MOMSMONEY.ID - Perkembangan artificial intelligence (AI) memang semakin pesat dan banyak dimanfaatkan perusahaan. Namun, perannya ternyata belum sepenuhnya dominan dalam transformasi bisnis.
Dalam diskusi yang digelar PT VADS Indonesia, terungkap bahwa teknologi hanya menyumbang sebagian kecil dari keseluruhan proses digitalisasi.
Teknologi hanya mencakup sekitar 20% dari proses digitalisasi, sementara 80% lainnya ditentukan oleh kesiapan operasional dan peran manusia, termasuk kontribusi tenaga ahli di PT VADS Indonesia.
Artinya, meski AI canggih, bisnis tetap sangat bergantung pada manusia. Ada beberapa alasan mengapa peran manusia masih jauh lebih besar.
Pertama, kesiapan operasional. Transformasi digital tidak hanya soal memasang teknologi, tetapi juga bagaimana sistem kerja, alur bisnis, hingga budaya perusahaan bisa menyesuaikan.
Kedua, pengambilan keputusan. AI memang membantu mengolah data, tetapi keputusan strategis tetap membutuhkan pertimbangan manusia.
Baca Juga: AI Makin Jadi Bagian Penting Kehidupan Sehari-hari
Ketiga, pengalaman pelanggan. Sentuhan manusia masih dibutuhkan untuk memahami kebutuhan konsumen secara lebih personal.
Di sisi lain, AI tetap punya peran penting sebagai pendukung. CEO PT VADS Indonesia Idi Amir Ismail mengatakan, teknologi ini membantu perusahaan bekerja lebih efisien.
"Agentic AI memungkinkan perusahaan bergerak lebih cepat, adaptif, dan presisi dalam merespons kebutuhan pelanggan," ujarnya dalam keterangan resmi Kamis (23/4).
Melalui pemanfaatan yang tepat, teknologi ini tidak hanya membantu mengotomatisasi proses, tetapi juga memperkuat pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan pengalaman pelanggan secara menyeluruh," kata dia.
Jadi, AI bukan pengganti manusia, melainkan pelengkap. Kunci sukses bisnis tetap terletak pada keseimbangan antara teknologi dan peran manusia dalam menjalankannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News