MOMSMONEY.ID - Kebutuhan keluarga terhadap hunian ikut berubah. Rumah kini tidak hanya dituntut memiliki ruang yang cukup, tetapi juga mampu mengakomodasi kebutuhan anggota keluarga dari berbagai generasi dalam satu tempat.
Perubahan tersebut menjadi salah satu perhatian LippoLand dalam mengembangkan produk hunian. Memasuki usia ke-39 di industri properti Indonesia, perusahaan ini menyebutkan, terus berupaya menyesuaikan hunian dengan kebutuhan masyarakat.
CEO LippoLand David Iman Santosa mengatakan, pengalaman selama hampir empat dekade membuat perusahaannya perlu terus memahami perubahan kebutuhan masyarakat, termasuk persoalan perumahan.
“Selama 39 tahun, LippoLand tumbuh bersama Indonesia. Karena itu, kami tidak hanya ingin melihat bagaimana industri properti berkembang, tetapi juga bagaimana kami dapat tetap relevan dan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam persoalan perumahan,” ujar David dalam keterangan Jumat (2/10).
Salah satu kebutuhan yang masih besar adalah hunian terjangkau. Menurut LippoLand, backlog kepemilikan rumah di Indonesia masih sekitar 9 juta keluarga.
Untuk segmen tersebut, LippoLand telah memasarkan sekitar 5.000 unit hunian dengan harga mulai sekitar Rp 100 juta dan skema cicilan sekitar Rp 600.000 per bulan.
Baca Juga: Rukita Luncurkan Coliving Premium di Menteng, Harga Mulai Rp 4 Jutaan
Namun, David menilai, kebutuhan nasional masih jauh lebih besar sehingga diperlukan peran bersama dari pengembang, perbankan, pemerintah, dan ekosistem perumahan lainnya.
“Angka backlog sekitar 9 juta keluarga menunjukkan, kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar. Kami menyadari, LippoLand tidak mungkin menjawab kebutuhan tersebut sendirian,” kata David.
Selain hunian terjangkau, perubahan kebutuhan keluarga juga terlihat dari semakin beragamnya konsep rumah yang ditawarkan. Salah satunya hunian yang dapat digunakan oleh beberapa generasi dalam satu rumah.
LippoLand menyiapkan konsep tersebut melalui Brentwood Villas yang akan diperkenalkan di tujuh lokasi di Indonesia. Hunian ini menawarkan pilihan dua dan tiga lantai dengan pembagian fungsi ruang yang dirancang untuk keluarga multigenerasi.
Pada pilihan tiga lantai, misalnya, lantai pertama atau Heritage Level disiapkan sebagai ruang bagi kakek dan nenek sekaligus dilengkapi area layanan.
Lantai kedua atau Entertainment Level menjadi area interaksi keluarga, dengan ruang keluarga, ruang makan, dan dapur yang dibuat menyatu.
Sementara itu, lantai ketiga atau Sanctuary Level dirancang sebagai area untuk beristirahat dan belajar. Area ini dilengkapi kamar utama dengan kamar mandi serta dua kamar anak yang masing-masing memiliki kamar mandi.
Baca Juga: Tren Baru Properti: Rumah Kini Wajib Dukung Gaya Hidup Sehat Keluarga?
Konsep tersebut memungkinkan anggota keluarga tetap tinggal bersama, tetapi memiliki ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
CMO LippoLand Jopy Rusli mengatakan, cara konsumen melihat sebuah rumah juga mengalami perubahan.
“Rumah saat ini tidak lagi hanya dinilai dari luas atau lokasinya. Konsumen semakin mempertimbangkan bagaimana sebuah rumah mendukung kehidupan sehari-hari,” ujar Jopy.
Karena itu, konsep hunian multigenerasi dapat menjadi salah satu pilihan bagi keluarga yang ingin tinggal bersama orang tua dan anak dalam satu rumah. Pembagian fungsi ruang menjadi penting agar kebutuhan setiap anggota keluarga tetap dapat terakomodasi, sekaligus menyediakan ruang untuk berkumpul bersama.
Selain konfigurasi ruang, Brentwood Villas juga menggabungkan desain, fungsi, kualitas, dan nilai jangka panjang. Di sejumlah lokasi, hunian tersebut akan menawarkan pemandangan seperti gunung, danau, maupun lapangan golf.
LippoLand menggandeng Alex Bayu dari Genius Loci sebagai home designer dan Stephen Flynn dari Sheils Flynn Asia sebagai landscape designer untuk mengembangkan konsep tersebut.
David mengatakan, pengalaman selama 39 tahun menjadi modal perusahaan untuk terus menyesuaikan produk dengan aspirasi konsumen.
“Di market Rp 1 miliar sampai di bawah Rp 2 miliar, hampir semua pengembang bermain. Karena itu, kami harus kreatif dan menggunakan kembali seluruh pengalaman 39 tahun kami dalam menyediakan hunian,” ujar David.
Melalui berbagai konsep tersebut, LippoLand menyatakan, ingin memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler yang menghadirkan hunian sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat yang beragam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News