M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Penyebab Skin Barrier Rusak dan Tak Kunjung Sembuh, Hindari Over-Exfoliation

4 Penyebab Skin Barrier Rusak dan Tak Kunjung Sembuh, Hindari Over-Exfoliation
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Memiliki kulit yang sehat dan kuat adalah dambaan setiap orang. Namun, sering kali lapisan pelindung terluar kulit atau skin barrier mengalami kerusakan yang sulit untuk dipulihkan.

Memahami akar permasalahan sangatlah penting agar proses penyembuhan skin barrier tidak berjalan di tempat.

Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), Mayo Clinic, dan Healthline, berikut adalah 4 penyebab skin barrier rusak dan tak kunjung sembuh:

Baca Juga: Tren Joycore 2026: Mengapa Rumah Anda Butuh Sentuhan Warna Berani?

1. Kebiasaan Over-Exfoliation yang Agresif

Banyak orang terjebak dalam siklus eksfoliasi yang berlebihan dengan harapan mendapatkan kulit instan yang halus.

Penggunaan produk berbahan aktif seperti AHA, BHA, atau butiran scrub yang terlalu sering dapat mengikis lapisan lipid yang berfungsi sebagai "semen" pengikat sel kulit.

Ketika lapisan ini terus-menerus dikikis sebelum sempat beregenerasi, skin barrier akan menjadi sangat tipis, memerah, dan kehilangan kemampuannya untuk menahan hidrasi, sehingga kulit terasa perih meski hanya terkena air.

2. Penggunaan Pembersih Wajah dengan pH Tinggi

Kesehatan skin barrier sangat bergantung pada tingkat keasaman (pH) alami kulit yang berada di kisaran sedikit asam.

Penggunaan sabun cuci muka yang mengandung deterjen keras seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) atau sabun batang dengan pH tinggi dapat mengganggu ekosistem alami kulit. Pembersih yang terlalu keras akan mengangkat minyak alami (sebum) secara total, meninggalkan kulit dalam keadaan kering dan "ketarik".

Jika ini dilakukan terus-menerus, kulit akan kesulitan memproduksi minyak pelindung kembali, membuat kerusakan barrier menjadi permanen jika tidak segera diganti dengan pembersih yang lembut.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Sehari-hari yang Bantu Melancarkan BAB

3. Paparan Faktor Eksternal dan Polusi Lingkungan

Lingkungan sekitar memainkan peran besar dalam merusak pertahanan kulit. Sinar UV matahari yang ekstrem, polusi udara, hingga asap rokok memicu timbulnya radikal bebas yang menyerang struktur protein kulit.

Selain itu, berada di ruangan ber-AC terlalu lama atau paparan cuaca dingin yang kering dapat menarik kelembaban keluar dari kulit secara paksa melalui proses Transepidermal Water Loss (TEWL).

Tanpa perlindungan sunscreen dan pelembab yang tepat, skin barrier akan tetap rapuh karena terus-menerus "diserang" oleh kondisi lingkungan yang tidak bersahabat.

4. Stres Berkepanjangan dan Kurang Tidur

Kesehatan kulit sangat dipengaruhi oleh kondisi internal tubuh. Stres kronis memicu hormon kortisol yang dapat memperlambat proses penyembuhan alami kulit dan mengurangi produksi lemak sehat yang dibutuhkan barrier.

Selain itu, saat tidur, tubuh melakukan proses perbaikan sel-sel yang rusak. Kurang tidur secara sistematis menghambat regenerasi skin barrier.

Sehingga, meskipun Anda sudah menggunakan berbagai produk perawatan mahal, kulit akan tetap terlihat kusam dan sensitif karena fondasi pelindungnya tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk memperbaiki diri dari dalam.

Menyembuhkan skin barrier yang rusak membutuhkan kesabaran dan penyederhanaan rutinitas perawatan wajah. Dengan menghindari penyebab di atas, Anda memberikan kesempatan bagi kulit untuk kembali ke kondisi optimalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Anda Sering Mengetik? Ini 7 Cara Mencegah CTS agar Pergelangan Tangan Bebas Nyeri

Bekerja di depan laptop seharian bisa meningkatkan risiko nyeri pergelangan tangan. Ketahui langkah praktis dan cara mencegah CTS sejak dini.

Benarkah Lemak Itu Jahat? Ini 5 Mitos Tentang Lemak yang Wajib Anda Tahu

Jangan langsung memangkas habis asupan lemak saat diet. Pahami berbagai mitos tentang lemak dan ketahui cara memilih jenis lemak yang tepat.

Promo PSM Alfamart Periode 24-31 Agustus 2026, Nescafe Beli 2 Lebih Hemat

Manfaatkan promo PSM Alfamart periode 24-31 Agustus 2026 untuk belanja lebih hemat. Cek promonya di sini.

Kenalan dengan Senam Zapin, Olahraga Berbalut Gerakan Tari Melayu

​Bagi Anda yang mencari alternatif olahraga ringan dan menyenangkan, senam zapin bisa masuk dalam pilihan.

Ada Restoran Jepang Baru di Senopati, Sajikan Spicy Tomato Sukiyaki

​Sukiyaki umumnya memiliki cita rasa manis dan gurih. Namun, ada varian yang menggunakan tomat dan cabai rawit untuk rasa asam dan pedas.

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Besok Selasa (25/8), Diprediksi Cerah

​BMKG memperkirakan cuaca besok di DKI Jakarta akan didominasi cuaca cerah. Sementara lusa, hujan ringan akan turun di daerah Jakarta Selatan.

Prakiraan Cuaca Banten Besok Selasa (25/8), Sebagian Besar Wilayah Cerah

​BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah Banten akan didominasi cuaca cerah. Sementara lusa, hujan ringan akan turun di beberapa daerah.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (25/8), Provinsi Ini Masih Alami Hujan Lebat

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Selasa 25 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Bitcoin Rebound 32%, Sinyal Tren Naik atau Reli Sementara?

Bitcoin telah rebound 32% dari level terendah Juli. Peluang berlanjutnya tren naik, bergantung pada kemampuan menembus 50-week EMA.

Prakiraan Cuaca Bali Besok Selasa (25/8), Cuaca Cerah Mendominasi

Cuaca cerah mendominasi Bali besok, Selasa (25/8). Simak kondisi cuaca di seluruh kabupaten dan kota.