M O M S M O N E Y I D

Brand Fashion Lokal Manfaatkan AI, dari Bikin Sampel hingga Riset Pasar Ekspor

Brand Fashion Lokal Manfaatkan AI, dari Bikin Sampel hingga Riset Pasar Ekspor
Reporter: Alya Fathinah  |  Editor: Alya Fathinah


MOMSMONEY.ID - Para pelaku industri kreatif di sektor mode atau fashion kini mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atawa artificial intelligence (AI) untuk menekan biaya operasional sekaligus memuluskan ekspansi ke pasar internasional. 

Langkah ini menjadi relevan mengingat industri mode merupakan salah satu pilar utama ekonomi kreatif nasional. Data Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat, subsektor ini menyumbang 58,55% dari total ekspor barang kreatif Indonesia pada awal 2026.

Namun, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mode masih sering menghadapi tantangan klasik: tingginya biaya pembuatan sampel (sample production) dan risiko salah menentukan harga (pricing strategy) saat menjajaki pasar ekspor. 

Founder brand streetwear lokal Two Stitches Andy Tan mengungkapkan, proses pembuatan sampel kain dan desain kerap menyerap modal serta waktu yang sangat besar.

"Problem utama memiliki fashion brand ada di pembuatan sampel. Lewat bantuan visualisasi AI, kita tidak perlu lagi melakukan oversampling atau bongkar-pasang bahan secara fisik yang memakan biaya dan menyumbang limbah," ujar Andy pada Kamis (3/9).

"Kita bisa simulasi warna dan jatuh kain secara digital sebelum memutuskan mana yang benar-benar akan diproduksi," katanya.

Baca Juga: UMKMall Luncurkan Teman AI, Solusi UMKM Bisa Akses AI

Selain menghemat modal di tahap awal produksi, teknologi AI juga membantu merancang strategi harga pasar regional. Andy membagikan pengalamannya saat bersiap mengekspansi produk ke Malaysia dan Thailand. 

"Di pasar lokal, harga kita mungkin dianggap lumayan pricey, tapi untuk pasar luar negeri ternyata kemurahan. Fitur riset mendalam (deep research) sangat membantu memetakan arsitektur harga dan analisis kompetitor supaya perhitungan profit and loss kita presisi sebelum berekspansi," jelasnya. 

Di sisi lain, kekhawatiran bahwa teknologi akan menggerus nilai otentik buatan tangan (human craft) ditepis oleh desainer Stella Risa, Founder Stellarissa. Menurutnya, AI hanyalah alat bantu operasional, sedangkan nilai jual utama produk tetap berada pada pengalaman dan selera manusia. 

"Cita rasa (taste), gaya, dan keaslian karya itu datang dari human experience yang tidak bisa digantikan oleh AI. Keterampilan baru yang perlu kita pelajari adalah melatih instruksi (prompting) agar output teknologi presisi mendukung imajinasi bisnis kita," tutur Stella.

Pemanfaatan AI untuk efisiensi riset juga diterapkan oleh Auguste Soesastro, Founder Kraton. Ia menggunakan teknologi ini untuk menelusuri arsip sejarah dan silsilah budaya secara mendalam saat merancang koleksi adibusana khusus (bespoke couture). 

Baca Juga: Ekosistem Google Rombak Gemini AI hingga Android 17, Ini Deretan Fitur Barunya

Adopsi teknologi di ranah mode ini berbanding lurus dengan tingginya penetrasi asisten digital di Tanah Air.

Indonesia kini masuk dalam jajaran lima besar negara pengguna AI Google Gemini di dunia, bersanding dengan Amerika Serikat, Brasil, Turki, dan India. Sekitar 32% penggunaan AI di dalam negeri pun didominasi oleh aktivitas kreatif dan pembuatan visual.

Pemanfaatan efisiensi alur kerja studio mode ini menjadi sorotan dalam inisiatif "With Gemini, In Craft" yang digelar Google Indonesia pada Kamis (3/9/2026) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana teknologi menyederhanakan alur riset hingga rantai pasok lintas negara bagi pelaku usaha lokal. Senior Brand, Creative and Social Marketing Google SEA Mira Sumanti menegaskan, penentu utama karya kreatif tetap berada di tangan manusia.

"Prinsip kami adalah human is at the center. AI merupakan alat pemfilter dan pengembang potensi kreativitas manusia. Teknologi hadir bukan untuk menggantikan manusia karena taste atau cita rasa tidak bisa di-prompting," pungkas Mira.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.

5 Hal yang Sebaiknya Dihindari biar Eksterior Rumah Lebih Tahan Lama

Ingin eksterior rumah Anda tetap keren dan tidak cepat ketinggalan zaman? Kenali 5 hal ini yang sebaiknya dihindari sejak awal.​

5 Kesalahan Dekorasi Ini Bikin Rumah Mahal Terlihat Murahan, Begini Penampakannya

Ini 5 kesalahan dekorasi yang bisa membuat rumah mahal terlihat murahan. Cek gorden, lampu, sakelar, dekorasi, dan aroma rumah.

Kebutuhan Keluarga Berubah, Konsep Hunian Multigenerasi Mulai Dilirik

LippoLand mengembangkan konsep Brentwood Villas sebagai hunian untuk keluarga multigenerasi dengan pembagian ruang yang sesuai kebutuhan.

Cara Bayar Google Play Pakai QRIS dan Virtual Account BCA di myBCA dan BCA mobile

Bayar Google Play kini bisa dilakukan lewat QRIS dan Virtual Account BCA di myBCA atau BCA mobile dengan langkah yang mudah.

Punya Harta Rp 247 Miliar di Usia 40-an, Kapan Waktu yang Pas untuk Berhenti Kerja?

Memiliki kekayaan ratusan miliar rupiah sebelum usia 50 tahun mungkin terdengar seperti titik akhir perjalanan finansial. ​

Mengurai Penyebab Rupiah Sempat Kembali Bertengger di Rp 18.000

Nilai rupiah terhadap dolar masih berfluktuasi dan menyentuh Rp18.000 per dolar AS imbas efek global dan permintaan valas yang tidak menentu.

BRI Punya BRImo Junior, Orang Tua Bisa Pantau Transaksi Anak

Kehadiran BRImo Junior menjadi bagian dari upaya BRI mengenalkan layanan keuangan sekaligus membangun kebiasaan mengelola uang sejak dini.

Harga Emas Dunia Stabil Setelah Spekulasi Kenaikan Bunga Fed Mereda

Harga emas hari ini ditopang penurunan yield obligasi AS dan pernyataan pejabat The Fed, yang meredakan spekulasi kenaikan lanjutan suku bunga.

Produk Gelato Yogurt Matcha Ala Hometown Artisan Meluncur Bidik Masyarakat Urban

Hometown Artisan Dairy resmi meluncurkan Hometown Artisan Dairy Gelato Yogurt Matcha dengan target masyarakat urban.