M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Awas Rugi Waktu! Jangan Sampai Liburan 3 Hari Gagal Hanya Karena Ini

Awas Rugi Waktu! Jangan Sampai Liburan 3 Hari Gagal Hanya Karena Ini
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Libur Lebaran sudah hampir selesai di pekan ini. Namun kesempatan masyarakat untuk bisa berlibur masih terbuka. Sebab, terdapat tanggal merah di 3 April 2026 yang bisa dimanfaatkan untuk berlibur hingga tiga hari hingga 5 April, pada pekan depan. 

Dalam menyusun rencana liburan, masyarakat yang kini hidup di era digital, biasa mendapatkan informasi tempat wisata dengan mudah melalui platform digital, seperti media sosial. Banyak pengguna media sosial yang memberikan rekomendasi tempat liburan. 

Namun, jika sudah menentukan tempat berlibur, maka urusan selanjutnya yang harus masyarakat lakukan adalah memesan, entah itu tiket masuk wisata atau paket wisata. Cara pesan bisa langsung menghubugi penyedia wisata atau memesan melalui aplikasi wisata yang memberikan beragam pilihan wisata. 

Dan memesan tiket maupun paket wisata melalui aplikasi kini makin lumrah dilakukan oleh masyarakat. CEO Digitiket Rizqi Mulyantara mengatakan masyarakat Indonesia sudah sangat terbiasa memesan tiket atau paket wisata via aplikasi. 

Aplikasi wisata kini semakin populer karena memang praktis dan dapat membantu pengguna merencanakan rute, menemukan pengalaman lokal, mengakses informasi destinasi secara real-time, hingga melakukan transaksi dengan mudah dan aman. 

"Aplikasi wisata menjawab tantangan keterbatasan saluran pemesanan, opsi pembayaran, serta sulitnya mengintegrasikan operasional dengan pelapora bagi pengelola wisata," kata Rizqi. 

Baca Juga: Turis Korea Banyak yang Suka, Sanggraloka Ubud Siapkan Ragam Layanan Ini

Tidak heran, perubahan perilaku wisatawan yang semakin mengandalkan ponsel pintar menjadikan aplikasi wisata bukan lagi pelengkap, melainkan bagian penting dari eksostem pariwisata modern. 

Platform digital untuk pemesanan dan manajemen tiket wisata, rekreasi, event, serta layanan terkait pariwisata yang dioperasikan oleh PT Digital Techno Solusindo juga merasakan dampak positif dari masyarakat yang semakin mengenal aplikasi wisata. 

Melalui situs dan aplikasi DigiTiket, pengguna bisa mencari, memilih, memesan dan membeli tiket tempat wisata secara online. 

Hal ini membuat pengunjung tidak perlu mengantri di lokasi wisata dengan menerima e-ticket langsung. 

Tentunya, aplikasi ini tidak hanya membantu pengunjung, melainkan juga membantu para pelaku usaha pariwisata, termasuk operator destinasi, event, hotel restoran dan UMKM dalam mengelola penjualan tiket, data pengunjung, sistem pembayaran digital, serta promosi yang lebih efisien. 

Rizqi mengatakan DigiTiket mulai menunjukkan tajinya secara signifikan sejak 2019 dan melakukan evoluasi dari platform atraksi menjadi sistem manajemen pariwisata end to end di 2023. 

Saat ini, DigiTiket memiliki lebih dari 1.000 inventori tiket di seluruh Indonesia. Selain itu, ada juga tiket event yang kini terus dikembangkan dan telah memiliki platform khusus untuk pengelolaan event online dan tur virtual. 

Baca Juga: Liburan Keluarga Makin Seru, Mikro-Vacation Jadi Tren di 2026

"Seluruh destinasi dan tur yang ada dalam sistem dikelola secara terintegrasi," kata Rizqi. 

Tidak hanya menjual tiekt, DigiTiket juga menyediakan solusi cashless & touchless POS serta manajemen foodcourt dan restoran bagi para pengelola. 

Sejauh ini, DigiTiket sudah berkolaborasi dengan lebih dari 1.000 manajer pariwisata dan event di seluruh Indonesia. Dalam menarik pertumbuhan mitra, DigiTiket memiliki strategi yang sekaligus membantu mereka melakukan promosi online, membuat konten kolaboratif untuk meningkatkan eksposur mitra, dan memberikan solusi yang mampu menghemat biaya operasional pengelola hingga lebih dari 50%.

Rizqi pun optimistis prospek bisnis aplikasi wisata akan cerah seiring meningkatnya kegiatan liburan masyarakat. DigiTiket menjalankan operasional melalui aliran pendapatan utama, yaitu 50% berasal dari komisi penjualan setiap tiket melalui platform. 30% pendapatan berasal dari layanan langganan sistem manajemen untuk pengelola wisata. Terakhir, sebesar 20% pendapatan datang dari jasa penyediaan perangkat keras pendukung seperti sistem POS dan akses kontrol. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait

TERBARU

Kedai Kwetiau Shefa: Menu Sederhana Ini Punya Kisah Unik di Baliknya.

Kwetiau Shefa sering libur Sabtu, tapi pelanggan lama rela menunggu. Ada apa di balik loyalitas ini? 

Awas Rugi Waktu! Jangan Sampai Liburan 3 Hari Gagal Hanya Karena Ini

Libur panjang 3 April di depan mata! Hindari kesalahan umum pemesanan tiket yang bisa merusak rencana Anda. 

Bisnis Untung Besar: WhatsApp Kini Jadi Mesin Penjualan Otomatis!

Bisnis masih manual butuh 20-30 karyawan untuk layanan pelanggan? Dengan AI, Anda hanya butuh 2-3 orang. 

Jangan Hanya Main Gadget, Anak Bisa Tingkatkan Literasi Membaca di Aplikasi BukuAku

Aplikasi BukuAku hadir untuk memberikan akses membaca buku secara digital dengan lebih mudah.       

Ini Tips Investasi dari MAMI di Tengah Dinamika Pasar Global dan Domestik yang Tinggi

Simak tips investasi dari MAMI di tengah kondisi yang dinamis saat ini, saat dinamika pasar global dan domestik tinggi.

Provinsi Ini Hujan Sangat Lebat, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (25/3)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 25 Maret 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (25/3) di Jabodetabek, Hujan Lebat di Sini

Peringatan dini BMKG cuaca besok Rabu (25/3) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di daerah berikut ini.

Kesehatan Mental: Aplikasi Batin Hadir, Curhat Kini Lebih Aman!

Mencurahkan isi hati ke ChatGPT punya batasan. Aplikasi Batin tawarkan kombinasi AI dan psikolog profesional. Pahami bedanya sebelum memilih!

Dampak Good Girl Syndrome Bagi Kesehatan Mental Seseorang

Jangan sampai berlarut mengabaikan dampak psikologis dari fenomena Good Girl Syndrome.                  

Good Girl Syndrome: Hidup Anda Terancam Kehilangan Diri Sendiri?

Terjebak Good Girl Syndrome? Pelajari bagaimana stereotip budaya membatasi pertumbuhan pribadi dan kebahagiaan Anda.