MOMSMONEY.ID - Perbedaan biaya rontgen dan MRI termasuk faktor yang memengaruhi harga. Temukan informasi lengkap tentang asuransi dan BPJS Kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan seperti rontgen dan MRI kini semakin sering dipilih masyarakat untuk mendeteksi penyakit sejak dini, namun perbedaan biaya keduanya membuat banyak orang bertanya-tanya mana yang lebih hemat dan sesuai kebutuhan.
Rontgen tulang umumnya digunakan untuk melihat kondisi tulang dan organ padat dengan teknologi sinar-X, sedangkan MRI (Magnetic Resonance Imaging) memberikan hasil lebih detail pada jaringan lunak menggunakan medan magnet dan gelombang radio.
Melansir dari laman OCBC, setiap metode pencitraan memiliki fungsi berbeda, rontgen lebih cepat dan murah, sementara MRI unggul dalam detail diagnostik.
Pertanyaan besar kemudian muncul, apakah biaya pemeriksaan ini bisa ditanggung oleh asuransi atau BPJS Kesehatan.
Baca Juga: 7 Tips Bagi Pemilik Bisnis dalam Merencanakan Strategi Keluar yang Sukses
Data terkini menunjukkan biaya rontgen tulang di Indonesia mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 3 juta, sedangkan MRI rata-rata berada di kisaran Rp 1,5 juta sampai Rp7 juta.
Dengan adanya variasi harga yang cukup jauh, masyarakat perlu cermat dalam memilih metode pemeriksaan yang tepat sesuai kebutuhan medis dan kondisi finansial.
Perbedaan biaya rontgen tulang dan MRI
Rontgen tulang masih menjadi pilihan utama karena biayanya relatif terjangkau dan prosesnya cepat, terutama untuk kasus patah tulang, pemeriksaan gigi, hingga rontgen dada.
Biaya rontgen gigi misalnya berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta, sementara rontgen dada rata-rata Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu, dan rontgen kepala bisa mencapai Rp 3 juta.
Faktor yang memengaruhi biaya ini antara lain jenis organ yang diperiksa dan teknologi yang digunakan, seperti Cone Beam Computed Tomography (CBCT) yang membuat biaya lebih tinggi.
Sementara itu, MRI cenderung lebih mahal karena hasil gambarnya jauh lebih detail dan bisa membantu dokter mendeteksi gangguan yang tidak terlihat melalui rontgen.
Biaya MRI tanpa kontras berada di kisaran Rp 1,5 juta sampai Rp 3,5 juta, dengan kontras Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta, dan pemeriksaan MRI untuk jantung atau otak mencapai Rp 3,5 juta sampai Rp 7 juta.
Tidak heran jika MRI sering dipilih untuk diagnosis penyakit serius seperti tumor, gangguan saraf, atau masalah jantung.
Jika dibandingkan, rontgen tulang memang jauh lebih hemat untuk pemeriksaan dasar, tetapi MRI memberikan kepastian lebih tinggi dalam menganalisis kondisi organ tubuh yang kompleks.
Inilah yang membuat masyarakat perlu menyesuaikan pilihan berdasarkan anjuran medis serta ketersediaan biaya.
Baca Juga: Asuransi Bukan Sekadar Bayar Premi, Ini 6 Prinsip Dasar yang Wajib Kamu Tahu
Apakah biaya rontgen tulang dan MRI ditanggung asuransi
Kabar baiknya, biaya rontgen tulang maupun MRI bisa ditanggung oleh asuransi kesehatan swasta maupun BPJS Kesehatan, dengan syarat tertentu.
Pada asuransi swasta, pasien perlu memastikan ketentuan dalam polis, karena setiap produk memiliki aturan berbeda mengenai klaim pemeriksaan.
Sementara untuk peserta BPJS Kesehatan, biaya pemeriksaan akan ditanggung jika ada rujukan resmi dari dokter dan masuk dalam daftar penyakit yang dilindungi BPJS. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir soal pembiayaan selama mengikuti prosedur yang berlaku.
Selain mengandalkan BPJS, sebagian keluarga juga memilih asuransi swasta sebagai tambahan perlindungan agar lebih fleksibel dalam memilih rumah sakit maupun jenis pemeriksaan. Namun, penting untuk memahami detail premi, masa perlindungan, hingga syarat klaim sebelum memutuskan.
Pentingnya pemeriksaan rontgen tulang dan MRI bagi kesehatan
Rontgen tulang dan MRI tidak hanya bermanfaat ketika sakit, tetapi juga berfungsi sebagai langkah preventif untuk mendeteksi penyakit lebih awal.
Dengan pemeriksaan yang tepat, penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.
Dokter menyarankan agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan ketika merasakan gejala mencurigakan pada tubuh. Hal ini karena keterlambatan diagnosis bisa berdampak pada tingginya biaya pengobatan di kemudian hari.
Kesehatan adalah investasi jangka panjang, sehingga bijak memilih pemeriksaan sesuai kebutuhan medis dan kemampuan finansial akan membantu Moms dan keluarga terhindar dari beban biaya yang berat di masa depan.
Baca Juga: Ini Tips Memilih Perlindungan untuk iPhone yang Dapat Anda pertimbangkan
Biaya rontgen tulang dan MRI di Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan perbedaan signifikan, di mana rontgen lebih hemat dengan kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 3 juta, sementara MRI jauh lebih mahal dengan biaya Rp 1,5 juta hingga Rp 7 juta.
Keduanya tetap memiliki peran penting dalam dunia medis, dengan rontgen unggul dalam kecepatan dan keterjangkauan, serta MRI unggul dalam ketelitian diagnosis.
Dengan adanya dukungan asuransi dan BPJS Kesehatan, masyarakat kini lebih mudah mengakses layanan ini tanpa khawatir biaya yang terlalu besar.
Pada akhirnya, pilihan pemeriksaan rontgen tulang atau MRI sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan dan anjuran medis, agar hasil diagnosis lebih tepat sekaligus tetap hemat biaya.
Selanjutnya: Kredit Konsumsi Bank Mandiri Taspen Capai Rp 11,4 Triliun per Juli 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News