MOMSMONEY.ID - Bahaya makan telur mentah kembali menjadi sorotan publik setelah ramainya pemberitaan di media sosial mengenai kasus di Surabaya, Jawa Timur.
Di mana seorang bayi dilaporkan meninggal dunia setelah diduga diberi makan telur mentah oleh anggota keluarganya.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa kebiasaan mengonsumsi telur dalam kondisi tidak matang sempurna bukanlah hal yang bisa dianggap sepele.
Melainkan menyimpan risiko kesehatan yang serius bagi siapa saja, terutama bayi dan anak-anak yang sistem imunnya masih belum berkembang dengan baik.
Baca Juga: Telur Bisa Jadi Menu MPASI, Ini Cara Aman Memberikannya kepada Bayi
Telur mentah atau setengah matang memang sering dianggap sebagai sumber protein yang baik. Namun, di balik anggapan tersebut, bahaya makan telur mentah justru terletak pada risiko infeksi bakteri Salmonella yang dapat mengontaminasi telur, baik pada cangkang maupun bagian dalamnya.
Bakteri ini dapat menyebabkan gejala yang cukup serius, seperti diare hebat, muntah-muntah, demam, kram perut, hingga dehidrasi yang berbahaya.
Pada kelompok rentan seperti bayi, anak kecil, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah, infeksi Salmonella bahkan dapat berujung pada komplikasi fatal, lo.
Baca Juga: Telur Rebus Cukupi Kebutuhan Protein Harian, Tanpa Picu Lonjakan Asam Urat
Melalui kasus tersebut, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa pemberian telur yang tidak matang sempurna sangat berisiko memicu infeksi saluran cerna akibat bakteri Salmonella.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi telur mentah, sebaiknya perhatikan dengan cermat risiko kesehatan yang mengintai serta cara mengonsumsinya dengan aman ya.
Berikut beberapa bahaya makan telur mentah yang perlu Anda ketahui, sebagaimana dikutip dari ciputrahospital.com:
1. Terkontaminasi bakteri
Bakteri Salmonella merupakan salah satu bakteri yang bisa ditemukan di dalam telur. Kontaminasi bakteri ini bisa dilakukan melalui dua cara, yakni selama pembentukan telur di dalam tubuh ayam atau menembus membran cangkang di bagian luar telur.
Ketika Anda mengonsumsi telur yang terkontaminasi Salmonella, maka Anda bisa keracunan. Gejala yang dialami berupa diare, muntah, kram perut, dan demam.
Baca Juga: Telur Dadar dan Telur Ceplok, Mana yang Lebih Sehat Menurut Ahli Gizi?
2. Penyerapan protein tidak maksimal
Selain bahaya bakteri Salmonella, telur mentah juga berisiko pada penyerapan protein yang tidak maksimal.
Dalam sebuah studi membuktikan bahwa tubuh kita hanya bisa menyerap 50% protein dari telur mentah. Tingkat penyerapannya bisa bertambah menjadi 90% jika telur sudah matang.
3. Menghambat penyerapan biotin
Biotin sendiri adalah vitamin B7 atau vitamin H. Di mana memiliki peran dalam proses metabolisme dan kesehatan kulit, rambut, dan sistem saraf.
Penyerapan biotin di tubuh bisa terhambat jika Anda mengonsumsi telur mentah secara sering dan dalam jumlah yang banyak. Kenapa?
Karena adanya avidin, yakni protein yang ada di putih telur mentah. Avidin ini akan mengikat biotin di usus dan membentuk kompleks yang bisa diserap oleh tubuh.
Baca Juga: Kaya Nutrisi, Inilah 7 Manfaat Makan Telur Rebus Setengah Matang Setiap Hari
Cara mengonsumsi telur mentah yang aman
Lalu, bagaimana cara mengonsumsi telur mentah yang aman? Berikut beberapa caranya yang perlu Anda perhatikan:
- Pilih telur yang sudah dipasteurisasi atau telur yang tersimpan di lemari pendingin supermarket.
- Setelah membeli telur, langsung simpan di kulkas untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
- Hindari mengonsumsi telur yang kotor, retak, dan kedaluwarsa.
- Cucilah tangan dan benda-benda lainnya yang kontak langsung dengan telur mentah.
- Telur mentah sebaiknya segera dikonsumsi agar tetap segar dan aman.
Jadi, sudah sepatutnya para orang tua dan Anda lebih berhati-hati serta tidak menganggap remeh bahaya makan telur mentah ya. Jika ingin mengonsumsinya, maka terapkan beberapa cara tersebut agar tetap aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News