M O M S M O N E Y I D
Bugar

Awas Efek Samping Statin! Kenali 7 Obat Non-Statin Penurun Kolesterol Berikut

Awas Efek Samping Statin! Kenali 7 Obat Non-Statin Penurun Kolesterol Berikut
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Pahami berbagai rekomendasi obat kolesterol non statin yang bantu menurunkan kadar kolesterol.

Statin seperti atorvastatin (Lipitor) adalah obat pilihan pertama untuk mengobati kolesterol tinggi. 

Namun, obat ini tidak cocok untuk semua orang. Alternatif statin meliputi ezetimibe (Zetia), dapat dikonsumsi bersama atau tanpa statin untuk membantu mencapai target kolesterol. 

Arnisha Carter, apoteker berlisensi di Florida, AS, menjelaskan, obat ini paling efektif bila dipadukan dengan diet sehat untuk jantung dan olahraga rutin. Alternatif statin lainnya termasuk fibrat seperti gemfibrozil (Lopid).

Dilansir dari Goodrx.com, obat tersebut mengikat asam empedu seperti kolestiramin (Prevalite), penghambat ATP sitrat liyase (ACL) seperti asam bempedoat (Nexletol) dan asam bempedoat/ezetimibe (Nexlizet).

Obat-obatan alami dan yang dijual bebas juga dapat membantu mengelola kadar kolesterol.

Baca Juga: Penumpukan Plak Kolesterol LDL Diam-Diam Memicu Gagal Jantung Akut

Mengapa statin tidak selalu jadi obat terbaik?

Jika kadar kolesterol masih tinggi meski sudah mengonsumsi statin seperti atorvastatin (Lipitor), menambahkan obat penurun kolesterol lain bisa menjadi solusi terbaik.

Statin dikaitkan dengan nyeri otot seperti kerusakan otot yang jarang terjadi, tetapi serius yang dapat membahayakan ginjal. Terlebih lagi, wanita hamil harus menghindari statin. 

Obat ini dapat memengaruhi perkembangan janin di dalam rahim. Dalam kasus seperti ini, dokter akan merekomendasikan alternatif statin. Obat kolesterol non-statin terbaik  bergantung pada banyak faktor, seperti usia, seberapa tinggi kolesterol LDL atau riwayat serangan jantung dan stroke:

1. Ezetimibe

Ezetimibe (Zetia) adalah obat yang sering diresepkan saat statin tidak bisa menurunkan kadar kolesterol. Dokter kemungkinan akan merekomendasikannya dalam kombinasi dengan atorvastatin atau simvastatin (Zocor, FloLipid) bila memiliki kondisi genetik yang disebut hiperkolesterolemia familial homozigot.

Ezetimibe bekerja dengan mencegah usus kecil menyerap kolesterol. Hal ini menyebabkan tubuh menggunakan kolesterol dalam darah. Anda juga dapat menggabungkannya dengan alternatif statin lainnya.

Ezetimibe tersedia dalam bentuk tablet oral yang diminum sekali sehari. Untuk kemudahan, obat ini juga tersedia dalam kombinasi dengan statin dalam bentuk pil bernama Vytorin (ezetimibe/simvastatin). 

Jika tidak bisa mengonsumsi statin, obat ini juga tersedia dalam kombinasi dengan alternatif statin yang disebut asam bempedoat (sebagai Nexlizet).

2. Fibrat seperti gemfibrozil

Fibrat seperti fenofibrate (Tricor) dan gemfibrozil (Lopid), sedikit menurunkan kadar kolesterol LDL. Namun manfaat utamanya adalah untuk mengobati kadar trigliserida yang tinggi. 

Trigliserida adalah jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Ketika kadar trigliserida terlalu tinggi, hal itu dapat menyebabkan kondisi seperti penyakit jantung dan pankreatitis.

Fibrat dapat diresepkan bersama statin, ezetimibe, atau diminum sendiri sebagai alternatif statin. Menggabungkannya dengan statin dapat menyebabkan lebih banyak efek samping, terutama dengan gemfibrozil. 

Karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi gemfibrozil bersama statin.

