MOMSMONEY.ID - Apakah kolesterol tinggi bisa menyebabkan serangan jantung atau tidak? Kolesterol membantu tubuh membangun sel-sel baru, melindungi saraf, dan memproduksi hormon.
James Beckerman, dokter kardiologi, memaparkan, hati akan memproduksi semua kolesterol yang dibutuhkan tubuh. Tetapi kolesterol juga masuk ke tubuh dari makanan seperti telur dan daging.
Namun, terlalu banyak kadar kolesterol jahat dalam tubuh bisa menaikkan risiko penyakit jantung.
Bagaimana kolesterol tinggi menyebabkan serangan jantung?
Mengutip dari Webmd.com, saat kadar kolesterol jahat terlalu tinggi maka kolesterol akan menumpuk di dinding arteri. Hal tersebut menyebabkan proses yang disebut aterosklerosis.
Arteri akan menyempit dan aliran darah ke otot jantung melambat atau terblokir. Umumnya, darah akan membawa oksigen ke jantung. Tapi, jika tidak ada cukup darah dan oksigen untuk mencapai jantung, Anda akan engalami nyeri dada.
Baca Juga: Lonjakan Kolesterol Akibat Kebiasaan Minum Manis yang Sering Disepelekan
Apabila suplai darah ke sebagian jantung terputus sepenuhnya karena penyumbatan, akibatnya adalah serangan jantung. Ada dua bentuk kolesterol yang dikenal banyak yakni LDL atau kolesterol jahat dan HDL atau kolesterol "baik.
LDL adalah sumber utama plak yang menyumbat arteri, sementara HDL justru berfungsi membersihkan kolesterol dari darah. Trigliserida adalah jenis lemak lain yang ada dalam aliran darah.
Kadar trigliserida yang tinggi juga terkait dengan penyakit jantung.
Apa yang memengaruhi kadar kolesterol?
Berbagai faktor dapat memengaruhi kadar kolesterol. Faktor-faktor tersebut meliputi:
- Makanan yang dikonsumsi meningkatkan kadar kolesterol: Mengurangi jumlah lemak jenuh, lemak trans, dan gula dalam makanan akan membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Meningkatkan jumlah serat dan sterol nabati: Membantu menurunkan kolesterol LDL.
- Berat badan: Selain menjadi faktor risiko penyakit jantung, kelebihan berat badan juga dapat meningkatkan kolesterol.
- Olahraga teratur: Menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL.
- Usia dan jenis kelamin: Seiring bertambahnya usia, kadar kolesterol meningkat. Sebelum menopause, wanita cenderung memiliki kadar kolesterol total yang lebih rendah daripada pria.
- Faktor keturunan: Gen turut menentukan seberapa banyak kolesterol yang diproduksi tubuh.
- Kondisi medis: Terkadang, kondisi medis dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Contohnya seperti hipotiroidisme, penyakit hati, dan penyakit ginjal.
- Obat-obatan: Beberapa obat, seperti steroid dan progestin dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.
Baca Juga: Suka Kulineran? Kesadaran Jaga Kolesterol Perlu Dimulai Sejak Masih Muda
Rekomendasi obat untuk menurunkan kolesterol tinggi
Simak berbagai rekomendasi obat untuk menurunkan kolesterol tinggi:
1. Statin
menghambat produksi kolesterol di hati. Obat ini menurunkan LDL, kolesterol jahat, trigliserida, serta memiliki efek ringan dalam meningkatkan HDL. Obat-obatan ini merupakan pengobatan lini pertama bagi sebagian besar orang dengan kolesterol tinggi.
Statin memiliki peringatan bahwa kehilangan ingatan, kebingungan mental, nyeri otot, neuropati, masalah hati dan gula darah tinggi. Sstatin juga dapat berinteraksi dengan obat Atorvastatin, Fluvastatin, Lovastatin, Pitavastatin, Pravastatin dan Simvastatin.
2. Inhibitor PCSK9
Obat-obatan ini digunakan pada orang yang tidak dapat mengelola kolesterol melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan statin. Inhibitor PCSK9 memblokir protein yang disebut PCSK9 untuk memudahkan tubuh menghilangkan LDL dari darah.
Obat ini digunakan pada orang dewasa yang mewarisi kondisi genetik yang disebut hiperkolesterolemia familial heterozigot yang membuat sulit untuk menurunkan kadar kolesterol.
Selain itu, Inhibitor PCSK9 juga bisa diresepkan untuk orang yang memiliki penyakit jantung. Obat ini diberikan melalui suntikan setiap 2 minggu.
3. Niasin
Niasin adalah vitamin B kompleks. Vitamin ini ditemukan dalam makanan, tetapi juga tersedia dalam dosis tinggi dengan resep dokter. Niasin menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL.
Obat-obatan ini juga menurunkan trigliserida yang tinggi. Efek samping utamanya adalah kemerahan, gatal, kesemutan, dan sakit kepala.
Sediaan yang dijual bebas meliputi sediaan lepas lambat, lepas bertahap, dan lepas terkontrol. Niasin yang ditemukan dalam suplemen makanan tidak boleh digunakan untuk menurunkan kolesterol.
4. Obat pengikat asam empedu
Obat-obatan ini bekerja di dalam usus, di mana mereka mengikat empedu dan mencegahnya diserap kembali ke dalam sistem peredaran darah. Empedu sebagian besar terbuat dari kolesterol, sehingga obat-obatan ini bekerja dengan mengurangi pasokan kolesterol dalam tubuh.
Hal tersebut akan menurunkan kolesterol total dan LDL. Efek samping yang paling umum adalah sembelit, perut kembung, dan sakit perut.
Baca Juga: Penumpukan Lemak Visceral pada Perut Buncit Membawa Risiko Lonjakan Kolesterol
5. Obat fibrat
Obat fibrat bisa menurunkan kadar trigliserida, meningkatkan HDL serta menurunkan kolesterol LDL. Fibrat akan meningkatkan pemecahan partikel kaya trigliserida dan mengurangi sekresi lipoprotein tertentu.
Selain itu, fibrat juga menginduksi sintesis HDL. Contoh-contoh fibrat meliputi:
- Fenofibrate
- Asam fenofibrik
- Gemfibrozil
6. Obat kombinasi
Beberapa orang dengan kolesterol tinggi mendapatkan hasil terbaik dengan obat kombinasi. Obat-obatan ini mengobati masalah kolesterol dan terkadang dikombinasikan dengan obat-obatan seperti obat tekanan darah dalam satu pil.
Beberapa contohnya meliputi Advicor, Caduet, Liptruzet, Simcor dan Vytorin. Sekian kaitan antara kolesterol tinggi yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News