MOMSMONEY.ID - Tidak cuma memunculkan ancaman baru, kecerdasan buatan atau AI juga mulai digunakan untuk memperkuat sistem keamanan siber sebuah bisnis.
Studi dari Fortinet bersama Forrester Consulting menunjukkan, 69% bisnis mengkhawatirkan ancaman berbasis AI.
Di sisi lain, meningkatnya jumlah sistem yang tidak terintegrasi dan volume peringatan yang tinggi membuat banyak ancaman sulit terdeteksi dengan cepat.
Saat ini, banyak bisnis menghadapi tantangan karena sistem keamanan yang terpisah-pisah, visibilitas yang terbatas, dan volume alert yang terus meningkat.
"Kondisi ini membuat tim keamanan semakin sulit membedakan ancaman nyata dan merespons dengan cepat," ujar Country Director Fortinet Indonesia Edwin Lim dalam keterangan resmi Rabu (6/5).
Baca Juga: Andalkan Teknologi AI, TipTip Cetak Profit dengan Platform SatuSatu
Di tengah kondisi tersebut, AI justru dimanfaatkan untuk membantu sistem keamanan bekerja lebih efektif.
Pertama, AI membantu meningkatkan akurasi dalam mendeteksi ancaman. Dengan kemampuan analisis data, sistem bisa lebih cepat mengenali pola yang mencurigakan.
Kedua, AI mempercepat respons saat terjadi insiden. Hal ini penting karena ancaman siber berkembang sangat cepat dan membutuhkan penanganan segera.
Ketiga, AI membantu mengurangi proses manual. Studi mencatat 43% organisasi masih mengandalkan alur kerja manual dalam menangani ancaman, yang berpotensi memperlambat respons.
Baca Juga: Ternyata AI Hanya Punya Peran 20% di Bisnis, Ini Faktanya
Agar bekerja optimal, AI perlu didukung sistem yang terintegrasi. Dengan sistem yang saling terhubung, visibilitas terhadap ancaman menjadi lebih jelas dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
"Bisnis saat ini tidak hanya membutuhkan perlindungan, tetapi juga efisiensi operasional. Karena itu, integrasi, otomatisasi, dan pemanfaatan AI menjadi semakin penting untuk membantu mempercepat deteksi dan respons ancaman," kata Edwin.
Namun, penggunaan AI tidak bisa berdiri sendiri. VP of Marketing and Communications APAC Fortinet Rashish Pandey mengingatkan, tanpa sistem yang terhubung, AI justru bisa menambah kompleksitas.
"Organisasi menaruh ekspektasi besar pada AI untuk mentransformasi operasi keamanan. Namun tanpa visibilitas terpadu dan data yang terhubung lintas lingkungan, AI justru berisiko memperbesar kompleksitas alih-alih menguranginya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News