3. Pengikat asam empedu seperti kolestiramin

Cholestyramine (Prevalite), colestipol (Colestid), dan colesevelam (Welchol) termasuk dalam kelas obat yang disebut pengikat asam empedu. Asam empedu adalah molekul yang dibuat dari kolesterol di hati. 

Usus akan menggunakannya untuk membantu mencerna dan menyerap lemak. Pengikat asam empedu menempel pada asam empedu yang mencegahnya diserap kembali. Akibatnya, tubuh membuangnya melalui feses. 

Hati perlu menggunakan lebih banyak kolesterol dari darah untuk membuat asam empedu baru, sehingga menurunkan kadar kolesterol. Pengikat asam empedu dapat menurunkan kolesterol LDL, tetapi memiliki beberapa kekurangan yakni perlu minum beberapa pil beberapa kali sehari.

Obat-obatan ini dapat berinteraksi dengan obat dan vitamin lain. Hal ini dapat mengurangi efektivitasnya, menyebabkan kadar trigliserida meningkat, sembelit dan sakit perut.

Baca Juga: Kolesterol Jahat Rontok: Ini Manfaat Pepaya hingga Alpukat, Siap Amankan Jantung

4. Asam lemak Omega-3 seperti Lovaza

Tersedia dua obat asam lemak omega-3 yang dapat diresepkan yakni Lovaza dan Vascepa. Lovaza mengandung dua jenis asam lemak, EPA dan DHA. 

Vascepa (icosapent ethyl) adalah obat yang lebih baru yang hanya mengandung EPA. Obat-obatan ini terutama membantu menurunkan kadar trigliserida yang sangat tinggi .

Anda dapat mengonsumsi obat asam lemak omega-3 bersamaan dengan statin. Obat-obatan ini biasanya tidak dikonsumsi sendiri untuk membantu mengontrol kolesterol.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan Vascepa untuk menurunkan risiko masalah kesehatan yang berkaitan dengan jantung. Hal ini berlaku jika Anda mengonsumsi dosis statin tertinggi dan masih memiliki kadar trigliserida yang tinggi.

5. Inhibitor PCSK9 seperti Repatha

Inhibitor PCSK9 adalah golongan obat baru yang membantu menurunkan kolesterol. Sebagian besar, termasuk Praluent (alirocumab), Repatha (evolocumab), dan Lerochol (lerodalcibep-liga) yang diberikan melalui suntikan. 

Lipfendra (enlicitide) adalah inhibitor PCSK9 pertama yang tersedia dalam bentuk pil oral. Obat-obatan ini bekerja dengan memblokir enzim (protein) di hati yang disebut PCSK9. 

PCSK9 adalah protein yang secara tidak langsung mengurangi pengeluaran kolesterol LDL dari darah. Memblokir PCSK9 membantu hati membersihkan lebih banyak kolesterol LDL, sehingga menurunkan kadar kolesterol.

Inhibitor PCSK9 biasanya dipertimbangkan setelah mencoba statin dan ezetimibe. Obat inin dipertimbangkan jika dosis statin maksimal, perubahan gaya hidup, dan ezetimibe tidak cukup efektif. 

Terkadang, obat ini bahkan dapat digunakan sebagai pengganti ezetimibe. Alternatif statin ini seringkali sangat efektif. Namun, obat ini dapat menyebabkan gejala seperti pilek dan flu. 

6. Leqvio

Pada akhir tahun 2021, FDA menyetujui Leqvio (inclisiran) untuk membantu menurunkan kolesterol LDL. Obat ini termasuk dalam kelas obat baru lainnya yang disebut small interfering RNAs (siRNAs). 

Leqvio memblokir enzim PCSK9, tetapi cara kerjanya berbeda dari Praluent, Repatha, dan Lerochol. Obat ini menghentikan kerja gen yang menghasilkan enzim PCSK9.

Leqvio biasanya dikombinasikan dengan statin untuk kolesterol tinggi karena berbagai penyebab, termasuk hiperkolesterolemia familial. Kondisi ini ada sejak lahir dan mengakibatkan kadar kolesterol yang sangat tinggi. 

Bila dikombinasikan dengan statin, Leqvio dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 40% hingga 50%. Setelah dua dosis awal, Leqvio disuntikkan di bawah kulit setiap 6 bulan oleh dokter. 

