M O M S M O N E Y I D
AturUang

Waspada Modus Share Screen WhatsApp, Data Bisa Dicuri Hitungan Menit

Waspada Modus Share Screen WhatsApp, Data Bisa Dicuri Hitungan Menit
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Berikut ini modus share screen WhatsApp makin marak, kenali ciri cirinya agar data rekening, OTP, dan akun digital tetap aman.

Perkembangan teknologi digital memang memudahkan banyak aktivitas sehari hari, mulai dari transaksi perbankan hingga layanan administrasi online. 

Namun di balik kemudahan tersebut, ancaman penipuan digital juga terus berkembang dengan berbagai cara baru yang semakin sulit dikenali. 

Salah satu modus yang belakangan ramai terjadi di Indonesia adalah penipuan melalui fitur share screen atau berbagi layar di WhatsApp. 

Banyak korban tidak sadar bahwa saat layar ponsel dibagikan, pelaku bisa melihat berbagai informasi penting secara langsung. 

Bersumber dari laman website bni.co.id, masyarakat diminta lebih waspada terhadap pihak yang mengaku dari bank atau instansi tertentu dan meminta akses layar ponsel dengan alasan verifikasi keamanan.

“BNI tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP nasabah melalui telepon, SMS, email, atau media komunikasi lainnya,” dikutip dari website bni.co.id.

Baca Juga: Perjalanan Uang dari Zaman Barter hingga Bitcoin, yuk Pahami Sistem Keuangan Dunia

Modus share screen makin sering terjadi di Indonesia

Kasus penipuan digital dengan metode share screen kini semakin sering ditemukan. Pelaku biasanya menghubungi calon korban melalui WhatsApp menggunakan gaya bicara yang sopan dan terdengar profesional.

Mereka mengaku sebagai petugas bank, layanan pajak, hingga instansi pemerintahan. Tujuannya membuat korban percaya lalu mengikuti semua instruksi tanpa berpikir panjang.

Biasanya korban dibuat panik dengan alasan akun bermasalah, rekening terancam diblokir, atau transaksi mencurigakan terdeteksi dalam sistem. Saat korban mulai takut, pelaku langsung meminta korban mengaktifkan fitur berbagi layar.
Di sinilah risiko besar mulai terjadi.

Kenapa fitur share screen bisa berbahaya?

Banyak orang mengira fitur share screen hanya memperlihatkan tampilan biasa. Padahal saat fitur tersebut aktif, hampir seluruh aktivitas di layar ponsel bisa dipantau oleh pihak lain.

Pelaku dapat melihat kode OTP yang masuk, informasi mobile banking, hingga data pribadi penting tanpa perlu menyentuh ponsel korban secara langsung.

Dalam beberapa kasus, data yang berhasil dicuri bahkan langsung digunakan untuk menguras rekening korban dalam waktu singkat.

Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa membagikan layar kepada orang asing sama berbahayanya dengan memberikan akses ke akun pribadi.

Data penting yang sering diincar penipu

Saat korban mengaktifkan share screen, ada banyak informasi sensitif yang bisa terlihat oleh pelaku, seperti:

1. Kode OTP dan PIN transaksi

Kode OTP menjadi target utama karena dapat digunakan untuk masuk ke akun digital korban.

2. Informasi mobile banking

Mulai dari saldo rekening, riwayat transaksi, hingga nomor rekening bisa terlihat jelas di layar.

3. Data identitas pribadi

Nomor KTP, foto identitas, alamat email, hingga nomor telepon juga dapat dicuri.

4. Informasi kartu debit dan kartu kredit

Nomor kartu, masa berlaku, dan kode keamanan bisa dimanfaatkan untuk transaksi ilegal.

5. Isi pesan dan notifikasi

Pesan masuk yang muncul di layar juga bisa dipantau oleh pelaku tanpa disadari korban.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Penggunaan Kartu Kredit yang Bikin Keuangan Gen Z dan Milenial Berantakan

Ciri-ciri modus penipuan share screen yang wajib dikenali

Agar tidak mudah tertipu, masyarakat perlu memahami pola yang sering digunakan pelaku.

1. Menghubungi lewat nomor tidak dikenal

Biasanya pelaku memakai nomor pribadi dengan foto profil formal agar terlihat resmi.

2. Membuat suasana mendesak

Korban sengaja dibuat panik supaya tidak sempat berpikir logis.

3. Meminta korban mengikuti instruksi cepat

Pelaku akan terus mengarahkan korban membuka aplikasi tertentu atau mengaktifkan fitur tertentu.

