MOMSMONEY.ID - Kesalahan mengatur keuangan sering dialami pengantin baru. Simak panduan ini agar finansial rumah tangga kamu lebih stabil sejak awal.
Menikah bukan hanya menyatukan dua orang, tetapi juga menyatukan kebiasaan keuangan yang sering kali berbeda. Banyak pengantin baru merasa fase awal rumah tangga adalah waktu untuk menikmati hidup, tanpa sadar menunda perencanaan finansial yang penting.
Padahal, persoalan uang masih menjadi salah satu sumber konflik paling sering dalam pernikahan. Melansir dari DBS Digibank, kesiapan finansial sejak awal menikah membantu pasangan menghadapi perubahan ekonomi dan kebutuhan hidup yang terus berkembang.
Tanpa strategi yang jelas, kebahagiaan di awal pernikahan bisa terganggu oleh tekanan finansial di kemudian hari.
“Permasalahan keuangan rumah tangga umumnya muncul karena kurangnya komunikasi dan kesepakatan sejak awal, bukan semata karena penghasilan,” mengutip dari laman DBS Digibank.
Baca Juga: Gaji Anda Habis? Waspada Risiko Finansial Boncos Tanpa Passive Income, Simak Yuk
Kesalahan finansial yang sering dilakukan pengantin baru
Masa awal pernikahan memang identik dengan kebahagiaan. Namun, jika tidak disertai pengelolaan keuangan yang matang, kondisi ini justru bisa menjadi titik awal masalah jangka panjang.
1. Tidak memiliki rencana keuangan jangka panjang
Banyak pasangan baru fokus pada kebutuhan saat ini tanpa memikirkan tujuan keuangan ke depan. Padahal, kebutuhan seperti tempat tinggal, pendidikan anak, hingga dana pensiun memerlukan perencanaan sejak dini. Tanpa arah yang jelas, keuangan rumah tangga akan berjalan tanpa kontrol.
2. Mengabaikan anggaran harian
Pengeluaran kecil yang tidak dicatat sering kali menjadi penyebab keuangan bocor. Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa membuat pasangan kesulitan menabung meski penghasilan terlihat cukup.
3. Enggan membahas keuangan bersama pasangan
Sebagian pasangan merasa topik uang terlalu sensitif untuk dibicarakan. Padahal, diskusi terbuka justru membantu menyamakan persepsi dan mencegah kesalahpahaman di kemudian hari.
4. Tidak jujur soal kondisi finansial
Menutupi utang, cicilan, atau pengeluaran pribadi dapat merusak kepercayaan. Kejujuran finansial menjadi pondasi penting agar pasangan bisa saling mendukung dan mengambil keputusan bersama.
5. Tidak menyiapkan dana darurat
Tanpa dana darurat, pasangan rentan mengambil keputusan terburu-buru saat menghadapi situasi tak terduga. Dana cadangan membantu menjaga stabilitas keuangan tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Baca Juga: NPWP Anda Tidak Aktif? Ayo Hindari Kendala Pajak Tahunan, Segera Cek NIK Anda
Strategi membangun keuangan rumah tangga yang sehat
Menghindari kesalahan saja tidak cukup. Pengantin baru perlu membangun sistem keuangan yang realistis dan bisa dijalankan bersama.
1. Menyusun anggaran berdasarkan prioritas
Pisahkan antara kebutuhan utama dan keinginan. Dengan begitu, pengeluaran menjadi lebih terkontrol tanpa harus merasa terlalu mengekang diri.
2. Membagi peran pengelolaan keuangan
Tentukan siapa yang bertanggung jawab mengatur pembayaran rutin, tabungan, dan evaluasi keuangan bulanan. Pembagian peran membuat pengelolaan keuangan lebih terstruktur.
3. Mengelola keuangan sebagai satu tim
Menggabungkan keuangan bukan berarti kehilangan kemandirian. Justru dengan sistem bersama, pasangan bisa saling mengawasi dan bertanggung jawab terhadap tujuan finansial keluarga.
4. Menabung dan berinvestasi secara konsisten
Menyisihkan dana secara rutin lebih efektif dibanding menunggu sisa pengeluaran. Konsistensi kecil yang dilakukan bersama akan berdampak besar dalam jangka panjang.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Menuju Finansial yang Lebih Sehat di 2026, Evaluasi Sebelum Membeli
Investasi sebagai solusi keuangan jangka panjang pengantin baru
Selain menabung, investasi menjadi langkah penting untuk menjaga nilai uang dari inflasi. Salah satu instrumen yang relatif mudah dipahami oleh pemula adalah reksadana.
Alasan reksadana cocok untuk pasangan baru
Reksadana dikelola oleh profesional sehingga pasangan tidak perlu memantau pergerakan pasar setiap hari. Modal awal yang terjangkau juga membuatnya fleksibel untuk rumah tangga yang masih menyesuaikan kebutuhan.
Prinsip aman sebelum mulai berinvestasi
Pastikan dana darurat sudah tersedia sebelum berinvestasi. Pilih produk sesuai profil risiko dan tujuan keuangan agar investasi tidak menjadi beban psikologis.
Keuangan rumah tangga bukan tentang siapa yang berpenghasilan lebih besar, melainkan bagaimana pasangan bekerja sama mengelolanya.
Melakukan komunikasi terbuka, perencanaan yang matang, dan kebiasaan finansial yang sehat, pengantin baru bisa membangun masa depan yang lebih stabil.
Kesalahan kecil yang dihindari sejak awal akan menjadi langkah besar menuju rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan.
Selanjutnya: Lockheed Martin Kerek Prospek 2026 Seiring Pertumbuhan Penjualan Pesawat dan Senjata
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News