7 Makanan Diet yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Tidak Gampang Lapar

Itulah beberapa alasan camilan rendah kalori bikin cepat lapar. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Waspada Udara Kabur, Pantau Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (23/7)

​BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur pada Selasa (21/7) didominasi berawan. Sejumlah wilayah diprediksi mengalami cuaca kabur.

Ramalan Zodiak Besok Kamis 23 Juli 2026: Leo Bersinar, Gemini Lebih Teliti

Yuk cek ramalan zodiak besok Kamis 23 Juli 2026, simak prediksi karier, cinta, keuangan, dan kesehatan semua zodiak.

Arus Dana ke ETF Bitcoin Berbalik Positif, Sinyal Bitcoin akan Bangkit?

Perubahan arus dana ETF kerap menjadi salah satu indikator untuk membaca arah sentimen institusi. Simak maknanya bagi prospek Bitcoin!

4 Perbedaan Donat Kentang dan Donat Biasa yang Wajib Diketahui Pecinta Baking

Bingung membedakan donat kentang dengan donat biasa? Inilah 4 perbedaan donat kentang dan donat biasa yang wajib Anda tahu.

4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang agar Nutrisinya Terjaga

4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang. Wajib tahu, berikut MomsMoney bagikan informasinya.

Jangan Asal Beli Emas! Cek Dulu Selisih Harga Jual dan Buyback Hari Ini

Semakin kecil spread, umumnya semakin cepat peluang untuk mendapatkan cuan saat menjual kembali emas.

Berburu Kendaraan di GIIAS 2026, Astra Financial Siapkan Promo Kredit

​Astra Financial menghadirkan berbagai promo pembiayaan mobil, motor, hingga perlindungan asuransi selama GIIAS 2026.

Harga Buyback Emas Kompak Naik: Antam Melejit Rp 54.000, Galeri 24 Masih Tertinggi

Harga buyback emas hari ini naik pada seluruh merek logam mulia. Kenaikan buyback terbesar terjadi pada Antam. Cek selengkapnya di sini!

Bukan Sekadar Kasur, Produk AI Ini Bisa Mengikuti Perubahan Posisi Tidur

​DeRUCCI memperkenalkan kasur pintar yang dapat menyesuaikan tingkat kenyamanan sesuai posisi tubuh pengguna.

Harga Emas Dunia Naik Dua Hari, Morgan Stanley Prediksi Emas ke US$ 4.450

Pasar mengabaikan faktor perang AS-Iran. Morgan Stanley memperkirakan harga emas mencapai US$ 4.450 per troi ons pada kuartal keempat.