M O M S M O N E Y I D
Santai

Apa Itu Red String Theory? Kenali Sejarah Tentang Takdir Jodoh Tiongkok Ini

Apa Itu Red String Theory? Kenali Sejarah Tentang Takdir Jodoh Tiongkok Ini
Reporter: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Sedang jadi isu hangat dalam beragam pembicaraan, yuk ketahui apa itu red string theory dan asal-usulnya.

Saat sedang membicarakan masalah jodoh di masa kini, istilah red string theory pasti akan muncul dalam sela-sela pembicaraan.

Lalu, apa sebenarnya red string theory yang sedang ramai jadi perbincangan?

Baca Juga: 5 Jenis MBTI Paling Romantis ke Pasangan, Cek Daftarnya di Sini

Menurut sejarahnya, red string theory atau teori benang merah ini berkembang dari budaya Tiongkok yang berhubungan dengan masalah takdir percintaan.

Kepercayaan kuno ini menyatakan bahwa individu saling dihubungkan oleh benang merah halus jika ditakdirkan untuk menjadi belahan jiwa, terlepas dari waktu, tempat, atau keadaan.

Mengutip laman Myth Lok, kepercayaan ini berakar pada cerita rakyat Tiongkok kuno, tentang Red String of Fate yang juga dikenal dalam bahasa Mandarin sebagai “Yuanfen” sejak lebih dari seribu tahun yang lalu.

Legenda mengatakan bahwa para dewa mengikatkan tali merah tak kasat mata di sekitar pergelangan kaki orang-orang yang ditakdirkan menjadi belahan jiwa.

Baca Juga: Apa Saja Sih Jenis-Jenis Love Language? Cari Tahu Jawabannya di Sini

Benang merah atau red string ini digunakan sebagai lambang takdir, cinta, dan keterhubungan yang tak terpatahkan terlepas dari tantangan hidup yang mungkin menimpa dua individu yang ditakdirkan tersebut.

Laman Mochi Mag, menyatakan bahwa benang merahnya di antara dua orang yang ditakdirkan mungkin meregang atau kusut, tapi tidak pernah putus, dan akhirnya menyatukan dua orang.

Kepercayaan tentang red string theory ini telah melampaui waktu dan meresap ke dalam budaya Tiongkok hingga sudah mempengaruhi seni, sastra, dan tradisi.

Baca Juga: 5 Tanda Seseorang Belum Siap Berkomitmen, Salah Satunya Enggan Membahas Masa Depan!

Red string theory sendiri paling sering dikaitkan dengan hubungan romantis, melambangkan hubungan takdir pertemuan antara dua orang yang dimaksudkan untuk menjadi satu pada akhirnya.

Jika masih penasaran dengan red string theory, cobalah menonton film dengan judul Till We Meet Again.

Film tersebut mengisahkan tentang kisah seorang manusia yang ber-reinkarnasi sebagai dewa cinta dan berurusan dengan takdir cinta manusia yang sudah terikat dengan benang merah.

Demikianlah penjelasan singkat tentang apa itu red string theory dan sejarahnya. Semoga membantu!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Thailand Masters 2026: 6 Wakil Indonesia ke Final, Segel 2 Gelar Juara

Hasil Thailand Masters 2026 Babak Semifinal Sabtu (31/1), 6 wakil Indonesia menembus partai final dan menyegel 2 gelar juara.

Harga Bitcoin Bergerak Liar, Investor Disarankan Berhati-hati

Volatilitas tinggi menandakan pasar belum sepenuhnya tenang setelah gelombang jual atau likuidasi besar. 

Aset Kripto Ini Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers saat Pasar Rontok

Kripto Canton, salah satu yang bertahan naik dan menghuni kripto top gainers 24 jam terakhir.       

Harga Emas Pekan Ini Ditutup Ambles di bawah US$ 5.000, Ini Penyebabnya!

Pada perdagangan intraday Jumat, emas sempat ambles 12%, penurunan terbesar dalam empat dekade atawa awal 1980-an.

Musikal Perahu Kertas Resmi Berlayar, Tampil hingga 15 Februari di Ciputra Artpreneur

Musikal Perahu Kertas resmi berlayar, tampil hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur Jakarta dengan total 21 pertunjukan.​

Samsung Galaxy A55: Desain Mewah Mirip S24, Performa Ngebut di Kelas Menengah

Samsung Galaxy A55 hadir dengan desain bingkai logam dan layar OLED adaptif 120Hz, sangat mirip S24+.  

7 Khasiat Konsumsi Buah Melon untuk Kesehatan Tubuh yang Luar Biasa

Ternyata ini, lho, khasiat konsumsi buah melon untuk kesehatan tubuh yang luar biasa. Apa saja?        

Rekomendasi HP Kamera 200 MP: Pilihan Terbaik Januari 2026, Foto Sejernih DSLR

HP kamera 200 MP menjanjikan lompatan kualitas foto. Ketahui bagaimana teknologi ini akan mengubah pengalaman fotografi Anda.

Harga Emas Antam Sabtu 31 Januari 2026 Turun

Harga dasar emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.860.000 Sabtu (31/1/2026), turun Rp 260.000 dibanding harga Jumat (30/1/2026).

Anjlok Parah Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Sabtu (31/1/2026)

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Sabtu (31/1/2026) kompak turun. Emas Galeri 24 1 gram jadi Rp 3.171.000, emas UBS Rp 3.186.000