MOMSMONEY.ID - Platform pembelajaran bahasa, Cakap yang mengandalkan tutor manusia, menilai kehadiran AI tutor bahasa asing tidak serta-merta menggantikan peran tutor manusia.
Cakap justru melihat AI sebagai teknologi yang dapat memperkuat efektivitas proses belajar sekaligus membuka peluang bagi model pembelajaran hybrid.
Yohan Limerta, Chief Technology Officer Cakap, mengatakan, peran tutor manusia masih sulit dipisahkan dari proses pembelajaran bahasa.
Pasalnya, kemampuan berbahasa tidak hanya berkaitan dengan grammar, vocabulary maupun kemampuan menjawab soal, tetapi juga bagaimana seseorang berkomunikasi dalam konteks kehidupan nyata.
"Belajar bahasa juga berarti belajar bagaimana berkomunikasi, memahami konteks, budaya, ekspresi, dan nuansa dalam interaksi dengan orang lain," kata Yohan, Selasa (1/9).
Sementara komunikasi dalam proses belajar ini membutuhkan interaksi manusia secara langsung, termasuk kemampuan guru untuk membaca respons, emosi dan kesulitan siswa yang tidak selalu dapat terlihat dari data atau pola belajar.
Baca Juga: Cakap Hadirkan Cakap Next, Program Belajar Online untuk Remaja
Di sisi lain, AI memang memberikan kemampuan yang kuat untuk membuat pembelajaran menjadi lebih personal. AI dapat mengingat progres siswa, memberikan latihan tambahan sesuai kelemahan mereka, memberikan feedback secara real time, dan memungkinkan siswa berlatih kapan saja.
Ini membuat waktu bersama tutor dapat digunakan untuk hal-hal yang memiliki nilai lebih tinggi, seperti conversation, pronunciation, critical thinking, dan membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa.
"Bagi Cakap, justru kombinasi inilah yang menjadi peluang: bagaimana teknologi AI dapat membuat seorang tutor menjadi jauh lebih efektif, bukan membuat tutor menjadi tidak relevan," jelas Yohan.
Strategi Cakap
Ke depan, Cakap melihat model pembelajaran Cakap akan semakin mengarah ke kombinasi antara human tutor dan AI, bukan memilih salah satunya.
Cakap tetap mempertahankan live classes dengan real tutor karena interaksi langsung tetap sangat penting dalam pembelajaran bahasa.
Di kelas, siswa tidak hanya belajar struktur bahasa, tetapi juga bagaimana berkomunikasi secara natural, memahami konteks dan budaya, serta membangun confidence ketika menggunakan bahasa dalam situasi nyata.
Baca Juga: Ide Caption Wisuda Bahasa Inggris Paling Inspiratif dan Berkesan
Di sisi lain, kami melihat self-learning dengan Fluency AI, yaitu chatbot tutor Cakap, sebagai complementary experience yang memungkinkan siswa belajar dan berlatih di luar kelas.
AI dapat memberikan personalized practice, conversation practice, feedback secara real time, serta menyesuaikan latihan berdasarkan progres dan kelemahan masing-masing siswa.
Di Cakap, Yohan melihat kombinasi antara live classes dengan real tutor dan self-learning dengan Fluency AI sebagai model yang sangat menarik.
AI dapat menangani kebutuhan latihan yang sifatnya repetitive dan personalized, sementara tutor manusia fokus pada interaksi, coaching, komunikasi, dan konteks budaya yang membutuhkan human touch.
Dengan model ini, AI bukan hanya membuat biaya belajar lebih terjangkau, tetapi juga memungkinkan siswa mendapatkan lebih banyak learning hours tanpa harus selalu membayar untuk setiap jam interaksi dengan tutor.
"Jadi, bagi Cakap pertanyaannya bukan apakah AI akan menggantikan tutor manusia, tetapi bagaimana AI dapat membuat pembelajaran bahasa Inggris berkualitas menjadi lebih accessible, scalable, dan efektif bagi lebih banyak orang," jelas Yohan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News