MOMSMONEY.ID - Kenali 7 tanda kerusakan akibat air di rumah, dari bau apak sampai tagihan air naik sebelum masalah makin parah.
Rumah yang terlihat bersih dan kering belum tentu terbebas dari masalah air. Kebocoran kecil sering tidak disadari karena air merembes perlahan tanpa membuat lantai langsung tergenang.
Melansir dari Southern Living, bau apak, noda air, cat yang menggelembung, hingga perubahan tekanan air dapat menjadi tanda awal yang patut diperiksa.
Di Indonesia, kondisi rumah juga perlu diperhatikan setelah hujan deras karena atap, talang, dan saluran air yang bermasalah bisa memicu rembesan.
“Semakin cepat Anda menanganinya, semakin sedikit kerusakan yang akan terjadi,” ujar David Ragsdale, manajer layanan restorasi Servpro.
Baca Juga: Hijau Alpukat Kembali Tren, Begini Cara Memakainya di Rumah
Mengapa kebocoran kecil perlu diperhatikan?
Kerusakan akibat air tidak selalu dimulai dari kejadian besar. Rembesan dari atap, pipa, kamar mandi, jendela, atau dinding bisa berlangsung diam diam dan baru terlihat setelah material rumah mengalami perubahan.
Karena itu, jangan hanya mengecat ulang dinding yang bernoda. Jika sumber air belum diperbaiki, noda bisa kembali muncul dan kerusakan di balik permukaan dapat semakin meluas.
7 Tanda kerusakan akibat air di rumah
1. Bau apak terus muncul
Bau lembap yang tetap terasa meski ruangan sudah dibersihkan patut dicurigai. Periksa bagian bawah kabinet, sekitar pipa, kamar mandi, plafon, serta sudut ruangan yang jarang terlihat.
Jika bau semakin terasa setelah hujan, periksa pula kemungkinan air masuk melalui atap atau dinding.
2. Jendela sering berembun
Embun pada jendela bisa muncul karena perbedaan suhu dan kelembapan. Namun, kondensasi yang terlalu sering dan disertai dinding lembap atau bercak perlu diperhatikan.
Kondisi ini memang tidak otomatis menunjukkan kebocoran. Ventilasi dan tingkat kelembapan ruangan juga perlu diperiksa.
3. Lantai mulai berubah bentuk
Lantai kayu atau laminasi yang melengkung, celah yang melebar, serta permukaan yang tidak rata dapat berkaitan dengan paparan air.
Ubin yang mendadak longgar dan lis dinding yang mengembang juga patut diperiksa, terutama jika berada dekat kamar mandi atau saluran air.
4. Muncul noda pada plafon atau dinding
Bercak cokelat, kekuningan, atau menyerupai karat dapat menjadi tanda adanya rembesan. Tidak perlu menunggu sampai ukurannya membesar. Jika noda kembali muncul setelah dicat, kemungkinan sumber air masih belum teratasi.
5. Cat menggelembung atau mengelupas
Cat yang tiba tiba menggelembung, retak, atau mengelupas dapat berkaitan dengan kelembapan. Wallpaper juga bisa mengalami perubahan bentuk ketika terkena air.
Namun, pengecatan yang kurang baik dan kelembapan ruangan juga dapat menjadi penyebab, sehingga tanda lain perlu diperhatikan.
6. Tekanan air berubah
Tekanan air yang sebelumnya normal lalu melemah tanpa alasan jelas sebaiknya diperiksa. Penyebabnya bisa berupa sumbatan, masalah katup, atau gangguan pada instalasi.
Jika perubahan tersebut muncul bersamaan dengan area lembap, kemungkinan kebocoran pada saluran air perlu ditelusuri.
7. Penggunaan air meningkat
Tagihan atau pemakaian air yang tiba tiba meningkat meski kebiasaan di rumah tidak berubah juga bisa menjadi petunjuk.
Keran menetes dan toilet yang terus mengalir memang dapat meningkatkan penggunaan air. Jika kedua hal tersebut tidak ditemukan, periksa kemungkinan kebocoran tersembunyi.
Baca Juga: 5 Tren Desain Frank Lloyd Wright yang Kembali Populer di Hunian Modern
Cek kondisi rumah setelah hujan
Pemeriksaan rumah sebaiknya tidak hanya dilakukan dari dalam. Setelah hujan deras, perhatikan atap, talang, dinding luar, jendela, serta area di sekitar fondasi. Beberapa hal yang bisa diperiksa adalah:
- Talang tidak meluap atau bocor.
- Tidak ada genangan di sekitar fondasi.
- Tanah dekat rumah tidak terus menerus basah.
- Lapisan silikon di sekitar jendela masih rapat.
- Tidak ada genteng yang retak atau bergeser.
- Dinding luar tidak menunjukkan perubahan warna.
Jangan langsung menutup noda
Saat menemukan noda, cat mengelupas, atau lantai berubah bentuk, jangan buru buru menutupnya. Cari tahu sumber air terlebih dahulu agar perbaikannya tidak hanya bersifat sementara.
Jika sumber kebocoran sulit ditemukan, pemeriksaan profesional dapat membantu. Alat pengukur kelembapan dan pencitraan termal dapat digunakan untuk menemukan area bermasalah yang tidak terlihat dari permukaan.
Tanda kecil tetap perlu diperhatikan
Kerusakan akibat air sering diawali gejala sederhana yang mudah diabaikan. Bau apak, bercak kecil, lantai yang berubah bentuk, hingga penggunaan air yang meningkat bisa menjadi peringatan awal.
Memeriksa rumah secara berkala, terutama setelah hujan deras, merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu menemukan masalah lebih cepat.
Semakin awal sumber air diketahui, semakin besar peluang kerusakan dapat dibatasi sebelum merambat ke bagian rumah lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News