MOMSMONEY.ID - Ingin eksterior rumah Anda tetap keren dan tidak cepat ketinggalan zaman? Kenali 5 hal ini yang sebaiknya dihindari sejak awal.
Bagian luar rumah sering menjadi area yang pertama kali mencuri perhatian, baik bagi penghuni maupun orang yang datang berkunjung. Karena itu, menata teras, halaman, dan fasad tidak cukup hanya mengikuti tren yang sedang ramai.
Desain yang terlalu penuh justru bisa membuat rumah cepat terlihat kuno atau terasa kurang nyaman. Melansir dari Southern Living, sejumlah desainer menyarankan agar pemilik rumah lebih mengutamakan karakter arsitektur, material yang sesuai, serta elemen yang benar benar dibutuhkan.
“Tujuannya adalah agar bagian luar rumah terasa seperti perpanjangan alami dari rumah itu sendiri,” ujar Emily Hodge, pendiri Emily Hodge Design.
Baca Juga: Tren Warna Cat Eksterior Rumah yang Estetik, Adem, dan Bikin Nilai Properti Naik
Terlalu banyak dekorasi
Dekorasi memang bisa membuat teras terlihat lebih hidup. Namun, terlalu banyak aksesori justru berpotensi membuat fasad kehilangan daya tarik utamanya.
Lampu hias berlebihan, ornamen kecil yang menumpuk, atau papan bertuliskan pesan tertentu sebaiknya digunakan secara bijak. Tampilan yang lebih sederhana biasanya membuat bentuk rumah, tekstur dinding, dan material alami lebih mudah terlihat.
Untuk rumah di Indonesia, prinsip ini juga praktis diterapkan karena dekorasi yang terlalu banyak dapat menambah pekerjaan perawatan, terutama ketika area depan rumah sering terkena debu dan hujan.
Furnitur outdoor asal pilih
Kursi atau meja teras bukan sekadar soal model yang menarik. Furnitur luar ruangan harus mampu menghadapi panas, hujan, dan kelembapan.
Material seperti kayu jati, aluminium berlapis, besi tempa, atau furnitur yang memang dirancang untuk area outdoor dapat menjadi pertimbangan. Karpet, bantalan, dan kain teras juga sebaiknya memiliki material yang sesuai untuk penggunaan luar ruangan.
Semua furnitur dibuat seragam
Membeli satu set furnitur memang terlihat rapi, tetapi bukan berarti seluruh isi teras harus memiliki model identik.
Perpaduan beberapa material dan bentuk justru bisa membuat area depan rumah terasa lebih personal. Kuncinya adalah menjaga warna, ukuran, dan gaya tetap saling terhubung sehingga hasil akhirnya tidak terlihat berantakan.
Tanaman tidak sesuai lingkungan
Tanaman bisa menjadi elemen penting untuk mempercantik tampilan rumah. Sayangnya, memilih tanaman hanya karena bentuknya menarik sering berujung pada perawatan yang merepotkan.
Sebelum membeli, perhatikan kebutuhan cahaya, air, ukuran tanaman ketika tumbuh, dan kondisi iklim setempat. Untuk rumah di Indonesia, tanaman yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar umumnya lebih mudah dirawat.
Pot juga jangan diabaikan. Terakota, beton, batu, atau kayu dapat memberikan kesan natural sekaligus lebih menyatu dengan berbagai gaya arsitektur.
Baca Juga: Cara Membersihkan Eksterior Rumah dengan Pressure Washer yang Aman
Pencahayaan terlalu mencolok
Lampu eksterior bukan hanya berfungsi menerangi halaman. Penempatannya dapat menentukan suasana rumah ketika malam hari.
Cahaya yang terlalu kebiruan atau lampu yang dipasang tanpa memperhatikan arah sorot dapat membuat tampilan fasad terasa kurang nyaman. Sebaliknya, pencahayaan bernuansa hangat dan terarah dapat membantu menonjolkan pintu utama, tanaman, jalur masuk, atau detail arsitektur.
Untuk hasil yang lebih rapi, pilih titik lampu sejak awal dan sesuaikan dengan kebutuhan area. Tidak semua sudut halaman harus dibuat terang.
Membuat eksterior rumah terlihat menarik tidak selalu membutuhkan banyak dekorasi atau furnitur baru. Justru, mengurangi elemen yang tidak diperlukan bisa membuat fasad terasa lebih lega, mudah dirawat, dan tidak cepat ketinggalan zaman.
Mulailah dari karakter bangunan, kemudian pilih furnitur, tanaman, material, serta pencahayaan yang benar benar mendukungnya. Memakai cara tersebut, tampilan depan rumah dapat tetap nyaman dan relevan meski tren desain terus berubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News