MOMSMONEY.ID - Apa efek abu vulkanik bagi kesehatan kulit?
Belakangan ini, erupsi Anak Krakatau telah menghambat aktivitas masyarakat. Tak hanya mengganggu penerbangan, tapi juga mengancam kesehatan, salah satunya kesehatan kulit.
Ketika abu halus itu beterbangan dan jatuh ke permukaan kulit, ia tidak seperti debu biasa. Partikelnya yang tajam, keras, dan tidak larut dalam air, sehingga mudah merusak lapisan pelindung kulit hingga memicu iritasi.
Efek abu vulkanik juga bisa menyumbat pori-pori yang akhirnya mengundang jerawat untuk datang dan membuat iritasi semakin parah, lo.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ini Jenis Masker Paling Efektif untuk Lindungi dari Abu Vulkanik
Oleh karena itu, bagi Anda yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, hendaknya menggunakan perlindungan diri yang tepat ketika akan beraktivitas di luar rumah.
Dengan begitu bisa meminimalisir risiko yang terjadi pada kesehatan Anda. Berikut beberapa efek abu vulkanik pada kesehatan kulit yang perlu Anda ketahui, sebagaimana dikutip dari www.alodokter.com:
1. Iritasi
Efek yang biasanya terjadi akibat dari abu vulkanik adalah iritasi kulit. Gejala yang dirasakan misalnya saja gatal, kemerahan, hingga rasa perih dan nyeri.
Kondisi ini disebabkan oleh partikel tajam pada abu vulkanik yang memicu peradangan di lapisan kulit terluar.
2. Rasa panas seperti terbakar
Perlu Anda ketahui bahwa abu vulkanik yang dihasilkan oleh erupsi gunung berapi mengandung senyawa kimia aktif yang cukup pekat.
Inilah yang berbahaya bagi kulit Anda. Terutama jika kulit Anda tipe yang sensitif. Paparan abu tersebut bisa memicu dermatitis.
Anda tidak hanya merasa gatal di kulit, tapi juga muncul sensasi seperti terbakar yang membuat Anda tidak nyaman. Otomatis, hal ini juga akan menghambat aktivitas Anda.
Baca Juga: Dampak Erupsi Gunung Berapi, Kenali 5 Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan Anda
3. Jerawat
Dalam kehidupan sehari-hari, jika Anda tidak membersihkan kulit secara baik, maka bisa berisiko memunculkan jerawat. Hal ini juga berlaku ketika Anda terpapar abu vulkanik.
Partikel dari abu vulkanik sangatlah halus. Sehingga, mudah sekali untuk beterbangan, menempel di kulit dan masuk ke pori-pori kulit Anda.
Abu ini pun akan bercampur dengan minyak di kulit Anda dan membuat kotoran di pori-pori menumpuk. Inilah yang mengundang jerawat untuk datang.
4. Skin barrier rusak
Efek abu vulkanik berikutnya adalah bisa membuat skin barrier rusak. Hal ini karena abu vulkanik berisfat asam dan bisa mengikis kelembapan alami di kulit Anda.
Skin barrier yang menjadi bagian terluar, akibat paparan abu vulkanik ini lama kelamaan akan rusak. Lalu, apa yang terjadi?
Dalam jangka panjang akan membuat kulit Anda perih, sensitif, bahkan bersifat reaktif saat Anda menggunakan skincare yang biasanya aman saja Anda aplikasikan.
Baca Juga: Waspada! Ini Daerah Potensi Terkena Sebaran Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau
5. Kanker kulit
Efek paling berbahaya dari paparan abu vulkanik adalah kanker kulit. Ya, dampak ini terjadi karena abu vulkanik mengandung zat berbahaya, salah satunya memiliki sifat karsinogenik.
Jika paparan ini berlangsung dalam jangka panjang, maka bisa memicu terjadinya kanker kulit. Jadi, Anda harus selalu waspada dan gunakan pelindung tubuh ketika hendak keluar rumah ya.
Itulah beberapa efek abu vulkanik bagi kesehatan kulit. Untuk menurunkan risiko terjadinya efek ini, pastikan Anda untuk selalu memakai masker dan gunakan pakaian yang tertutup saat berada di luar rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News