M O M S M O N E Y I D
AturUang

5 Kebiasaan Penggunaan Kartu Kredit yang Bikin Keuangan Gen Z dan Milenial Berantakan

5 Kebiasaan Penggunaan Kartu Kredit yang Bikin Keuangan Gen Z dan Milenial Berantakan
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Banyak Gen Z dan milenial tanpa sadar melakukan kesalahan kartu kredit yang bisa memicu utang dan merusak kondisi finansial.

Memiliki kartu kredit kini bukan lagi hal asing bagi generasi muda Indonesia. Mulai dari kebutuhan belanja online, bayar langganan digital, sampai transaksi harian, semuanya terasa lebih praktis dengan kartu kredit. 

Sayangnya, kemudahan ini sering membuat banyak orang lupa mengontrol pengeluaran. Tidak sedikit pengguna muda yang akhirnya terjebak tagihan menumpuk karena kurang memahami cara menggunakan kartu kredit secara sehat. 

Melansir dari Forbes, kesalahan kecil dalam penggunaan kartu kredit bisa berdampak panjang terhadap skor kredit dan stabilitas finansial seseorang.

“Anak muda perlu memahami bahwa kartu kredit seharusnya menjadi alat bantu keuangan, bukan sumber uang tambahan,” ujar pemerhati literasi finansial True Tamplin.

Baca Juga: Kebiasaan Mental Warren Buffett yang Bikin Finansial Anda Lebih Stabil

Mengira utang kartu kredit bisa menaikkan skor kredit

Masih banyak orang percaya kalau membiarkan tagihan kartu kredit tetap ada setiap bulan bisa membantu menaikkan skor kredit. Faktanya, yang paling dilihat lembaga keuangan justru kebiasaan pembayaran tepat waktu dan kemampuan mengelola limit dengan baik.

Cara paling aman sebenarnya sederhana. Gunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan yang memang sudah ada dalam anggaran bulanan. Misalnya untuk isi bensin, bayar listrik, belanja kebutuhan rumah, atau langganan aplikasi streaming.

Kalau tagihan langsung dilunasi sebelum jatuh tempo, pengguna bisa tetap membangun riwayat kredit sehat tanpa harus terbebani bunga yang terus berjalan. Kebiasaan kecil seperti ini jauh lebih aman untuk kondisi finansial jangka panjang.

Terbiasa bayar tagihan minimum saja

Banyak pengguna merasa tenang setelah membayar tagihan minimum bulanan. Padahal, cara ini justru bisa membuat utang berjalan lebih lama dan bunga makin menumpuk.

Misalnya tagihan kartu kredit Rp5 juta dengan pembayaran minimum Rp250 ribu. Sekilas terlihat ringan, tetapi sebagian besar pembayaran biasanya habis untuk bunga. Pokok utangnya turun sangat sedikit.

Kalau dilakukan terus menerus, tagihan bisa terasa tidak ada habisnya. Karena itu, penting untuk membayar lebih besar dari nominal minimum saat kondisi keuangan memungkinkan.

Semakin besar pembayaran yang dilakukan, semakin cepat juga utang berkurang. Cara ini membantu pengguna terhindar dari tekanan finansial di masa depan.

Penggunaan limit terlalu tinggi

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memakai limit kartu kredit hampir penuh. Banyak orang merasa aman selama masih bisa membayar cicilan tepat waktu. Padahal, penggunaan limit yang terlalu tinggi bisa memengaruhi penilaian kredit.

Sebagai contoh, jika limit kartu Rp20 juta dan yang dipakai mencapai Rp18 juta, kondisi tersebut dianggap kurang sehat secara finansial. Lembaga keuangan biasanya melihat pengguna terlalu bergantung pada utang.

Banyak pakar keuangan menyarankan penggunaan limit ideal berada di bawah 30% dari total limit kartu. Bahkan, semakin rendah penggunaan limit maka semakin baik untuk skor kredit.

Selain menjaga skor tetap aman, limit yang tidak penuh juga membuat pengguna lebih siap menghadapi kebutuhan mendadak tanpa harus panik mencari pinjaman tambahan.

Baca Juga: Mengapa Orang yang Rajin Bekerja Tetap Sulit Kaya? Ini 10 Penyebab Jarang Disadari

Terlalu semangat mengejar cashback dan reward

Promo cashback, poin belanja, hingga miles pesawat memang menggoda. Tidak heran kalau banyak pengguna kartu kredit jadi lebih sering bertransaksi demi mengejar keuntungan tersebut.

Masalahnya, reward tidak akan terasa menguntungkan jika tagihan tidak dibayar lunas setiap bulan. Keuntungan cashback kecil bisa kalah jauh dibanding bunga kartu kredit yang terus bertambah.