Efek samping yang umum meliputi nyeri dan pembengkakan di tempat suntikan. Obat ini biasanya juga tersedia melalui apotek khusus.

Baca Juga: Kolesterol Tinggi Pemicu Serangan Jantung, Pasokan Darah Terancam Putus

7. Inhibitor ACL seperti Nexletol dan Nexlizet

Asam bempedoat (Nexletol) dan asam bempedoat/ezetimibe (Nexlizet) adalah dua inhibitor ATP sitrat liyase (ACL) yang tersedia. Ini adalah obat-obatan baru yang disetujui untuk menurunkan kolesterol LDL dengan cara yang berbeda dari obat kolesterol lainnya. 

Obat ini mencegah hati memproduksi kolesterol dengan memblokir kerja enzim ACL. Hal ini juga mengakibatkan lebih banyak kolesterol LDL yang dikeluarkan dari darah.

Saat ini, inhibitor ACL memiliki beberapa penggunaan yang disetujui pada orang dewasa jka memiliki kolesterol tinggi. Dokter akan merekomendasikan untuk mengonsumsi Nexletol atau Nexlizet bersamaan dengan statin. 

Jika statin bukan pilihan yang tepat, Anda dapat mengonsumsi Nexletol atau Nexlizet secara terpisah. Keduanya dimaksudkan untuk dikombinasikan dengan diet rendah kolesterol.

Jika Anda memiliki penyakit jantung, dokter akan meresepkan Nexletol atau Nexlizet untuk menurunkan risiko serangan jantung dan kejadian terkait jantung lainnya. Itulah rekomendasi obat kolesterol non statin yang bisa dikonsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Liburan Tak Hanya Jalan-jalan, Pilihan Ini Bisa Bantu Ekonomi Warga Lokal

Simak cara sederhana yang bisa dilakukan wisatawan agar pengeluaran selama liburan ikut memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sedia Payung Sebelum Keluar Rumah, Hujan Ringan di Sejumlah Jawa Barat Besok

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Selasa-Rabu didominasi cerah, berawan, dan hujan ringan di sejumlah wilayah.

Katalog Promo Alfamart Gantung (Gajian Untung) Periode 25-30 September 2026

Manfaatkan Promo Alfamart Gantung Periode 25-30 September 2026 untuk belanja hemat selama musim gajian ini.

Tak Sekadar Seru, Ini Manfaat Senam Poco-Poco untuk Kebugaran Tubuh

​Mengikuti irama musik sambil bergerak bersama ternyata bukan hanya seru, tetapi juga bisa menjadi bagian dari aktivitas menjaga kebugaran.

Peran di Rumah, Salah Satu Cara Bikin Ibu Punya Tanggal Merah

​Melalui kampanye #TanggalMerahUntukIbu, Frisian Flag mengajak keluarga Indonesia lebih peduli pada kebutuhan ibu.

Katalog Promo Alfamidi Hemat Satu Pekan Spesial Gajian 28 September-4 Oktober 2026

Inilah berbagai merek produk yang termasuk dalam promo Alfamidi Hemat Satu Pekan periode 28 September-4 Oktober 2026.

Isi Waktu Luang Anak Tak Harus dengan Gadget, Coba Aktivitas Kreatif Ini

Pizza Hut dan Play-Doh menawarkan aktivitas kreatif yang dapat dilakukan anak bersama keluarga di waktu luang.

Set Lengkap Serba 60 Ribuan! Ada Promo Pepper Lunch Senin Happy untuk Awali Pekan

Manfaatkan promo Pepper Lunch hari Senin untuk menikmati sajian daging favorit plus minuman segar dengan harga hemat.

Aqua Bawa Teras Adem ke Pestapora 2026, Jadi Ruang Singgah di Tengah Festival

Seharian di Pestapora 2026, Aqua menyediakan titik isi ulang air dan ruang istirahat bagi pengunjung.   

6.000 Pelari Ikut Herbalife Run 2026, Momentum Positif Dorong Gaya Hidup Aktif Sehat

Herbalife Indonesia menggelar Herbalife Run 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Minggu (27/9).