MOMSMONEY.ID - Barang mewah seperti jam tangan, tas desainer, perhiasan, emas, hingga kendaraan selama ini lebih banyak dipandang sebagai bagian dari gaya hidup atau koleksi.
Namun, aset tersebut ternyata juga bisa dimanfaatkan ketika pemilik membutuhkan likuiditas, lo.
Konsep ini dikenal sebagai luxury asset financing, yakni pembiayaan dengan memanfaatkan nilai aset bernilai tinggi yang dimiliki.
Dengan cara ini, pemilik aset dapat memperoleh dana tanpa harus langsung menjual barang yang dimilikinya.
Pendekatan tersebut berangkat dari pemahaman bahwa barang mewah tidak hanya memiliki nilai untuk digunakan atau dikoleksi.
Nilainya juga dapat dilihat dari kondisi, karakteristik, asal-usul atau provenance, hingga harga pasarnya.
Baca Juga: Ini Reksadana yang Menarik saat Rupiah dan Foreign Flow Menguat
“Selama ini, kepemilikan aset mewah lebih sering dikaitkan dengan status, lifestyle, dan personal enjoyment. Kami melihat ada dimensi lain dari sebuah kepemilikan, yaitu nilai finansial yang terdapat di dalam aset tersebut,” ujar Sandy Soetjianto, Founder Luxpawn, dalam keterangan resmi Kamis (17/9).
Menurut dia, pemilik aset dapat mengakses nilai tersebut melalui proses yang profesional tanpa harus langsung melepaskan kepemilikannya.
Namun, pemanfaatan barang mewah sebagai sumber dana tetap membutuhkan proses penilaian dan verifikasi.
Nilai setiap aset tidak otomatis sama dengan harga saat pertama kali dibeli karena dapat dipengaruhi kondisi barang dan perkembangan pasar.
Karena itu, pemilik perlu memahami nilai aset, besaran dana yang dapat diperoleh, serta biaya dan ketentuan pembiayaan sebelum memanfaatkannya sebagai sumber likuiditas.
Di Indonesia, Luxpawn menjadi salah satu perusahaan yang menawarkan luxury asset financing.
Baca Juga: Tak Perlu Tunggu Gaji Besar, Ini Cara Generasi Muda Mulai Bangun Aset Sejak Dini
Perusahaan ini melayani pembiayaan berbasis aset bernilai tinggi, termasuk jam tangan mewah, tas desainer, perhiasan, emas, kendaraan mewah, koleksi, dan aset bernilai tinggi lainnya.
Beberapa waktu lalu, Luxpawn membuka lounge keduanya di ASHTA District 8, Prosperity Tower, SCBD, Jakarta Selatan.
Lounge tersebut dirancang sebagai ruang konsultasi dengan mengedepankan privasi dan kenyamanan dalam proses pembiayaan berbasis aset.
Bagi pemilik barang mewah, konsep ini menunjukkan bahwa aset yang tersimpan di rumah atau koleksi pribadi tidak selalu hanya memiliki nilai konsumsi.
Dalam kondisi tertentu, aset tersebut juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperoleh fleksibilitas finansial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News