M O M S M O N E Y I D
Bugar

Jangan Cuma Rajin Sikat Gigi, Ini Pentingnya Menjaga Microbiome Mulut

Jangan Cuma Rajin Sikat Gigi, Ini Pentingnya Menjaga Microbiome Mulut
Reporter: Shintia Rahma Islamiati  |  Editor: shintia rahma


MOMSMONEY.ID - Kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. 

Meski 95,6% masyarakat Indonesia tercatat menyikat gigi setiap hari, hanya 6,2% yang melakukannya pada waktu yang tepat.

Selain itu, sebanyak 47,5% masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali dalam sehari.

Sementara ketika mengalami masalah gigi dan mulut, hanya 11,2% masyarakat yang mencari bantuan tenaga medis gigi dalam satu tahun.

Berbagai kebiasaan tersebut turut menjadi perhatian dalam Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 yang mengangkat pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut.

Baca Juga: Uang Usaha Sering Terpakai untuk Belanja Rumah? Ini yang Perlu Diubah

Personal Care Community Lead Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah mengatakan, perubahan gaya hidup masyarakat serta masih adanya mispersepsi mengenai kondisi gigi dan mulut yang sehat dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut.

“Di BKGN 2026, kami ingin mengangkat paradigma baru mengenai pentingnya perlindungan ekstra dalam merawat kesehatan gigi dan mulut, yaitu dengan menjaga keseimbangan microbiome mulut sebagai awal dari kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh,” ujar Mirah dalam peresmian BKGN 2026 di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) Prof. drg. Suryono menjelaskan, rongga mulut merupakan komunitas mikroba terbesar kedua dalam tubuh manusia.

Ekosistem tersebut dihuni oleh lebih dari 700 spesies mikroorganisme yang terdiri dari bakteri baik dan bakteri yang berpotensi merugikan.

Baca Juga: Cara Lindungi Keuangan Rumah Tangga dari Penipuan Digital saat HP Hilang

Menurutnya, perawatan kesehatan gigi dan mulut tidak semata-mata bertujuan menghilangkan sebanyak mungkin bakteri. Yang perlu dijaga adalah keseimbangan microbiome mulut.

Ketika keseimbangan tersebut terganggu atau mengalami dysbiosis, bakteri yang berpotensi merugikan dapat berkembang lebih dominan dan memicu berbagai masalah pada gigi dan mulut.

Salah satunya adalah pembentukan plak. Konsumsi gula yang terlalu sering dapat membuat bakteri menghasilkan asam secara berulang sehingga lingkungan rongga mulut menjadi semakin asam. Kondisi tersebut dapat menyebabkan demineralisasi enamel hingga akhirnya terbentuk karies.

Perubahan komunitas bakteri di sekitar garis gusi juga dapat memicu respons inflamasi yang menyebabkan radang gusi, mulai dari gingivitis hingga periodontitis. Sementara bau mulut berkaitan dengan aktivitas bakteri yang menghasilkan senyawa sulfur volatil.

Baca Juga: Mau Kulit Glowing Tanpa Skincare? Minum 5 Infused Water Ini Secara Teratur

Untuk menjaga keseimbangan microbiome mulut, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) Dr. drg. A. Tajrin mengatakan masyarakat perlu menjaga kebersihan gigi dan mulut melalui perawatan yang tepat.

Selain itu, konsumsi gula perlu dibatasi dan masyarakat dianjurkan memperbanyak makanan bergizi serta kaya serat. Kebutuhan cairan juga perlu dicukupi untuk mendukung produksi dan fungsi air liur sebagai pertahanan alami rongga mulut.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari rokok, mengelola stres dan mencukupi waktu tidur. Pemeriksaan ke dokter gigi secara rutin setidaknya enam bulan sekali juga diperlukan agar masalah yang dapat mengganggu keseimbangan microbiome dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.

BKGN 2026 merupakan program Unilever Indonesia melalui Pepsodent bersama PDGI, AFDOKGI dan ARSGMPI.

Program ini berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026 di 29 Fakultas Kedokteran Gigi dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Lima Karya Arsitektur Indonesia Unjuk Gigi di ASEAN Steel Architectural Awards 2026

Dari hunian hingga fasilitas publik, lima proyek terpilih menampilkan eksplorasi material baja yang memadukan fungsi, dan estetika.

Moms Bisnis Makanan Siap Saji Masih Punya Potensi Besar

Potensi bisnis makanan siap saji tersebut terlihat dari data BPS yang menyebutkan makin banyak masyarakat mengeluarkan dana untuk makan di luar.

Harga Buyback Emas Hari Ini Kompak Naik, Antam Tertinggi Rp 2,37 Juta

Harga buyback emas hari ini, Jumat, 16 Oktober 2026, kompak naik. Buyback emas Antam tetap tertinggi.

Cek Prakiraan Cuaca Banten di Akhir Pekan, Hujan Guyur Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca Banten pada Sabtu (17/10/2026) dan Minggu (18/10/2026) didominasi cuaca cerah dan berawan.

Ramaikan Industri Musik, Solois Igan Baswara Rilis Single Baru Ikut Aku Pulang

I Gusti Agung Ngurah Andhika Baswara Dewa ini kembali menunjukkan kematangannya dalam bermusik lewat perilisan single "Ikut Aku Pulang".

Cuaca DKI Jakarta di Akhir Pekan Diramal Cerah, Begini Suhunya

BMKG memperkirakan cuaca di akhir pekan ini, Sabtu (17/10/2026) dan Minggu (18/10/2026) akan didominasi cuaca cerah. ​

Penyematan Barcode di Produk UMKM Permudah Tembus Pasar Ekspor

Kemendag dan Hippindo sudah memfasilitasi pemberian barcode terhadap sebanyak 4.100 produk UMKM untuk bisa tembus pasar ritel modern.

Imbas Reklasifikasi MSCI ke Pasar Saham & Obligasi, Begini Saran Strategi Portofolio

Mirae Asset Sekuritas menyarankan pendekatan yang lebih selektif di tengah volatilitas pasar yang tinggi. 

Harga Emas Dunia Stabil di US$ 4.180, Pasar Cerna Sinyal Terbaru The Fed

Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh meredakan spekulasi kenaikan suku bunga pada Oktober, meski inflasi AS membayangi pergerakan harga emas.

Masih Ada Hujan, Simak Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Sabtu (17/10)

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan akan turun di Enrekang Sulawesi Selatan dengan suhu udara berada di kisaran 19–26 °C.