MOMSMONEY.ID - Berapa persen gaji suami untuk dana pendidikan anak? Simak patokan 5–20% dan cara menentukan nominal yang sesuai kondisi keluarga.
Biaya pendidikan anak sering menjadi salah satu pengeluaran besar yang perlu dipersiapkan sejak jauh hari. Karena itu, banyak orang tua mulai bertanya, berapa persen gaji suami yang sebaiknya disisihkan setiap bulan untuk dana pendidikan anak?
Tidak ada angka wajib yang berlaku untuk semua keluarga, tetapi alokasi sekitar 5–20% dari pendapatan dapat menjadi patokan awal.
Mengutip dari wealthifyme, besarnya alokasi sebaiknya disesuaikan dengan target pendidikan, jumlah anak, dan kemampuan finansial keluarga.
“Persentase dana pendidikan perlu dibuat realistis agar bisa dijalankan secara konsisten tanpa mengganggu kebutuhan keluarga lainnya,” dilansir dari wealthifyme.
Baca Juga: 3 Aturan Keuangan dari Suze Orman Ini Bisa Membantu Mengatur Uang Lebih Bijak
Berapa persen gaji untuk dana pendidikan anak?
Kisaran 5%–20% bisa digunakan sebagai gambaran ketika keluarga mulai membuat pos khusus pendidikan. Angka tersebut bukan aturan mutlak karena kondisi setiap rumah tangga berbeda. Untuk memudahkan, pembagiannya dapat dilihat seperti ini:
- 5% dapat menjadi titik awal bagi keluarga yang baru mulai menyiapkan dana pendidikan.
- 10% dapat menjadi target yang cukup realistis untuk dilakukan secara rutin.
- 10%–20% dapat dipertimbangkan jika target pendidikan anak membutuhkan biaya lebih besar.
Jika suami menjadi satu-satunya pencari nafkah, gaji bulanan dapat digunakan sebagai dasar perhitungan. Namun, jika istri juga memiliki penghasilan, pendapatan rumah tangga secara keseluruhan dapat menjadi dasar yang lebih tepat.
Jangan hanya melihat besar gaji
Menentukan dana pendidikan tidak cukup hanya dengan melihat jumlah penghasilan. Target sekolah, jumlah anak, jarak usia, serta waktu sampai anak membutuhkan biaya pendidikan juga perlu diperhitungkan.
Sebagai contoh, keluarga dengan beberapa anak yang usianya berdekatan mungkin perlu menyiapkan biaya pendidikan untuk beberapa jenjang dalam periode yang hampir sama.
Kondisi keuangan lain juga tidak boleh diabaikan. Kebutuhan sehari-hari, dana darurat, perlindungan kesehatan, kewajiban utang, dan persiapan pensiun tetap perlu masuk dalam perencanaan.
Melansir dari investopedia, tujuan keuangan sebaiknya disusun dengan mempertimbangkan prioritas serta kemampuan masing-masing rumah tangga. Artinya, tidak perlu memaksakan persentase tertentu jika kondisi keuangan belum memungkinkan.
Contoh dari gaji Rp 15 juta per bulan
Misalnya suami memiliki penghasilan Rp15 juta setiap bulan dan keluarga menetapkan 10% untuk dana pendidikan anak.
- Rp 15 juta × 10% = Rp 1,5 juta per bulan.
Jika kemampuan finansial lebih longgar dan alokasinya dinaikkan menjadi 15%, maka:
- Rp 15 juta × 15% = Rp 2,25 juta per bulan.
Selisih Rp 750.000 setiap bulan bisa menjadi tambahan dana yang berarti jika dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.
Baca Juga: Ide Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga Modal Rp 1 Juta, Cocok untuk Pemula
Cara menentukan alokasi yang lebih tepat
Daripada mengikuti angka persentase secara mentah, orang tua dapat menghitung kebutuhan berdasarkan target pendidikan anak. Langkah yang bisa dilakukan:
- Tentukan jenjang dan pilihan pendidikan yang dituju.
- Perkirakan biaya yang perlu disiapkan.
- Hitung waktu yang tersedia sampai dana digunakan.
- Pertimbangkan kenaikan biaya pendidikan.
- Tentukan nominal bulanan yang masih nyaman bagi keluarga.
- Tinjau kembali alokasi ketika pendapatan atau kebutuhan berubah.
Mengutip dari moneymax, metode anggaran 50/30/20 juga dapat digunakan sebagai kerangka sederhana untuk membagi pendapatan antara kebutuhan, keinginan, serta tabungan dan investasi.
Dana pendidikan kemudian dapat ditempatkan sebagai salah satu tujuan dalam bagian keuangan yang disisihkan tersebut.
Berapa persen yang akhirnya perlu disisihkan?
Tidak ada satu angka yang otomatis cocok untuk seluruh keluarga. Kisaran 5%–20% dapat dijadikan patokan awal, sedangkan 10% bisa menjadi titik mulai bagi keluarga yang ingin membangun kebiasaan menyisihkan dana pendidikan secara rutin.
Namun, nominal akhirnya tetap perlu mengikuti target biaya pendidikan dan kemampuan rumah tangga. Prinsipnya sederhana, dana pendidikan perlu disiapkan secara konsisten tanpa membuat kebutuhan utama keluarga dan tujuan keuangan lainnya terbengkalai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News