MOMSMONEY.ID - Simak yuk, cara membangun passive income secara realistis agar tabungan stabil dan kondisi keuangan lebih aman di masa depan.
Menabung sering kali terasa sulit meski penghasilan bulanan sudah rutin diterima. Banyak orang merasa sudah berhemat, tetapi saldo tabungan tetap tidak bertambah signifikan karena kebutuhan hidup terus meningkat.
Dalam situasi ini, melansir dari DBS Digibank, memiliki sumber pendapatan tambahan menjadi langkah strategis untuk menjaga kesehatan finansial jangka panjang.
Salah satu cara yang kini banyak dilirik adalah passive income atau pendapatan pasif. Konsep ini dinilai relevan bagi masyarakat Indonesia usia produktif hingga dewasa yang ingin lebih siap menghadapi masa depan.
“Pendapatan pasif membantu masyarakat membangun fondasi keuangan yang lebih kuat tanpa sepenuhnya bergantung pada gaji bulanan,” ujar perencana keuangan independen DBS Digibank.
Baca Juga: Kode CVV Punya Banyak Nama? Jangan Bingung, Fungsinya Tetap Sama Lo!
Apa itu passive income dan mengapa semakin dibutuhkan?
Passive income adalah penghasilan yang tetap diterima meskipun seseorang tidak terlibat aktif setiap hari. Artinya, pemasukan ini tidak bergantung sepenuhnya pada jam kerja atau kehadiran fisik. Setelah sistemnya terbentuk, penghasilan dapat berjalan dengan pengawasan minimal.
Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, passive income menjadi penting karena mampu memberikan bantalan keuangan. Ketika satu sumber penghasilan terganggu, masih ada pemasukan lain yang membantu menjaga kestabilan keuangan pribadi.
Manfaat passive income bagi perencanaan keuangan
1. Membantu target finansial tercapai lebih terarah
Passive income bisa difokuskan khusus untuk tabungan atau tujuan finansial tertentu. Dengan begitu, penghasilan utama tetap digunakan untuk kebutuhan sehari hari tanpa mengganggu rencana jangka panjang.
2. Memberikan rasa aman untuk masa depan
Memiliki lebih dari satu sumber pendapatan membuat kondisi keuangan lebih tangguh. Dana dari passive income dapat disimpan sebagai cadangan, dana pensiun, atau dialokasikan kembali untuk pengembangan aset.
3. Membuka fleksibilitas gaya hidup
Saat passive income sudah berjalan stabil, seseorang tidak lagi sepenuhnya terikat pada lokasi kerja. Fleksibilitas ini memberi ruang untuk menentukan gaya hidup yang lebih seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Baca Juga: Daftar Mengejutkan: 12 Karier Ini Terancam Hilang Akibat AI, Cek Sekarang!
Contoh passive income yang relevan untuk masyarakat Indonesia
Passive income tidak selalu membutuhkan modal besar. Beberapa opsi berikut cukup realistis dan banyak diterapkan:
1. Konten digital jangka panjang
Artikel, video, atau materi edukatif yang bersifat evergreen dapat menghasilkan pendapatan berkelanjutan. Selama konten tersebut masih dicari dan relevan, potensi pemasukan tetap terbuka.
2. Program afiliasi berbasis kebutuhan
Afiliasi memungkinkan seseorang mendapatkan komisi dari rekomendasi produk yang memang digunakan masyarakat. Kuncinya adalah menyajikan informasi yang jujur dan bermanfaat.
3. Investasi untuk pendapatan berkala
Instrumen investasi tertentu dapat memberikan imbal hasil rutin. Meski nilainya bisa naik turun, pendekatan jangka panjang membantu memaksimalkan potensi keuntungan.
Tips membangun passive income secara berkelanjutan
1. Mulai dari keahlian yang sudah dimiliki
Mengembangkan passive income dari kemampuan pribadi membuat prosesnya lebih konsisten. Menulis, desain, fotografi, atau edukasi digital bisa menjadi pintu awal yang realistis.
2. Bangun sistem yang tahan lama
Passive income bukan hasil instan. Dibutuhkan perencanaan, konten berkualitas, serta evaluasi berkala agar pendapatan bisa bertahan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Anuitas Bukan Cuma Cicilan: Pahami 4 Jenisnya yang Bisa Untungkan Keuanganmu
3. Kelola hasilnya dengan disiplin
Pendapatan pasif sebaiknya tidak langsung dihabiskan. Menyimpannya dalam tabungan atau mengembangkannya kembali akan mempercepat tercapainya stabilitas finansial.
Passive income bukan sekadar tren, melainkan strategi keuangan yang relevan untuk kondisi saat ini. Dengan pendekatan yang realistis, konsisten, dan berbasis nilai, pendapatan pasif dapat menjadi penopang utama tabungan dan masa depan finansial.
Kuncinya bukan seberapa cepat hasilnya terlihat, melainkan seberapa kuat sistem yang dibangun. Jika dikelola dengan bijak, passive income bisa menjadi langkah nyata menuju keuangan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Selanjutnya: Bitcoin Pernah Anjlok 30% Usai Intervensi Yen, Tapi Ada Polanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News