MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global relatif stabil setelah imbal hasil obligasi AS melandai. Sementara para pejabat Federal Reserve mengisyaratkan butuh lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait suku bunga, meski kemungkinan eskalasi di Timur Tengah menyebabkan biaya energi tetap tinggi.
Mengutip Bloomberg, Jumat (2/10), harga emas spot diperdagangkan naik tipis sekitar US$ menjadi US$ 4181,40 per troi ons pada pukul 14.47 WIB. Meski relatif stabil hari ini, tetapi, harga emas menuju penurunan mingguan sebesar 2,4%.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) turun, dan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis melandai di seluruh kurva pada Kamis. Tenor 10 tahun turun dari level tertinggi 24 tahun, karena kekhawatiran atas prospek fiskal Prancis, yang memicu permintaan aset safe haven.
Imbal hasil yang lebih tinggi menjadi hambatan bagi emas batangan, yang tidak memberikan bunga, dan telat mendorong penurunan harga emas 6% pada September lalu.
Sementara, Wakil Ketua Fed Philip Jefferson mengatakan mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk menilai apakah kenaikan suku bunga lebih lanjut dibenarkan. Hal itu meredakan spekulasi di pasar mengenai kenaikan yang akan segera terjadi.
Para pedagang kini melihat peluang untuk kenaikan bunga acuan pada Oktober hanya sekitar 26%, lebih rendah dari 70% pada awal pekan.
Baca Juga: Harga Emas dan Buyback Antam Hari Ini (2/10) Kompak Turun Rp 5.000, Cek Harga Terbaru
Di sisi lain, harga minyak naik karena adanya tanda-tanda konflik Timur Tengah memburuk, yang mengancam terhambatnya pemulihan aliran energi dari kawasan tersebut.
Seorang pejabat AS, melansir Bloomberg, hari ini, mengatakan bahwa AS akan mengirimkan tambahan satu kapal induk dan 10.000 pelaut dan marinir ke Teluk Persia. Ini mengembalikan jumlah kelompok serang kapal induk ke jumlah yang sama seperti pada awal perang melawan Iran di akhir Februari.
Hebe Chen, Analis Pasar Senior di Vantage Global Markets Pty Ltd., mengatakan pembukaan pasar emas yang tenang lebih seperti permukaan tenang yang menyembunyikan arus silang yang intens di bawahnya. Inflasi AS yang lebih rendah, memudarnya ekspektasi kenaikan bunga Fed pada Oktober, dan penurunan harga minyak, memberi ruang bernafas bagi emas batangan.
"Tetapi imbal hasil US Treasury yang tetap tinggi dan dollar yang lebih kuat tetap menjadi penghalang berat, membuat harga emas tetap berada di sekitar US$ 4.100," katanya mengutip Bloomberg, Jumat (2/10).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News