MOMSMONEY.ID - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam industri kreatif semakin berkembang. Teknologi ini mulai digunakan tidak hanya untuk mempercepat pekerjaan teknis, tetapi juga membantu kreator mengeksplorasi ide, visual, hingga pengembangan cerita.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, penggunaan AI dalam proses kreatif tetap membutuhkan peran manusia. Kreator masih memegang kendali dalam menentukan arah cerita, rasa, serta keputusan akhir sebuah karya.
Aktor Lukman Sardi menilai, AI bisa menjadi alat bantu bagi aktor dalam mempersiapkan karakter. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mencari referensi, memahami latar belakang karakter, hingga mengeksplorasi berbagai pendekatan sebelum proses syuting.
“Teknologi bisa membantu aktor mendapatkan lebih banyak referensi, memahami latar belakang karakter, hingga mengeksplorasi berbagai pendekatan sebelum masuk ke dalam sebuah adegan,” ujar Lukman di Jakarta, Jumat (11/9).
Sineas Mouly Surya melihat, AI bisa membantu proses kerja produser dan sutradara sejak tahap pengembangan hingga produksi. Teknologi dapat digunakan untuk mengeksplorasi ide, mencari referensi, serta memvisualisasikan konsep sebelum masuk ke tahap produksi.
Menurutnya, efisiensi yang ditawarkan teknologi dapat memberikan lebih banyak waktu bagi tim untuk berfokus pada visi dan keputusan kreatif.
Baca Juga: AI Tutor Bahasa Asing Tidak Serta-Merta Gantikan Peran Tutor Manusia, Ini Alasannya
Dari sisi kreator, Gustav Anandhita menilai, AI bisa memperluas ruang eksperimen. Kreator dapat mencoba berbagai pendekatan visual dan melakukan perubahan dengan lebih cepat sehingga memiliki lebih banyak kemungkinan dalam mengembangkan sebuah ide.
Meski memiliki fungsi yang semakin luas, AI tetap sebatas alat pendukung dalam proses kreatif. Arah kreatif, rasa, dan keputusan akhir tetap ditentukan oleh manusia.
Perkembangan penggunaan AI tersebut juga mulai terlihat dalam produksi film pendek. Kreator dari berbagai daerah memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan cerita, mengeksplorasi visual, serta menghasilkan karya dengan pendekatan yang lebih beragam.
Salah satu contohnya terlihat dalam AI Content Fest 2026 yang digelar CapCut. Festival film pendek berbasis AI ini menampilkan 10 karya kreator dari berbagai daerah Indonesia di layar lebar.
Karya-karya yang ditampilkan mengangkat beragam cerita mengenai Indonesia, mulai dari identitas dan budaya, kehidupan sehari-hari, pengalaman, hingga harapan terhadap bangsa.
Dalam festival tersebut, para kreator menggunakan teknologi berbasis AI dalam proses pengembangan karya. Sepuluh film yang terpilih kemudian diputar dan mendapatkan penilaian dari sejumlah profesional industri kreatif, yakni Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.
Baca Juga: Penerapan AI Demi Perluas Pasar bagi UMKM
AI Content Fest 2026 merupakan kompetisi dan festival film pendek nasional dengan tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”. Acara puncaknya berlangsung di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada Jumat (11/9).
Festival tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81. Selain pemutaran film, acara juga mengumumkan pemenang dalam delapan kategori, yakni Student Awards, Most Popular AI Microfilm, Special Selection Award, Best Story, Best Visual, Jury's Special Mention, Next Icon Award, dan Best AI Micro Film.
Salah satu karya yang meraih dua penghargaan adalah “Bayu” karya Ilham Setyawan dari Semarang yang memenangkan kategori Best Story dan Best AI Micro Film.
Penghargaan lainnya diraih “Gerilya” karya Yovan Arya Nugraha dari Bogor untuk Student Awards, “Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81” karya Indrawan Agung dari Bekasi untuk Most Popular AI Microfilm, serta “Dari Tanah untuk Indonesia” karya Adams Taufik dari Bandung untuk Special Selection Award.
Kategori Best Visual diraih “Bulan Tiga Belas” karya Bobi Brilyan Bastenjar dari Tangerang Selatan. Kemudian, Jury's Special Mention diberikan kepada “Hutang Toko Budi” karya I Gede Wahyu Diatmika dari Bali, sedangkan Next Icon Award diraih “Baleo” karya Cahyadi Widianto dari Banten.
Selain festival film, acara tersebut juga menampilkan video musik berbasis AI hasil kolaborasi dengan musisi Raim Laode untuk lagu “Dunia Yang Nanti”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News