MOMSMONEY.ID - Simak cara membuat anggaran bulanan realistis agar keuangan kamu di 2026 tetap stabil, tujuan tercapai, dan pengeluaran lebih terkendali.
Mengatur keuangan pribadi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan bagi siapa pun yang ingin hidup lebih tenang secara finansial.
Di tahun 2026 ini, banyak orang merasa tidak perlu membuat anggaran selama masih ada sisa uang di akhir bulan. Padahal, tanpa perencanaan yang jelas, sisa uang tersebut sering habis tanpa arah dan tujuan.
Anggaran membantu seseorang memahami pola pengeluaran sekaligus mengendalikan keputusan finansial secara sadar.
Mengutip dari Britannica Money, pendekatan pengelolaan uang modern juga sejalan dengan prinsip literasi keuangan global tentang pentingnya perencanaan anggaran berkelanjutan.
“Anggaran yang baik bukan tentang membatasi hidup, tetapi memastikan uang digunakan sesuai prioritas,” ujar perencana keuangan independen Miranda Marquit.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Finansial yang Tanpa Disadari Menghambat Kemapanan Hidup
Anggaran sebagai fondasi kesehatan keuangan
Anggaran bulanan dapat diibaratkan sebagai fondasi keuangan pribadi. Tanpa fondasi yang kuat, kondisi finansial akan mudah goyah ketika terjadi perubahan, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok atau pengeluaran tak terduga.
Anggaran memberikan gambaran nyata tentang posisi keuangan saat ini sekaligus arah tujuan yang ingin dicapai. Dengan dasar ini, setiap keputusan keuangan menjadi lebih terukur dan rasional.
Langkah awal menyusun anggaran bulanan
Langkah pertama yang krusial adalah mengenali seluruh sumber penghasilan. Catat pemasukan tetap seperti gaji, serta penghasilan tidak rutin dari pekerjaan tambahan.
Untuk pendapatan yang jumlahnya berubah-ubah, gunakan rata-rata bulanan agar perencanaan tetap realistis. Menentukan tanggal penerimaan penghasilan juga penting agar arus kas dapat dikelola dengan lebih tertib sepanjang bulan.
Meninjau pengeluaran secara objektif
Banyak orang terkejut setelah melihat catatan pengeluaran mereka sendiri. Pengeluaran kecil yang terasa tidak signifikan dapat menumpuk menjadi beban besar.
Meninjau transaksi dua hingga tiga bulan terakhir membantu mengidentifikasi kebiasaan belanja yang tidak disadari.
Kelompokkan pengeluaran ke dalam kategori seperti kebutuhan pokok, transportasi, hiburan, dan gaya hidup untuk memudahkan evaluasi.
Baca Juga: 5 Strategi Elegan Menagih Utang yang Lama Tak Dibayar tanpa Bikin Masalah Baru
Menentukan prioritas keuangan yang benar
Anggaran yang efektif selalu mencerminkan prioritas hidup. Kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, makanan, utilitas, dan perlindungan keuangan seharusnya berada di urutan teratas.
Setelah itu, alokasikan dana untuk tujuan jangka menengah dan panjang seperti tabungan darurat dan persiapan pensiun. Dengan pendekatan ini, uang tidak hanya habis untuk konsumsi, tetapi juga bekerja untuk masa depan.
Menyesuaikan pengeluaran dengan waktu penghasilan
Masalah keuangan sering terjadi bukan karena kekurangan uang, melainkan pengaturan waktu yang kurang tepat.
Menyelaraskan tanggal pembayaran tagihan dengan jadwal penerimaan penghasilan membantu menjaga saldo tetap aman.
Pengaturan transfer otomatis untuk kebutuhan rutin dan tabungan dapat mengurangi risiko keterlambatan sekaligus membangun disiplin finansial tanpa terasa memberatkan.
Anggaran yang fleksibel mengikuti perubahan hidup
Anggaran bukan dokumen kaku yang tidak bisa diubah. Perubahan pendapatan, kondisi keluarga, atau selesainya kewajiban tertentu perlu diikuti dengan penyesuaian anggaran.
Evaluasi rutin, setidaknya setahun sekali, membantu memastikan anggaran tetap relevan. Fleksibilitas ini menjadi kunci agar anggaran bisa dipatuhi dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kehabisan Gaji Pasca PHK? Ini Solusi Finansial tanpa Stres dan Tetap Stabil
Mengaitkan anggaran dengan tujuan jangka panjang
Anggaran bulanan yang sehat tidak hanya fokus pada hari ini, tetapi juga masa depan. Perencanaan dini memungkinkan seseorang memanfaatkan waktu dan konsistensi untuk membangun stabilitas finansial.
Prinsip sederhana seperti pembagian kebutuhan, keinginan, dan tabungan dapat menjadi titik awal sebelum disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Anggaran bulanan bukanlah beban, melainkan alat kendali keuangan yang memberi rasa aman dan kejelasan arah. Dengan memahami pemasukan, menata pengeluaran, serta menyesuaikan prioritas, setiap orang dapat mengambil peran aktif dalam mengelola uangnya.
Di tengah tantangan ekonomi saat ini, anggaran yang realistis membantu menciptakan kestabilan dan kepercayaan diri finansial.
Pada akhirnya, anggaran memungkinkan uang bekerja untuk hidup yang lebih terencana, bukan sekadar habis tanpa jejak.
Selanjutnya: Tabungan Ideal di Usia 30 Tahun? Cek Panduan Realistis Amankan Finansial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News