MOMSMONEY.ID - Apakah boleh makan keju saat sedang diet?
Makan keju saat sedang menjalani program diet sering kali menjadi pertanyaan besar bagi banyak orang.
Pasalnya, ketika berkomitmen menurunkan berat badan, tentu kita harus memperhatikan setiap makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Nah, keju sendiri adalah salah satu produk olahan susu yang kaya akan gizi, seperti kalsium, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh.
Baca Juga: Yakin Menu Diet Anda Aman? Cek Dulu 7 Ciri-Ciri Salad Sehat Ini sebelum Menyesal, yuk
Di sisi lain, keju juga dikenal mengandung lemak dan kalori yang cukup tinggi, dua hal yang kerap dihindari oleh para pejuang diet.
Meski demikian, perlu diingat bahwa di balik tingginya lemak, keju juga kaya akan protein. Protein berperan memperlambat gerak makanan dalam lambung sehingga Anda merasa kenyang lebih lama, sekaligus memperlambat proses perubahan makanan menjadi gula agar gula darah tetap stabil.
Oleh karena itu, mengonsumsi keju saat sedang diet bukanlah sesuatu yang sepenuhnya dilarang, lo. Anda tetap bisa menikmati keju meski sedang diet. Namun, perhatikan cara mengonsumsinya secara tepat ya.
Baca Juga: 7 Pilihan Menu Sarapan Diet yang Enak, Kaya Nutrisi & Anti Lapar, Wajib Dicoba
Cara makan keju yang tepat saat diet
Dikutip dari hellosehat.com, orang yang sedang diet tidaklah dilarang makan keju. Namun, pastikan Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsinya.
Saat makan selembar keju, Anda bisa mengombinasikannya dengan makanan lain, salah satunya serat. Misalnya saja dalam sebuah menu sandwich yang berupa roti sebagai karbohidrat, sayur sebagai serat, dan keju sebagai asupan protein.
Berbeda lagi jika Anda mengonsumsi burger dengan isian keju dan daging dobel. Nah, cara ini justru bisa mengganggu diet Anda. Karena di dalamnya sudah terdapat keju sebagai asupan protein dan lemak, ditambah lagi dengan daging dobel yang juga mengandung protein dan lemak.
Baca Juga: Ternyata Ini Manfaat Ricotta Cheese, Keju Kaya Protein Aman untuk Diet
Selain itu, makan keju saat sedang diet juga sebaiknya diimbangi dengan aktivitas fisik ya. Berolahragalah secara rutin setidaknya 30 menit dalam sehari sebanyak 5 hari dalam seminggu. Ini baik untuk menyeimbangkannya.
Jenis keju untuk diet
Ada beberapa rekomendasi jenis keju yang cocok buat diet Anda. Berikut jenisnya yang bisa Anda konsumsi dengan aman:
1. Mozzarella
Pertama adalah keju mozzarella. Di mana keju dengan kandungan kalori dan natrium yang lebih rendah daripada keju jenis lainnya.
Tekturnya lembut dan banyak mengandung probiotik. Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di dalam tubuh manusia. Perannya adalah membantu menjaga kesehatan usus, meningkatkan imunitas, dan mengurangi peradangan.
2. Cottage
Anda juga bisa makan keju cottage. Tekstur dan warnanya mirip seperti mozzarella.
Kelebihannya adalah memiliki protein yang lebih tinggi daripada keju jenis lainya, serta kalorinya juga lebih sedikit, lo.
Karena kalorinya yang sedikit inilah, keju cottage cocok buat diet. Anda bisa mendapatkan kenyang lebih lama dan membuat Anda tidak makan secara berlebihan.
Baca Juga: Gado-Gado Bisa Bikin Gagal Diet? Waspadai Kandungan Banyak Kalori di Dalamnya ya
3. Feta
Jenis keju berikutnya yang aman buat diet adalah keju feta. Ini adalah keju putih asin dengan tekstur lembut dan berasal dari Yunani.
Keju ini berasal dari susu domba atau kambing yang mengandung lemak sehat berupa lemak linoleat terkonjugasi.
Dalam sejumlah studi menemukan bahwa makan makanan yang mengandung lemak linoleat bisa menurunkan persentase lemak tubuh.
4. Ricotta
Selanjutnya ada keju ricotta. Ini adalah keju khas Italia yang dibuat dari bagian cair susu sapi, domba, kambing, maupun kerbau.
Kandungan proteinnya sebagian besar berupa whey, yakni protein yang mengandung asam amino esensial penting.
Nah, whey ini bermanfaat untuk mendukung perkembangan massa otot. Jadi, keju ricotta yang tinggi whey sangat cocok buat pejuang diet.
Itulah penjelasan tentang boleh tidaknya makan keju saat sedang diet serta jenis keju apa saja yang aman dikonsumsi ketika sedang menjalani program diet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News