MOMSMONEY.ID - Banyak Gen Z dan milenial tanpa sadar melakukan kesalahan kartu kredit yang bisa memicu utang dan merusak kondisi finansial.
Memiliki kartu kredit kini bukan lagi hal asing bagi generasi muda Indonesia. Mulai dari kebutuhan belanja online, bayar langganan digital, sampai transaksi harian, semuanya terasa lebih praktis dengan kartu kredit.
Sayangnya, kemudahan ini sering membuat banyak orang lupa mengontrol pengeluaran. Tidak sedikit pengguna muda yang akhirnya terjebak tagihan menumpuk karena kurang memahami cara menggunakan kartu kredit secara sehat.
Melansir dari Forbes, kesalahan kecil dalam penggunaan kartu kredit bisa berdampak panjang terhadap skor kredit dan stabilitas finansial seseorang.
“Anak muda perlu memahami bahwa kartu kredit seharusnya menjadi alat bantu keuangan, bukan sumber uang tambahan,” ujar pemerhati literasi finansial True Tamplin.
Baca Juga: Kebiasaan Mental Warren Buffett yang Bikin Finansial Anda Lebih Stabil
Mengira utang kartu kredit bisa menaikkan skor kredit
Masih banyak orang percaya kalau membiarkan tagihan kartu kredit tetap ada setiap bulan bisa membantu menaikkan skor kredit. Faktanya, yang paling dilihat lembaga keuangan justru kebiasaan pembayaran tepat waktu dan kemampuan mengelola limit dengan baik.
Cara paling aman sebenarnya sederhana. Gunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan yang memang sudah ada dalam anggaran bulanan. Misalnya untuk isi bensin, bayar listrik, belanja kebutuhan rumah, atau langganan aplikasi streaming.
Kalau tagihan langsung dilunasi sebelum jatuh tempo, pengguna bisa tetap membangun riwayat kredit sehat tanpa harus terbebani bunga yang terus berjalan. Kebiasaan kecil seperti ini jauh lebih aman untuk kondisi finansial jangka panjang.
Terbiasa bayar tagihan minimum saja
Banyak pengguna merasa tenang setelah membayar tagihan minimum bulanan. Padahal, cara ini justru bisa membuat utang berjalan lebih lama dan bunga makin menumpuk.
Misalnya tagihan kartu kredit Rp5 juta dengan pembayaran minimum Rp250 ribu. Sekilas terlihat ringan, tetapi sebagian besar pembayaran biasanya habis untuk bunga. Pokok utangnya turun sangat sedikit.
Kalau dilakukan terus menerus, tagihan bisa terasa tidak ada habisnya. Karena itu, penting untuk membayar lebih besar dari nominal minimum saat kondisi keuangan memungkinkan.
Semakin besar pembayaran yang dilakukan, semakin cepat juga utang berkurang. Cara ini membantu pengguna terhindar dari tekanan finansial di masa depan.
Penggunaan limit terlalu tinggi
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memakai limit kartu kredit hampir penuh. Banyak orang merasa aman selama masih bisa membayar cicilan tepat waktu. Padahal, penggunaan limit yang terlalu tinggi bisa memengaruhi penilaian kredit.
Sebagai contoh, jika limit kartu Rp20 juta dan yang dipakai mencapai Rp18 juta, kondisi tersebut dianggap kurang sehat secara finansial. Lembaga keuangan biasanya melihat pengguna terlalu bergantung pada utang.
Banyak pakar keuangan menyarankan penggunaan limit ideal berada di bawah 30% dari total limit kartu. Bahkan, semakin rendah penggunaan limit maka semakin baik untuk skor kredit.
Selain menjaga skor tetap aman, limit yang tidak penuh juga membuat pengguna lebih siap menghadapi kebutuhan mendadak tanpa harus panik mencari pinjaman tambahan.
Baca Juga: Mengapa Orang yang Rajin Bekerja Tetap Sulit Kaya? Ini 10 Penyebab Jarang Disadari
Terlalu semangat mengejar cashback dan reward
Promo cashback, poin belanja, hingga miles pesawat memang menggoda. Tidak heran kalau banyak pengguna kartu kredit jadi lebih sering bertransaksi demi mengejar keuntungan tersebut.
Masalahnya, reward tidak akan terasa menguntungkan jika tagihan tidak dibayar lunas setiap bulan. Keuntungan cashback kecil bisa kalah jauh dibanding bunga kartu kredit yang terus bertambah.
Banyak orang akhirnya belanja lebih banyak hanya karena takut kehilangan promo. Padahal, kebiasaan ini justru membuat pengeluaran jadi tidak terkontrol.
Agar lebih aman, anggap reward hanya sebagai bonus tambahan. Fokus utama tetap pada kemampuan membayar tagihan tanpa memberatkan kondisi keuangan bulanan.
Membuka banyak kartu kredit sekaligus
Sebagian orang tergoda membuka banyak kartu kredit karena ingin limit besar atau tertarik promo pendaftaran. Ada juga yang berpikir semakin banyak kartu akan membuat skor kredit lebih cepat naik.
Padahal, terlalu banyak kartu justru membuat pengelolaan keuangan semakin rumit. Setiap kartu punya tanggal jatuh tempo, bunga, biaya admin, dan aturan berbeda.
Jika tidak disiplin, risiko telat bayar menjadi lebih besar. Selain itu, terlalu sering mengajukan kartu kredit dalam waktu dekat juga bisa membuat profil kredit dinilai kurang sehat.
Langkah terbaik adalah fokus menggunakan satu kartu terlebih dahulu secara bijak. Setelah pengelolaan keuangan stabil, barulah mempertimbangkan tambahan kartu jika memang benar benar dibutuhkan.
Kartu kredit aman dipakai asal tahu cara mengelolanya
Kartu kredit sebenarnya bisa sangat membantu dalam kehidupan sehari hari. Transaksi jadi lebih praktis, kebutuhan darurat lebih mudah ditangani, dan riwayat kredit juga bisa terbentuk dengan baik.
Namun semua manfaat itu hanya bisa dirasakan jika pengguna mampu mengontrol pemakaian secara disiplin. Membayar tagihan tepat waktu, menjaga penggunaan limit tetap rendah, dan menghindari belanja impulsif menjadi kunci utama.
Bagi Gen Z dan milenial di Indonesia, memahami cara memakai kartu kredit dengan sehat menjadi hal penting di tengah biaya hidup yang terus meningkat.
Sebab menjaga kondisi finansial tetap aman jauh lebih berharga dibanding sekadar terlihat konsumtif demi gaya hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News