4. Mengaku dari lembaga resmi

Nama bank atau instansi pemerintah sering dipakai untuk meningkatkan kepercayaan korban.

5. Meminta data rahasia

Pihak resmi tidak pernah meminta OTP, PIN, atau password pribadi melalui telepon maupun chat.

Cara aman agar tidak jadi korban penipuan digital

Meningkatnya kasus kejahatan siber membuat masyarakat harus lebih hati hati saat menerima telepon atau pesan dari orang asing.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan agar akun digital tetap aman:

1. Jangan pernah membagikan layar ponsel

Terutama kepada pihak yang baru dikenal atau menghubungi secara tiba tiba.

2. Jangan berikan kode OTP kepada siapa pun

Kode OTP bersifat rahasia dan hanya digunakan oleh pemilik akun.

3. Aktifkan fitur keamanan tambahan

Gunakan verifikasi dua langkah atau autentikasi ganda pada aplikasi penting.

4. Cek informasi ke layanan resmi

Jika menerima panggilan mencurigakan yang mengatasnamakan bank, segera hubungi call center resmi.

5. Segera blokir nomor mencurigakan

Laporkan juga nomor tersebut agar tidak memakan korban lainnya.

Literasi digital jadi kunci perlindungan masyarakat

Di tengah meningkatnya aktivitas online masyarakat Indonesia, pemahaman tentang keamanan digital menjadi hal yang semakin penting. Banyak kasus penipuan terjadi bukan karena sistem keamanan lemah, tetapi karena korban kurang memahami cara kerja modus digital terbaru.

Karena itu, edukasi mengenai keamanan data pribadi perlu terus ditingkatkan agar masyarakat lebih waspada saat menggunakan layanan digital sehari hari.

Jangan mudah percaya pada pihak yang meminta akses layar, data pribadi, atau informasi transaksi. Satu langkah hati hati bisa membantu melindungi rekening, akun digital, dan identitas pribadi dari ancaman penipuan online yang semakin canggih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prediksi Senegal vs Irak: Laga Penentuan yang Wajib Dimenangkan

Prediksi Senegal vs Irak, jadwal pertandingan, susunan pemain, dan prediksi skor laga penentuan Grup I Piala Dunia 2026.  

Prediksi Prancis vs Norwegia: Duel Mbappe dan Haaland Berebut Juara Grup

Prediksi Prancis vs Norwegia, jadwal, prediksi skor, serta duel Mbappe vs Haaland yang menentukan juara Grup I Piala Dunia 2026.  

7 Makanan yang Bisa Mempengaruhi Tekanan Darah Anda

Tahukah bahwa ada beberapa makanan yang bisa mempengaruhi tekanan darah, lho. Apa sajakah itu?         

7 Alasan Pentingnya Rutin Memantau Tekanan Darah bagi Kesehatan

Ternyata ini, lo, beberapa alasan pentingnya rutin memantau tekanan darah bagi kesehatan. Apa sajakah itu?

Sprite Nipis Mint Diluncurkan, Padukan Rasa Jeruk Nipis dan Mint

Coca-Cola Indonesia resmi meluncurkan SPRITE Nipis Mint, memadukan kesegaran asam dari rasa jeruk nipis dengan sensasi mint.

8 Barang di Garasi yang Sebaiknya Jangan Dibuang, Nomor 5 Suka Bikin Menyesal

Jangan buru-buru mengosongkan garasi. Beberapa barang ini sebaiknya tetap disimpan karena bisa berguna di kemudian hari, lo.

Cara Menerapkan Manajemen Keuangan biar Bisnis Stabil dan Siap Berkembang

Manajemen keuangan membantu bisnis Moms lebih sehat, mengatur arus kas, mengurangi risiko, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.​

Bitcoins cs Ambles Gara-Gara Inflasi AS Memanas, Kuartal 3 Paling Krusial

Bitcoin dan Ethereum anjlok dalam 24 jam terakhir, merespons potensi kebijakan moneter The Fed yang hawkish.

Harga Buyback Emas Hari Ini 26 Juni 2026 Kompak Naik, UBS Pimpin Kenaikan

Harga buyback emas UBS memimpin kenaikan. Namun, harga buyback emas Galeri 24 masih yang termahal.  

Harga Emas Terjun Empat Pekan Beruntun, Kini Dihargai Kisaran US$ 4.000

Harga emas global di jalur koreksi mingguan 3,50% dan turun empat pekan berturut-turut. Data inflasi AS dan kebijakan The Fed pengaruhi harga.