MOMSMONEY.ID - Liburan ke daerah wisata tidak hanya soal mencari tempat menarik untuk dikunjungi. Pilihan wisatawan selama berada di destinasi juga bisa ikut menentukan ke mana uang yang mereka belanjakan mengalir.
Misalnya, ketika wisatawan memilih makan di warung milik warga, membeli oleh-oleh dari pelaku usaha lokal atau menggunakan jasa masyarakat sekitar.
Pengeluaran yang terlihat sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tujuan wisata.
Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam program Solutions for Integrated Land and Seascape Management in Indonesia (SOLUSI), kerja sama Indonesia dan Jerman yang mendorong pengelolaan darat dan laut secara berkelanjutan.
SOLUSI mengembangkan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan ekowisata berbasis masyarakat, termasuk pengelolaan sampah terpadu di kawasan wisata. Program tersebut dijalankan di tiga wilayah percontohan, yakni Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung dan Sulawesi Tengah.
Konsepnya tidak hanya membuat kawasan wisata menarik bagi pengunjung. Pengembangan ekowisata juga diarahkan agar masyarakat sekitar memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kondisi lingkungan.
Yuliana Cahya Wulan, Project Manager SOLUSI, mengatakan keberlanjutan lingkungan perlu berjalan beriringan dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Wisatawan Makin Cermat Atur Budget Liburan, Ini 5 Tren Perjalanannya
“SOLUSI ingin melihat aspek lingkungan, tetapi juga bagaimana keberlanjutan sumber daya alam itu bisa menjaga ekonomi masyarakat,” ujar Yuliana dalam media briefing SOLUSI Day di Jakarta, Senin (28/9).
Menurut Yuliana, hal tersebut berkaitan dengan kehidupan masyarakat di berbagai daerah yang masih bergantung pada sumber daya alam. Karena itu, ketika potensi alam dikembangkan menjadi kegiatan wisata, keberadaan masyarakat di sekitarnya juga perlu diperhatikan.
Salah satu bentuknya dapat terlihat dari kegiatan ekonomi yang muncul di sekitar destinasi. Mulai dari usaha kuliner, produk lokal, penginapan hingga jasa yang mendukung aktivitas wisata.
Namun, keberadaan wisatawan saja belum tentu cukup untuk membuat usaha masyarakat terus berkembang. Akses terhadap pasar juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Putra Agung, Country Director SNV Indonesia, mengatakan pengembangan usaha masyarakat perlu mempertimbangkan siapa yang akan menjadi pasar dari produk atau jasa tersebut.
“Kalau misalnya kita mempromosikan komunitas tanpa ada bayangan marketnya mau ke mana, agak sedikit riskan,” ujar Putra dalam kesempatan yang sama.
Karena itu, wisatawan sebenarnya dapat mengambil peran melalui pilihan-pilihan sederhana selama perjalanan.
Lantas, apa yang bisa dilakukan wisatawan untuk ikut mendukung ekonomi masyarakat lokal?
1. Pilih produk lokal sebagai oleh-oleh
Oleh-oleh tidak harus selalu dibeli dari toko besar. Wisatawan dapat mencari makanan khas, kerajinan, hasil pertanian atau produk olahan yang dibuat oleh warga setempat.
Selain membawa pulang sesuatu yang khas dari daerah tujuan, pilihan tersebut membuat sebagian belanja wisatawan masuk ke usaha masyarakat lokal.
Baca Juga: 5 Tren Liburan Akhir 2026: Wisatawan Makin Hemat, Pesan Tiket Jauh Hari
2. Cicipi makanan khas daerah
Kuliner menjadi salah satu cara paling mudah untuk mengenal sebuah daerah.
Wisatawan dapat mencoba makanan khas di warung atau usaha kuliner milik warga setempat. Dengan begitu, uang yang dikeluarkan untuk makan juga dapat menjadi pemasukan bagi pelaku usaha di sekitar destinasi.
3. Manfaatkan jasa masyarakat setempat
Jika tersedia, wisatawan dapat menggunakan jasa yang dikelola masyarakat lokal, seperti pemandu wisata, penginapan, transportasi maupun aktivitas wisata berbasis komunitas.
Pilihan tersebut sekaligus dapat memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan kondisi daerah yang dikunjungi.
4. Jangan tinggalkan sampah
Mendukung ekonomi masyarakat tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan tempat wisata.
Wisatawan dapat mulai dari hal sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, membawa kembali sampah pribadi dan mengikuti aturan di kawasan wisata.
Baca Juga: Wisatawan Asia Tertarik Menjelajahi Eropa dengan Kapal Pesiar, Ini Alasannya
Lingkungan yang terjaga penting bagi destinasi yang mengandalkan alam sebagai daya tarik. Jika kawasan wisata tetap terawat, masyarakat juga memiliki peluang untuk terus memanfaatkan potensi tersebut sebagai bagian dari kegiatan ekonomi.
Pada akhirnya, membantu ekonomi masyarakat lokal saat liburan tidak selalu membutuhkan pengeluaran tambahan. Pilihan tempat makan, oleh-oleh, jasa dan kebiasaan menjaga lingkungan selama perjalanan juga dapat menjadi bagian dari cara wisatawan memberi manfaat bagi daerah yang dikunjungi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News