M O M S M O N E Y I D
Santai

Turis Korea Banyak yang Suka, Sanggraloka Ubud Siapkan Ragam Layanan Ini

Turis Korea Banyak yang Suka, Sanggraloka Ubud Siapkan Ragam Layanan Ini
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Bali tak dipungkiri jadi salah satu destinasi favorit untuk berlibur. Baik wisatawan mancanegara maupun domestik memilih Bali jadi tempat untuk berlibur bersama keluarga ataupun pasangan.

Nah, Ubud merupakan daerah yang banyak diminati para pelancong. Khususnya bagi wisatawan Korea Selatan.

Sanggraloka Ubud, salah satu tempat penginapan dan destinasi wellness, mencatat dominasi wisatawan Korea Selatan sebagai pasar utama tamu asing sepanjang akhir 2025.

Berdasarkan estimasi internal, tingkat hunian Sanggraloka Ubud pada akhir 2025 telah mencapai kisaran 65%-70% pada masa soft-opening.

Capaian ini tergambar akan penerimaan pasar terhadap konsep eco-luxury wellness retreat yang mengedepankan privasi, alam, dan budaya Bali.

Momentum ini hadir di tengah tren pariwisata Bali yang menguat pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan, kunjungan wisatawan mancanegara telah menembus lebih dari 20.000 kedatangan per hari, meningkat dari kisaran 17.000 kedatangan per hari sebelum Natal dan Tahun Baru.

Secara akumulatif, Bali telah menerima sekitar 6,7 juta kunjungan wisman dari Januari hingga pertengahan Desember 2025, naik sekitar 400.000 kunjungan dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 6,3 juta wisatawan.

Baca Juga: Ide Liburan Tenang di Ubud, Dari Trekking sampai Ritual Melukat

Sebagai retret yang mengedepankan slow dan meaningful journey, Sanggraloka Ubud merancang alur pengalaman tamu sebagai sebuah perjalanan utuh, dimulai dari Forest Path dan kawasan sungai sebagai fase healing & emotional cleansing.

Melalui outdoor escalator, tamu diarahkan turun perlahan menuju jalur hutan dan area sungai untuk mengikuti melukat dan sound bath by the river, membantu tubuh dan pikiran kembali ke kondisi seimbang.

Setelah fase pemulihan ini, tamu memasuki kebun organik sebagai ruang connection & meaning making, mengenal proses tanam, lebah penyerbuk, hingga panen bahan segar yang menjadi inti pengalaman Sanggraloka Ubud.

Perjalanan ini kemudian berpuncak pada farm-to-table dining dan cooking class, di mana makanan tidak lagi sekadar hidangan, melainkan perayaan atas alam, budaya, dan proses yang telah dialami tamu sejak awal.

Rangkaian pengalaman berurutan ini terbukti mendorong length of stay, kunjungan berulang, serta memperkuat posisi Sanggraloka Ubud sebagai destinasi retret bernilai lebih dari sekadar akomodasi.

Prospek industri 2026 juga menunjukkan ruang pertumbuhan yang kuat. Pemerintah menargetkan 16 juta–17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026 serta 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara, sejalan dengan arah quality tourism dan minat khusus.

Outlook regional Asia Pasifik mengindikasikan pemulihan dan pertumbuhan perjalanan lintas negara yang ditopang konektivitas dan pergerakan intra-Asia. 

Baca Juga: Bali Jadi Tuan Rumah Maybank Marathon 2026, Pendaftaran Dibuka Februari

Sementara indikator permintaan perjalanan menuju paruh pertama 2026 tetap positif, memperkuat relevansi destinasi yang menggabungkan alam, budaya, dan wellness.

Tren pasar Asia juga menunjukkan momentum kuat. Di tingkat properti, Sanggraloka Ubud mencatat meningkatnya kontribusi tamu asal Korea Selatan dengan proporsi sekitar kurang lebih 28%–32% dari total tamu asing di akhir 2025.

Pola ini menegaskan meningkatnya minat pasar Asia terhadap destinasi wellness dan retreat berbasis alam dan budaya, selaras dengan pengalaman yang dikurasi Sanggraloka Ubud.

Minat wisatawan Korea Selatan terhadap Sanggraloka Ubud selaras dengan karakteristik pasar Korea yang sangat menghargai privasi, estetika alam yang tenang, pengalaman healing, serta perjalanan bernilai emosional.

Vila privat, lanskap hijau Ubud, ritual wellness Bali, dan suasana retret yang eksklusif menjadi faktor utama dalam keputusan berlibur mereka.

"Kami melihat bahwa tamu kini datang dengan ekspektasi yang lebih dalam. Mereka menginginkan pengalaman yang menenangkan, autentik, dan bermakna," ujar Komang Kariyana, General Manager Sanggraloka Ubud, dalam keterangan resmi Jumat (23/1).

