M O M S M O N E Y I D
Bugar

Benar Bikin Cepat Langsing? Ini 6 Risiko Diet Tinggi Protein yang Bisa Merusak Ginjal

Benar Bikin Cepat Langsing? Ini 6 Risiko Diet Tinggi Protein yang Bisa Merusak Ginjal
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Diet tinggi protein menjadi salah satu jenis diet yang biasanya dipilih untuk menurunkan berat badan. 

Protein sendiri adalah zat yang sangat penting bagi hampir seluruh jaringan tubuh sekaligus zat pembangun tubuh. Tak heran jika pelaku diet biasanya disarankan memperbanyak asupan protein daripada karbohidrat.

Namun, di balik manfaatnya, diet tinggi protein ternyata memiliki risiko kesehatan yang mengancam Anda. Kelebihan mengonsumsi asupan protein bisa memberikan efek buruk bagi tubuh, termasuk ginjal.

Baca Juga: 5 Cara Diet Aman dan Mudah buat Kaum Mager, Tetap Efektif Tanpa Olahraga

Berikut adalah beberapa risiko kesehatan diet tinggi protein yang perlu Anda ketahui sebelum menjalankannya, sebagaimana dikutip dari www.halodoc.com:

1. Kerusakan ginjal

Mengonsumsi protein dalam jumlah yang berlebih bisa memicu terjadinya kerusakan ginjal. Hal ini akan semakin parah jika diet tersebut dilakukan oleh orang yang sudah memiliki gangguan pada ginjalnya.

Kenapa bisa merusak ginjal? Karena asupan protein akan membuat ginjal bekerja lebih keras untuk mengeluarkan hasil dari metabolisme protein. Sehingga, pada orang-orang tertentu tidak disarankan menjalankan diet tinggi protein.

2. Sembelit

Gangguan berikutnya yang bisa terjadi adalah sembelit. Kondisi ini terjadi jika asupan protein Anda tinggi dan tidak diimbangi dengan asupan serat yang cukup. 

Karena serat akan selalu dibutuhkan tubuh demi kelancaran pencernaan. Jadi, jika Anda tengah menjalankan diet, maka tetap harus memenuhi kebutuhan serat harian Anda.

Baca Juga: 5 Makanan Tinggi Protein Nabati yang Bikin Menu Diet Anda Tidak Bosan, Coba yuk

3. Dehidrasi

Ketika seseorang mendapatkan asupan protein yang berlebih, maka bisa berisiko mengalami dehidrasi. Tingginya jumlah protein turut menandakan bahwa tubuh Anda juga memiliki nitrogen dalam level tinggi.

Nitrogen berlebih itu akan dikeluarkan oleh tubuh menggunakan cairan. Sehingga, inilah yang memicu terjadinya dehidrasi, walaupun Anda tidak merasa haus.

4. Berat badan meningkat

Hai-hati, diet tinggi protein justru bisa membuat berat badan Anda meningkat, lo. Kok bisa?

Ya, asupan protein yang berlebih akan disimpan sebagai lemak di tubuh Anda. Inilah yang kemudian menimbulkan kenaikan berat badan. Jadi, Anda perlu mengimbanginya dengan olahraga ya.

Baca Juga: Waspada Jebakan Diet! Ini 5 Makanan yang Bikin Lapar dan Berat Badan Melonjak

5. Bau mulut

Tahukah Anda bahwa diet tinggi protein bisa menimbulkan bau mulut?

Hal ini bisa terjadi karena asupan protein Anda tidak diimbangi dengan asupan karbohidrat yang cukup. Efek dari ketosis atau proses tubuh dalam menghasilkan zat kimia lah yang menimbulkan bau mulut tersebut.

6. Penyakit jantung

Risiko serius yang juga bisa terjadi akibat dari diet tinggi protein adalah penyakit jantung. Misalnya saja Anda mengonsumsi protein hewani dari daging dan susu dengan lemak tinggi.

Makanan tersebut tinggi akan lemak jenuh dan kolesterol. Sehingga, mengonsumsinya secara berlebih bisa berisiko pada kesehatan jantung Anda.

Itulah beberapa risiko diet tinggi protein yang bisa terjadi. Jadi, sebaiknya dapatkan asupan protein secukupnya saja dan sertai dengan asupan lain demi menjaga kesehatan tubuh Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Harga Emas Pegadaian Kompak Naik Hari Ini Senin (28/9), Ini Rincian Galeri24 dan UBS

Harga emas Pegadian untuk Galeri24 naik Rp 4.000, sementara UBS menguat Rp 3.000 per gram hari ini (28/9). Simak daftar harga terbarunya

Dijamin Bugar! Ini 6 Cara Ngilangin Ngantuk di Pagi Hari agar Kembali Produktif

Mulai hari dengan penuh semangat menggunakan panduan cara ngilangin ngantuk terbaik, mulai dari mandi air dingin hingga pilihan sarapan bergizi.

Selain Makan Buah, Sayuran Hijau Ini Ampuh Rontokkan Kolesterol Jahat Tanpa Obat

Rutin makan kubis membantu menghambat penyerapan lemak jahat secara alami. Periksa porsi harian yang disarankan ahli medis di sini.

Minum Antibiotik & Obat-obatan Ini Picu Lonjakan Gula Darah, Cek Alternatifnya

Beberapa jenis antibiotik jauh lebih aman bagi glukosa. Ketahui obat pengganti yang tidak memicu lonjakan gula darah sebelum berobat.

Baterai 8.000 mAh HP Vivo Y600i Tembus 1.500 Siklus Pengisian Daya!

Vivo Y600i meluncur dengan baterai jumbo 8.000 mAh. Simak daya tahannya yang diklaim tembus 1.500 siklus pengisian daya.  

Dua Nomor WhatsApp Bisa Aktif di Satu HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Cek Caranya!

Satu ponsel kini bisa menjalankan dua nomor WhatsApp resmi secara bersamaan. Temukan trik rahasia pengaturannya di sini.  

Bencana Alam Jadi Penyebab Childhood Trauma, Kenali Faktor Penyebab Lain di Sini

Moms, yuk, simak beberapa penyebab childhood trauma yang tanpa disadari bisa berpengaruh pada anak-anak hingga dewasa berikut ini.

Makan Buah Nanas Asam Ternyata Aman untuk Asam Urat, Enzimnya Redakan Nyeri

Kandungan enzim bromelain pada nanas ampuh redakan radang sendi. Pelajari cara mengolahnya agar nutrisinya tidak terbuang sia-sia.  

Moisturizer Anti-Aging Ini Bikin Kulit Keriput Kembali Plumpy dan Halus.

Kulit keriput bikin wajah tampak lebih tua. Kandungan retinol dan niacinamide ampuh kencangkan kulit, tapi simak aturan pakainya di sini.​  

Diabetes hingga Stres Bisa Berkurang, Ini Potensi Manfaat Intermittent Fasting

Sebelum mulai melakukannya, ketahui dulu apa saja potensi manfaat intermitten fasting bagi kesehatan yang bisa Anda peroleh.