Banyak orang akhirnya belanja lebih banyak hanya karena takut kehilangan promo. Padahal, kebiasaan ini justru membuat pengeluaran jadi tidak terkontrol.

Agar lebih aman, anggap reward hanya sebagai bonus tambahan. Fokus utama tetap pada kemampuan membayar tagihan tanpa memberatkan kondisi keuangan bulanan.

Membuka banyak kartu kredit sekaligus

Sebagian orang tergoda membuka banyak kartu kredit karena ingin limit besar atau tertarik promo pendaftaran. Ada juga yang berpikir semakin banyak kartu akan membuat skor kredit lebih cepat naik.

Padahal, terlalu banyak kartu justru membuat pengelolaan keuangan semakin rumit. Setiap kartu punya tanggal jatuh tempo, bunga, biaya admin, dan aturan berbeda.

Jika tidak disiplin, risiko telat bayar menjadi lebih besar. Selain itu, terlalu sering mengajukan kartu kredit dalam waktu dekat juga bisa membuat profil kredit dinilai kurang sehat.

Langkah terbaik adalah fokus menggunakan satu kartu terlebih dahulu secara bijak. Setelah pengelolaan keuangan stabil, barulah mempertimbangkan tambahan kartu jika memang benar benar dibutuhkan.

Kartu kredit aman dipakai asal tahu cara mengelolanya

Kartu kredit sebenarnya bisa sangat membantu dalam kehidupan sehari hari. Transaksi jadi lebih praktis, kebutuhan darurat lebih mudah ditangani, dan riwayat kredit juga bisa terbentuk dengan baik.

Namun semua manfaat itu hanya bisa dirasakan jika pengguna mampu mengontrol pemakaian secara disiplin. Membayar tagihan tepat waktu, menjaga penggunaan limit tetap rendah, dan menghindari belanja impulsif menjadi kunci utama.

Bagi Gen Z dan milenial di Indonesia, memahami cara memakai kartu kredit dengan sehat menjadi hal penting di tengah biaya hidup yang terus meningkat. 

Sebab menjaga kondisi finansial tetap aman jauh lebih berharga dibanding sekadar terlihat konsumtif demi gaya hidup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi IP68 & Fast Charger 100W

Redmi Note 17 Pro Max kantongi sertifikasi IP68. Temukan daftar peningkatan fitur proteksi yang tak ada di varian reguler.

Asian Games 2026: Wushu Sumbang Medali Pertama bagi Kontingen Indonesia

Atlet wushu putra Indonesia Seraf Naro Siregar menyumbang medali pertama bagi Kontingen Merah Putih pada Asian Games 2026. 

Bulu Tangkis Asian Games 2026: Lumat Mongolia, Tim Putri Indonesia ke Perempat Final

Hasil Bulu Tangkis Beregu Asian Games 2026 babak 16 besar, Minggu (20/9), Tim Putri Indonesia melaju ke perempat final.

Memori HP Lega Seketika Lewat Fitur Kompresi Google Photos

Penyimpanan gratis Google Photos makin terbatas. Fitur kompresi internal bisa menghemat ruang tanpa menghapus foto berharga

Promo HokBen Tebus Murah September 2026, Makan Makin Puas Mulai Rp 10.000 Saja

Nikmati promo HokBen tebus murah mulai Rp 10.000 saja. Dapatkan pilihan menu favorit Anda di sini, dari Norimaki hingga Shrimp Ball.

Makan Dua Buah Apel Rutin Efektif Menurunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Obat

Makan dua buah apel sehari terbukti menurunkan kolesterol total hingga 5,89 mmol/L. Simak mekanisme pektin mengikat lemak jahat di sini.

Butuh Semangat Move On? Yuk, Tonton 6 Film Ini biar Semangat Habis Putus Cinta

Jika sedang patah hati karena putus cinta, beberapa film dengan tema serupa berikut bisa ditonton untuk memberikan semangat.

Sayur Non-Pati Ini Mampu Turunkan Gula Darah Tanpa Lonjakan Kalori

Sayur non-pati kaya serat dan amat rendah karbohidrat. Intip deretan pilihan terbaiknya untuk jaga stabilitas gula darah.

Kesempatan Terakhir! Diskon Promo Richeese Factory Buat Makan Rame-Rame Hemat

Hari ini kesempatan terakhir menikmati promo Richeese Factory KanTRI Road dan Duo Burger. Dapatkan paket makan rame-rame lebih hemat di sini.

Rekomendasi Film Animasi Tentang Kucing Lucu Menggemaskan, Cat Lover Wajib Nonton

Bagi pecinta kucing, yuk, coba tonton beberapa rekomendasi film animasi yang tokoh utamanya adalah karakter kucing berikut ini.