MOMSMONEY.ID - Mengonsumsi gula pasir secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gula darah tinggi. Hal ini karena gula pasir memiliki dampak negatif terhadap hati dan kontribusinya terhadap obesitas.
Berbeda dengan gula pasir, gula alami yang terdapat dalam buah dan sayuran tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko gula darah tinggi. Imashi Fernando, dokter ahli gizi menyampaikan bahwa gula darah tinggi terjadi saat pankreas berhenti memproduksi cukup insulin, sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau keduanya.
Dilansir dari Healthline.com, insulin adalah hormon yang memindahkan gula dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh. Jika tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau mengalami resistensi insulin, kadar gula darah akan melonjak naik.
Baca Juga: Cek Kesehatan untuk Pasien Gula Darah Tinggi: Hasil Tes Bantu Cegah Komplikasi
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kerusakan saraf, dan kerusakan ginjal. Sehingga, menjaga kadar gula darah tetap terkendali sangatlah penting.
Apakah konsumsi gula pasir meningkatkan risiko diabetes?
Asupan gula pasir yang tinggi meningkatkan risiko gula darah tinggi hingga diabetes. Untuk mengurangi dampak buruk dari konsumsi gula yang tinggi, Dietary Guidelines for Americans tahun 2020-2025 merekomendasikan agar tidak lebih dari 10% total kalori harian berasal dari gula tambahan.
Gula alami yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran masih aman dikonsumsi. Hal tersebut dikarenakan gula ini bercampur dengan serat, air, dan nutrisi lainnya yang dicerna lebih lambat.
Sehingga, tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang signifikan. Buah-buahan dan sayuran juga cenderung memiliki kandungan gula yang jauh lebih sedikit berdasarkan beratnya dibandingkan banyak makanan olahan,.
Efek konsumsi gula pasir yang berlebihan pada tubuh
Gula pasir memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit kardiovaskular, menyebabkan dislipidemia , disfungsi endotel, dan remodeling pro-aterogenik. Konsumsi gula juga mengganggu fungsi endotel dengan mengurangi ketersediaan oksida nitrat yang berkontribusi pada peradangan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah.
Mekanisme utamanya meliputi:
- Metabolisme fruktosa: Hati memproses fruktosa dengan mengintensifkan lipogenesis de novo yang dapat menyebabkan penyakit hati berlemak.
- Peradangan kronis: Produk akhir glikasi lanjut (AGEs) berdampak buruk pada integritas jaringan pembuluh darah.
- Kaitan epidemiologis: Konsumsi minuman yang dicampur gula pasir yang terlalu sering tingkatkan risiko penyakit arteri koroner dan stroke.
Konsumsi gula yang tinggi juga memengaruhi kesehatan kulit melalui glikasi dan hiperinsulinemia. Pembentukan produk akhir glikasi (AGEs) merusak protein dermal seperti kolagen dan mengurangi elastisitas kulit dan mempercepat penuaan.
Kadar insulin yang tinggi secara terus-menerus juga merangsang produksi sebum, memperburuk jerawat dan kondisi kulit berminyak.
Baca Juga: Minum Susu Sapi Terlalu Banyak Berisiko Memicu Lonjakan Gula Darah? Cek di Sini
Peradangan dan komorbiditas yang disebabkan oleh gula
Peradangan sistemik merupakan konsekuensi utama dari konsumsi gula pasir berlebihan, berperan penting sebagai penghubung dengan komorbiditas seperti penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) dan karsinogenesis.
Konsumsi gula pasir yang berlebihan meningkatkan sitokin pro-inflamasi di seluruh tubuh, memperburuk disfungsi metabolisme, mempercepat penumpukan lemak di hati, dan mendorong perkembangan penyakit di berbagai sistem organ. Lonjakan glukosa berulang akibat konsumsi gula memicu stres oksidatif yang mengakibatkan percepatan penuaan sel dan kerusakan berbagai organ.
Beban oksidatif ini menyebabkan mutasi DNA dan apoptosis sel yang berkontribusi pada:
- Efek kardiovaskular: Glikasi mengeraskan dinding arteri dan mempercepat risiko aterosklerosis.
- Masalah neurologis: Peningkatan kerentanan terhadap gangguan neurodegeneratif akibat kerusakan oksidatif.
- Kesehatan ginjal: Kadar glukosa darah tinggi dalam jangka panjang mempercepat perkembangan penyakit ginjal kronis.
Itulah hubungan antara konsumsi gula pasir dengan peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News