"Capaian akhir 2025 menjadi validasi bagi arah yang kami pilih. Masuk 2026, kami akan memperdalam kualitas pengalaman, bukan sekadar mengejar volume," katanya.

Baca Juga: Kesulitan Navigasi atau Barang Hilang Saat Berlibur, Hey Bali Hadirkan Layanan Ini

Selain segmen wellness, fasilitas family-friendly dan celebration-ready, mulai dari kids playground, wedding chapel, hingga ruang budaya, turut memperluas jangkauan segmen tanpa menghilangkan karakter Sanggraloka Ubud sebagai retret yang tenang dan privat.

Memasuki 2026, Sanggraloka Ubud memproyeksikan pertumbuhan yang terukur dengan menjaga keseimbangan antara okupansi, tarif premium, dan pengalaman bernilai tambah.

Fokus diarahkan pada penguatan wellness retreat, culinary experience, dan boutique events melalui paket terkurasi untuk mendorong diversifikasi pendapatan di luar kamar.

Komang Kariyana menambahkan, Sanggraloka Ubud menyiapkan sejumlah pengembangan fasilitas dan pengalaman baru sepanjang 2026, termasuk rencana pembangunan Wellness Pavilion (yoga & breathwork).

Kemudian, pengembangan Forest Path sebagai ruang kontemplatif di tengah alam, serta  Studio untuk kolaborasi perajin dan seniman lokal. Seluruh pengembangan dirancang bertahap dengan prinsip keberlanjutan dan sensitivitas lingkungan.

“Bagi kami, 2026 bukan tentang ekspansi agresif, melainkan pendalaman kualitas, baik dari sisi pengalaman tamu, keberlanjutan operasional, maupun dampak positif bagi komunitas,” tutur Komang.

Dengan fondasi okupansi akhir 2025 yang solid, tren Nataru Bali yang menguat, prospek industri 2026 yang positif, serta rencana pengembangan yang terukur, Sanggraloka Ubud memasuki 2026 sebagai retret mewah yang siap memperkuat posisinya dalam ekosistem pariwisata berkelanjutan Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rilis Teaser Terbaru, Film Memburu Pemangsa Angkat Sisi Gelap Kejahatan terhadap Anak

Sinemaku Pictures merilis official teaser poster & teaser trailer terbaru film Memburu Pemangsa karya sutradara Umay Shahab.

Promo Alfamart Kebutuhan Dapur 16-31 Agustus 2026, Beli 1 Gratis 1 Bumbu Kaldu Sedaap

Manfaatkan promo Alfamart Kebutuhan Dapur periode 16-31 Agustus 2026 untuk belanja kebutuhan dapur dengan lebih hemat.

Promo Alfamart Serba Gratis 16-31 Agustus 2026, Fox’s-Lasegar Twist Beli 1 Gratis 1

Manfaatkan Promo Alfamart Serba Gratis Periode 16-31 Agustus 2026 untuk belanja Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1.

Suka Kulineran? Kesadaran Jaga Kolesterol Perlu Dimulai Sejak Masih Muda

Kulineran tetap seru, begini cara anak muda menikmati makanan favorit tanpa abaikan kolesterol.         

Xiaomi 18 vs Xiaomi 17: Peningkatan Kamera Leica 200MP pada Hasil Foto

Kamera utama Xiaomi 18 melompat jauh ke sensor Leica 200MP. Ketahui peningkatan tajam zoom periskop dan foto malamnya dibanding seri terdahulu.

Selain Depresi, Ini 6 Alasan Penyebab Kenapa Anda Merasa Malas Mandi

Bukan hanya Anda, tetapi ada banyak orang lain yang juga malas mandi karena alasan tertentu. Apa sih, penyebabnya?

6 Buah Ini Sebaiknya Dihindari Penderita Asam Urat, Tinggi Purin dan Fruktosa

Berikut ini adalah beberapa buah yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat karena tinggi fruktosa dan purin.

Poco M8x 5G Disokong Baterai 7.900 mAh dan Vapor Chamber seluas 12.439 mm²

Poco M8x 5G dibekali baterai jumbo 7.900 mAh. Uji performa dan sistem pendingin vapor chamber seluas 12.439 mm² terungkap di sini.

7 Daftar Buah Superfood yang Wajib Dikonsumsi Rutin Setiap Hari

Beberapa jenis buah bahkan dianggap sebagai superfood karena berbagai manfaatnya.​ Intip daftar buah superfood di sini.

Harga Emas Dunia Memantul Usai Anjlok, Prospek Kenaikan Berlanjut?

Harga emas dunia sedikit naik setelah anjlok hampir 2% pada sesi sebelumnya. Namun, prospek kenaikan masih terbatas.