M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Ancaman bagi Reli Jangka Panjang Harga Emas: Eskalasi Timur Tengah & The Fed

Ancaman bagi Reli Jangka Panjang Harga Emas: Eskalasi Timur Tengah & The Fed
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global bergulir tipis di atas level US$ 4.100 per troi ons. Logam mulia relatif stabil di tengah para pedagang menilai dampak ketegangan di Timur Tengah dan prospek kenaikan suku bunga demi mengekang inflasi.

Mengutip Bloomberg, Jumat (10/7), harga emas spot diperdagangkan turun tipis sekitar US$ 11 menjadi US$ 4.112,40 per troi ons pada pukul 14.36 WIB. Dengan pergerakan yang sempit, emas menuju penurunan mingguan sebesar 1,5%.

Pembicaraan antara AS dan Iran masih berlanjut, bahkan setelah serangan udara pekan ini, menurut seorang pejabat AS, sebagaimana dikutip Bloomberg, hari ini. Bentrokan baru-baru ini mengancam kesepakatan damai sementara yang diteken bulan lalu, menimbulkan ketidakpastian mengenai jalur aman pengiriman energi dan komoditas lainnya melalui Selat Hormuz.

Bagi para pedagang emas, meningkatnya konflik meningkatkan kemungkinan Federal Reserve mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama guna mengatasi dampak inflasi akibat kenaikan harga energi.

Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Buyar, Harga Emas Terjegal di bawah US$ 4.100

Risalah rapat The Fed bulan Juni menunjukkan beberapa pembuat kebijakan mengatakan ada alasan untuk mengerek suku bunga, meski pada akhirnya ditunda. Kebijakan moneter yang lebih ketat biasanya berdampak negatif bagi emas karena tidak menghasilkan bunga.

James Steel, Kepala analis logam mulia di HSBC Holdings Plc., mengatakan ekspektasi kenaikan suku bunga mungkin sekarang sudah diperhitungkan secara signifikan, tetapi tetap dapat membatasi reli harga emas. "Dollar AS yang kuat juga dapat memberikan hambatan yang cukup besar bagi reli," katanya mengutip Bloomberg, Jumat (10/7).

Bank tersebut memangkas proyeksi harga emas rata-rata tahun 2026 menjadi US$ 4.560 per troi ons.

Dengan mempertimbangkan potensi perubahan di The Fed, Ketua baru Kevin Warsh pada Kamis mengumumkan kepemimpinan dari lima gugus tugas yang akan mengkaji pendekatan bank sentral AS terhadap aspek-aspek kunci pembuat kebijakan. Para pemimpinnya termasuk akademisi terkemuka, mantan bankir sentral dan eksekutif perusahaan.

Sementara, Presiden Bank Federal New York John Williams mengatakan bahwa di antara pendorong inflasi di AS, ia paling fokus pada permintaan yang didorong oleh kecerdasan buatan. Jika itu terus berlanjut, katanya, bank sentral bisa terpaksa menaikkan suku bunga.

Baca Juga: Balik Arah, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2.650.000 per Gram Hari Ini Jumat (10/7)

Harga emas telah terpangkas lebih dari seperlima sejak perang Iran-AS dimulai pada akhir Februari. Gelombang aksi ambil untung mengakhiri kenaikan harga emas selama tiga tahun, dan baru-baru ini mendorongnya di bawah US$ 4.000 per troi ons. Meski demikian, para investor justru mengambil posisi short dalam skala besar sebagai antisipasi penurunan lebih lanjut.

Pembelian oleh bank sentral tetap menjadi dukungan penting bagi harga emas, dengan bank sentral China sebagai salah satunya.

Steel memperkirakan peningkatan permintaan sektor resmi di akhir tahun berdasarkan kebijakan diversifikasi jangka panjang. "Selain itu, penurunan harga minyak telah mengurangi tekanan pada beberapa bank sentral untuk menjual," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Banyak Wilayah Diguyur Hujan, Pantau Prakiraan Cuaca Sumut Besok (22/8) dan Lusa

Prakiraan cuaca BMKG Sumut Besok (22/8) dan Lusa (23/8) didominasi hujan ringan. Suhu udara diprediksi mencapai 35°C di wilayah ini.

Prakiraan Cuaca Sumsel Besok Sabtu (22/8) dan Lusa, Waspadai Udara Kabur

BMKG memprakirakan cuaca Sumsel besok Sabtu (22/8) didominasi cerah. Lusa, sejumlah wilayah diprakirakan mengalami udara kabur.

Prakiraan Cuaca Sumbar Besok (21/8) dan Lusa, Wilayah Ini Diguyur Hujan

Hujan ringan berpotensi meluas di Sumbar pada Minggu (23/8). Sebanyak 12 wilayah diprakirakan hujan setelah Sabtu didominasi cerah.

GSMA Ungkap 4 Prioritas yang Bakal Membentuk Ekonomi Digital Asia Pasifik

Mengulik potensi dari ekonomi seluler jelang perhelatan M360 ASEAN 2026. Kontribusi industri ini diproyeksikan naik 40% pada 2030. 

Waspada Potensi Udara Kabur, Intip Prakiraan Cuaca Jogja Besok (22/8) dan Lusa

BMKG memprakirakan tiga wilayah DIY mengalami udara kabur pada Sabtu (22/8), sebelum cuaca berawan mendominasi pada Minggu (23/8).

Promo Alfamart Spesial Maulid Nabi 21-25 Agustus 2026, Es Krim Beli 2 Gratis 1

Manfaatkan promo Alfamart Long Weekend Spesial Maulid Nabi periode 21-25 Agustus 2026 untuk belanja lebih hemat di momen libur panjang.

Mau Liburan ke Bali Akhir Pekan? Cek Prakiraan Cuaca Besok (21/8) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Bali di akhir pekan relatif cerah. Simak wilayah yang berawan dan suhu tertinggi.

SR025 Resmi Ditawarkan, Cek Imbalan dan Daya Tariknya

Pemerintah menawarkan SR025 dengan imbalan tetap 6,80% dan 6,90% per tahun. Simak kelebihan dan risiko sebelum berinvestasi.

Cara Membersihkan Celah Kompor dan Meja Dapur Tanpa Menggeser Oven di Rumah

Celah kompor sering luput dibersihkan dan menjadi tempat lemak serta remah menumpuk. Simak cara mudah membersihkannya di rumah.

7 Tanda Kerusakan Akibat Air di Rumah yang Sering Tak Disadari

Kenali 7 tanda kerusakan akibat air di rumah, dari bau apak sampai tagihan air naik sebelum masalah makin parah.