M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apa Saja Makanan Diet Pengganti Nasi yang Direkomendasikan? Ini 15 Daftarnya

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Apa saja makanan diet pengganti nasi yang direkomendasikan, ya? Mari intip daftarnya di sini.

Dalam budaya makan masyarakat Indonesia, nasi sudah seperti kebutuhan pokok yang tak tergantikan. Tidak sedikit orang yang merasa belum benar-benar makan jika belum menyantap nasi.

Namun, di balik kenyangnya sepiring nasi putih, ada fakta nutrisi yang perlu dicermati, terutama bagi Anda yang sedang menjalani diet atau ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Nasi putih termasuk sumber karbohidrat sederhana dengan indeks glikemik yang cukup tinggi. Artinya, konsumsi nasi putih dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan memberi rasa kenyang yang cenderung tidak bertahan lama.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Sayur yang Cocok untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Karena itu, bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, mengontrol diabetes, atau sekadar menerapkan pola makan sehat, mengganti nasi dengan sumber karbohidrat kompleks bisa menjadi langkah bijak.

Lantas, apa saja makanan diet pengganti nasi yang direkomendasikan? Melansir dari laman Prodia Digital dan Medical News Today, berikut rekomendasinya:

1. Beras merah

Beras merah punya kandungan nutrisi lebih lengkap dibanding nasi putih, seperti folat, kalium, kalsium, dan vitamin B.

Serat alaminya membantu memperlambat rasa lapar, jadi cocok untuk Anda yang sedang diet. Sebelum dimasak, sebaiknya dicuci bersih dulu untuk mengurangi kandungan arsenik.

2. Nasi shirataki

Shirataki terbuat dari umbi konjak, sangat rendah kalori dan karbohidrat. Dalam 100 gram nasi shirataki hanya terdapat sekitar 10 kalori.

Ini cocok untuk diet rendah kalori atau penderita diabetes karena mengandung serat yang tinggi, sehingga membuat kenyang lebih lama.

3. Oat

Oat terkenal sebagai makanan sehat yang tinggi serat, terutama beta-glukan. Serat ini tidak hanya membuat kenyang lebih lama, tapi juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Konsumsi oat secara rutin bisa jadi pilihan sarapan atau pengganti nasi yang menyehatkan.

4. Singkong

Singkong bisa menjadi sumber karbohidrat yang baik, karena mengandung serat dan pati resisten yang membantu memperlambat pencernaan.

Agar aman dikonsumsi, pastikan singkong direndam dan direbus terlebih dahulu untuk menghilangkan senyawa berbahaya.

5. Jagung

Jagung merupakan sumber energi yang tinggi serat dan protein nabati. Bisa dikukus atau dipanggang sebagai lauk atau camilan, jagung juga bisa menahan rasa lapar lebih lama.

Hindari menambahkan mentega agar tetap rendah kalori.

Baca Juga: Begini Cara Diet IF yang Benar, Bisa Bantu Turunkan Berat Badan lo

6. Ubi jalar

Ubi jalar mengandung serat, vitamin A, dan antioksidan yang mendukung kesehatan jantung dan mencegah kanker.

Indeks glikemiknya yang lebih rendah dari nasi putih membuatnya ideal untuk diet dan penderita diabetes. Dalam 100 gram ubi jalar mentah, terdapat sekitar 86 kalori dan hampir 3 gram serat.

7. Quinoa

Quinoa adalah biji-bijian tinggi protein dan serat yang bentuknya menyerupai nasi. Quinoa juga mengandung asam amino lengkap yang baik untuk tubuh.

Dalam 100 gram quinoa kering, terdapat sekitar 364 kalori, lebih dari 11 gram protein, dan 4,5 gram serat.

8. Kentang

Jika dikonsumsi dengan cara yang tepat, seperti direbus atau dipanggang tanpa minyak, kentang bisa menjadi pengganti nasi yang sehat.

Kentang kaya akan antioksidan dan membantu menstabilkan kadar gula darah. Dalam 100 gram kentang mentah, terkandung 74 kalori dan 2 gram protein.

9. Ubi jalar ungu

Selain menarik secara visual, ubi jalar ungu juga kaya akan serat, antioksidan, dan memiliki indeks glikemik rendah. Ini membuatnya ideal untuk diet sehat dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

10. Telur rebus

Meskipun bukan sumber karbohidrat, telur rebus tinggi protein dan bisa memberikan rasa kenyang lebih lama. Telur juga baik untuk metabolisme, kesehatan jantung, dan fungsi usus.

Baca Juga: Ini Rekomendasi Jus Terbaik untuk Diet Menurunkan Berat Badan agar Cepat Kurus

11. Sayuran

Sayuran seperti brokoli, kembang kol, labu, dan wortel bisa menjadi pengganti nasi yang rendah kalori tapi tinggi serat dan nutrisi penting. Anda bisa mengolahnya sebagai tumisan, rebusan, atau diparut sebagai nasi sayur.

12. Buah-buahan

Beberapa buah seperti apel, pisang, mangga, dan jeruk bisa memberi energi dari karbohidrat alami dan serat. Meski manis, buah tetap lebih baik daripada karbohidrat olahan, selama dikonsumsi dalam porsi wajar.

13. Salad

Salad dari sayuran hijau seperti bayam atau selada bisa dijadikan pengganti nasi saat makan siang atau malam. Tambahkan sumber protein seperti dada ayam, telur rebus, atau kembang kol agar lebih mengenyangkan.

14. Nasi kembang kol

Kembang kol yang dicincang halus lalu dikukus bisa menggantikan nasi putih dalam diet rendah kalori. Hanya mengandung sekitar 24 kalori per 100 gram, makanan ini cocok untuk pelaku diet keto atau yang menghindari gluten.

15. Nasi brokoli

Sama seperti nasi kembang kol, brokoli yang dicacah halus bisa dijadikan pengganti nasi. Dalam 100 gram, hanya terdapat sekitar 29 kalori dan 3,5 gram serat. Kandungan vitamin C-nya juga baik untuk daya tahan tubuh.

Baca Juga: Panduan Diet Rendah Purin yang Bagus untuk Penderita Asam Urat

Itulah ulasan tentang apa saja makanan diet pengganti nasi yang direkomendasikan. Mengganti nasi dengan makanan lain bukan berarti menghilangkan kenikmatan makan.

Justru, pilihan makanan sehat yang beragam ini bisa membantu Anda mencapai target diet dengan cara yang menyenangkan.

Cobalah variasikan menu Anda dengan daftar makanan di atas. Temukan kombinasi yang sesuai dengan selera dan kebutuhan tubuh Anda. Dengan begitu, proses diet bisa terasa lebih ringan dan berkelanjutan. Selamat mencoba!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.