MOMSMONEY.ID - Berikut cara menabung untuk umrah kini makin mudah dengan strategi sederhana, realistis, dan cocok untuk semua kalangan di Indonesia.
Menjalankan ibadah umrah masih menjadi impian besar banyak masyarakat Indonesia. Sayangnya, tidak sedikit orang merasa ragu memulai karena menganggap biaya umrah terlalu mahal dan sulit dikumpulkan.
Padahal, dengan pengelolaan keuangan yang tepat, impian ke Tanah Suci bisa diwujudkan sedikit demi sedikit tanpa harus menunggu kaya terlebih dahulu.
Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah pada 2026, masyarakat kini mulai sadar pentingnya menyiapkan dana ibadah sejak dini agar tidak terbebani di kemudian hari.
Melansir dari Sahabat Pegadaian, konsistensi menabung dan disiplin mengatur pengeluaran menjadi kunci utama agar target umrah lebih cepat tercapai.
“Persiapan umrah yang dimulai lebih awal akan membuat kondisi finansial terasa lebih ringan dan terencana,” dikutip dari Sahabat Pegadaian.
Baca Juga: Rahasia Pekerja Biasa Bisa Jadi Kaya, Ini Pola Finansial yang Banyak Dilupakan
Biaya umrah 2026 yang perlu dipersiapkan
Sebelum mulai menabung, penting untuk mengetahui kisaran biaya umrah terbaru agar target dana menjadi lebih jelas. Tanpa perencanaan yang matang, proses menabung biasanya terasa berat dan sulit konsisten.
Saat ini, biaya umrah di tahun 2026 diperkirakan masih berada di kisaran berikut:
- Paket ekonomi sekitar Rp27 juta sampai Rp32 juta.
- Paket reguler sekitar Rp32 juta sampai Rp38 juta.
- Paket premium sekitar Rp40 juta sampai Rp55 juta.
- Paket VIP atau eksekutif sekitar Rp55 juta hingga Rp80 juta.
Selain biaya utama, calon jemaah juga perlu menyiapkan dana tambahan untuk kebutuhan pribadi selama di Tanah Suci. Idealnya, siapkan cadangan sekitar Rp5 juta sampai Rp10 juta agar perjalanan ibadah terasa lebih nyaman.
Dengan begitu, target realistis untuk tabungan umrah berada di angka Rp35 juta sampai Rp50 juta tergantung paket dan kebutuhan masing masing.
Tentukan target keberangkatan sejak awal
Menentukan kapan ingin berangkat umrah menjadi langkah penting sebelum mulai menabung. Target waktu membantu seseorang lebih fokus dalam mengatur keuangan bulanan.
Misalnya, jika ingin berangkat dalam waktu 15 bulan dengan target dana Rp40 juta, maka kebutuhan tabungan per bulan sekitar Rp2,7 juta. Perhitungan sederhana seperti ini membuat proses menabung terasa lebih terukur.
Pisahkan tabungan khusus umrah
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur tabungan umrah dengan uang kebutuhan harian. Akibatnya, dana yang sudah terkumpul sering terpakai untuk hal lain.
Karena itu, sebaiknya buat rekening khusus agar uang umrah tetap aman dan tidak mudah terganggu. Banyak orang memilih rekening tanpa kartu ATM supaya dana tidak mudah diambil sewaktu waktu.
Gunakan sistem autodebet agar lebih disiplin
Cara sederhana lain yang cukup efektif adalah menggunakan fitur autodebet dari rekening gaji. Dengan sistem ini, uang tabungan akan otomatis terpotong setiap bulan tanpa perlu menunggu niat.
Strategi ini membantu menjaga konsistensi karena tabungan diprioritaskan lebih dulu sebelum uang digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Mulai dari nominal kecil tapi rutin
Banyak orang menunda menabung karena merasa nominalnya terlalu kecil. Padahal, kebiasaan menyisihkan uang secara rutin justru lebih penting dibanding jumlah besar yang hanya sesekali.
Beberapa contoh yang bisa dicoba antara lain:
- Rp20 ribu per hari.
- Rp100 ribu per minggu.
- Rp1 juta per bulan.
Jika dilakukan terus menerus, nominal kecil tersebut bisa berkembang menjadi tabungan besar dalam beberapa tahun.
Baca Juga: Waspada Modus Share Screen WhatsApp, Data Bisa Dicuri Hitungan Menit
Kurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting
Tanpa disadari, pengeluaran kecil sehari hari sering menjadi penyebab uang sulit terkumpul. Contohnya seperti terlalu sering membeli kopi kekinian, makan di luar, atau belanja impulsif.
Mulailah mengevaluasi pengeluaran bulanan dan alihkan sebagian dana tersebut ke tabungan umrah. Cara sederhana ini cukup efektif membantu target dana lebih cepat tercapai.
Sisihkan bonus dan THR untuk tabungan ibadah
Saat mendapatkan bonus kerja atau tunjangan hari raya, usahakan tidak langsung menghabiskannya untuk kebutuhan konsumtif. Sebagian dana tambahan bisa dimasukkan ke tabungan umrah agar target semakin cepat terkumpul.
Banyak orang menerapkan pola sederhana seperti:
- 70% untuk tabungan umrah.
- 30% untuk kebutuhan pribadi.
Metode ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan rencana ibadah di masa depan.
Cari penghasilan tambahan yang fleksibel
Jika penghasilan utama masih terasa pas pasan, mencari pemasukan tambahan bisa menjadi solusi. Saat ini ada banyak peluang kerja sampingan yang bisa dilakukan dari rumah dengan modal minim.
Beberapa pilihan yang cukup populer di Indonesia antara lain jualan online, freelance, reseller, hingga jasa digital sesuai kemampuan masing-masing. Penghasilan tambahan sekecil apa pun tetap akan membantu jika dilakukan secara rutin.
Pertimbangkan investasi syariah
Selain menabung biasa, sebagian masyarakat kini mulai memanfaatkan investasi berbasis syariah agar nilai uang tidak mudah tergerus inflasi.
Pilihan yang sering digunakan antara lain tabungan syariah, deposito syariah, reksa dana syariah, hingga investasi emas.
Namun, pastikan memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial agar tetap aman dalam jangka panjang.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Penggunaan Kartu Kredit yang Bikin Keuangan Gen Z dan Milenial Berantakan
Kenapa menabung umrah sebaiknya dimulai dari sekarang
Biaya perjalanan ibadah umrah cenderung naik hampir setiap tahun. Karena itu, menunda persiapan justru bisa membuat target keberangkatan semakin berat.
Dengan mulai menabung lebih awal, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk:
- Mengatur keuangan dengan lebih tenang.
- Mengurangi tekanan finansial menjelang keberangkatan.
- Memilih paket umrah sesuai kebutuhan.
- Mempersiapkan mental dan ibadah dengan lebih matang.
Persiapan sejak dini juga membantu seseorang lebih siap menghadapi perubahan biaya perjalanan yang bisa terjadi sewaktu waktu.
Menabung untuk umrah sebenarnya bukan hal yang mustahil dilakukan, bahkan bagi yang memulai dari nol sekalipun. Kuncinya ada pada konsistensi, disiplin, dan kemauan mengatur keuangan dengan lebih bijak.
Tidak perlu langsung menabung dalam jumlah besar, karena langkah kecil yang dilakukan terus menerus tetap bisa membawa hasil besar di masa depan.
Semakin cepat memulai, semakin besar pula peluang untuk mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci dengan kondisi finansial yang lebih aman dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News