M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Bisakah Microwave Membunuh Bakteri dan Virus pada Makanan?

Penulis: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Microwave biasa digunakan untuk memanaskan makanan. Dengan panas yang begitu tinggi, muncul sebuah pemikiran mengenai apakah microwave dapat membunuh bakteri dan virus, terutama golongan Virus Corona?

Jika pada oven biasa, makanan akan dipanaskan beserta wadah makanannya yang ikut panas, maka pada microwave sedikit berbeda. Udara dalam microwave terasa dingin.

Dilansir dari Winchester Hospital, oven microwave memancarkan gelombang mikro yang menyebabkan molekul makanan bergetar. Getaran tersebut menghasilkan gesekan dan menimbulkan panas. Panas ini cukup ampuh untuk membunuh bakteri dalam makanan selama 1-5 menit.

Baca Juga: Bolehkah Mendinginkan Makanan Panas Langsung Ke Dalam Lemas Es? Simak Faktanya

Sayangnya, di dalam microve terdapat titik-titik yang masih bisa dijangkau oleh bakteri. Titik-titik ini disebut titik dingin. Titik dingin adalah bagian pada makanan yang tidak terjangkau gesekan panas gelombang mikro.

Agar gelombang micro bisa menjangkau keseluruhan makanan, maka dibutuhkan porsi tertentu yang harus disesuaikan dengan bentuk microwave. Maka dari itu, jika makanan terlampau besar ukurannya, langkah yang harus dilakukan adalah dengan membaginya ke dalam porsi yang lebih sedikit.

Jika bakteri dapat terbunuh dalam microwave, maka pertanyaan selanjutnya adalah apakah microwave dapat membunuh berbagai jenis virus, terutama dari golongan virus corona?

Baca Juga: Simak, Kiat Memilih Sayur dan Buah yang Masih Segar

Penelitian yang dikutip melalui Healthline menunjukkan data bahwa sebagian besar virus corona hampir sepenuhnya terbunuh setelah terpapar suhu 65°C atau lebih selama 3 menit. Peneliti juga menandai beberapa catatan berikut ini:

  • Jika suhu kurang dari <65°C, maka waktu pemaparan panas pada makanan akan lebih lama. Misalnya virus terpapar panas pada suhu 50-55°C, maka diperlukan waktu 20 menit untuk dapat membunuhnya.
  • Untuk dapat memastikan virus corona mati, diperlukan peningkatan suhu sebesar 10°C, yakni menjadi 75°C selama 3 menit.

Jadi kesimpulannya bahwa microwave terbukti mampu membunuh bakteri dan berbagai jenis virus, termasuk dari golongan Virus Corona.

Asalkan anda memerhatikan takaran porsi, panas, dan waktu yang pas, maka makanan yang anda panaskan dalam microwave akan cukup aman untuk dikonsumsi. Jadi, jangan khawatir!

Selanjutnya: Ini Dia Solusi Menghindari Makanan Agar Tidak Cepat Basi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Trik Tukang Cat Profesional biar Mengecat Rumah Lebih Cepat Selesai

Trik sederhana dari tukang cat profesional membuat proses mengecat rumah lebih cepat, rapi, hemat waktu, dan minim capek.  

4 Perbedaan SPF dan PA pada Sunscreen yang Wajib Dipahami, Jangan Asal Beli!

Saat membeli produk sunscreen, Anda pasti sering melihat label SPF dan PA. Wajib tahu, ini 4 perbedaan SPF dan PA pada sunscreen.

10 Kebiasaan Finansial yang Bisa Bantu Kelas Menengah Naik Asetnya

Ingin kondisi keuangan lebih baik? Simak 10 kebiasaan finansial yang dapat bantu kelas menengah membangun aset secara bertahap.

4 Waktu Terburuk untuk Olahraga yang Bisa Membahayakan Tubuh, Hindari Ya!

Sudah tahu belum? Ada 4 waktu terburuk untuk olahraga yang wajib Anda hindari. Klik untuk penjelasan selengkapnya.

IHSG Pekan Ini Siap Bullish, IPOT Jagokan Tiga Saham Berikut

Pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan lebih dipengaruhi musim laporan keuangan emiten kuartalan.

Volatilitas SUN Tetap Tinggi Pasca-Rating S&P, Yield SUN 10 Tahun Ditaksir 6,8%-7,3%

Prospek obligasi dinilai tetap menarik hingga akhir 2026, didukung permintaan domestik dan risiko downgrade yang mereda.

Hujan Lebat Masih Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/7)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 21 Juli 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Apa Artinya bagi Pasar Obligasi & Rupiah?

Yield obligasi pemerintah, CDS, rupiah belum menunjukkan perubahan signifikan usai S&P mempertahankan rating Indonesia. Apa sebabnya?

Risiko Rambut Rontok, Mengapa Cat Rambut Permanen Bikin Batang Rambut Rapuh?

Bahan kimia dalam cat rambut permanen bisa mengikis protein alami rambut. Simak alasan mengapa batang rambut rontok setelah diwarnai.

Bitcoin Bertahan di US$ 64.000 Saat Geopolitik Memanas, Apa sebabnya?

Harga Bitcoin bertahan di atas US$ 64.000 meski harga minyak dunia melonjak akibat memanasnya konflik AS-Iran.