MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul naik, setelah ditutup turun pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga emas terjadi di tengah optimisme kesepakatan damai, yang mengimbangi sikap hawkish The Fed.
Mengutip Bloomberg, Kamis (18/6), harga emas spot diperdagangkan naik 1,07% menjadi US$ 4.302,85 per troi ons pada pukul 13.26 WIB.
Harga emas hari ini naik didukung penandatanganan kesepakatan perdamaian sementara antara AS dan Iran, bahkan ketika Federal Reserve mengisyaratkan kenaikan suku bunga di akhir tahun.
Pejabat AS dan Iran meneken perjanjian perdamaian secara elektronik pada Rabu malam, tetapi tidak jelas apakah Selat Hormuz telah dibuka kembali. Harga minyak turun dengan kesepakatan tersebut, diharapkan dapat meredakan guncangan energi global yang telah memicu inflasi dan spekulasi kenaikan suku bunga.
Namun, ketidakpastian tetap ada mengenai seberapa cepat harga bahan bakar dapat turun dan kapan transit melalui Hormuz dapat kembali ke tingkat sebelum perang.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Stagnan, Ini Skenario Harga Pasca-Kesepakatan AS-Iran
Christopher Wong, Ahli Strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., mengatakan harga minyak yang lebih rendah masih memberikan sedikti keuntungan. Namun, hasil keputusan Fed memperumit keadaan dan menunjukkan perlunya kehati-hatian dalam membaca pergerakan harga emas dalam jangka pendek, meskipun prospek positif dalam jangka menengah belum hilang," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Rabu, dengan mengatakan akan memberikan stabilitas harga, dan menghapus referensi dalam pernyataannya mengenai penyesuaian suku bunga tambahan. Para pedagang sekarang sepenuhnya memperkirakan pengetatan kebijakan moneter pada bulan Oktober. Suku bunga yang lebih tinggi merupakan hambatan bagi logam mulia, yang tidak memberikan bunga.
Menurut Ryan Mckay, Ahli Strategi Komoditas Senior di TD Securities, untuk emas, ekspektasi kenaikan suku bunga sudah pasti, bahkan sebelum keputusan Fed terbaru. "Tren keseluruhan tetap bearish untuk logam mulia, yang menunjukkan bahwa dibutuhkan perubahan signifikan dalam pandangan The Fed untuk mengubah sentimen pasar yang mendasari logam mulia," imbuhnya, mengutip Bloomberg, Kamis (18/6).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News