M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Ternyata AI Hanya Punya Peran 20% di Bisnis, Ini Faktanya

Ternyata AI Hanya Punya Peran 20% di Bisnis, Ini Faktanya
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Perkembangan artificial intelligence (AI) memang semakin pesat dan banyak dimanfaatkan perusahaan. Namun, perannya ternyata belum sepenuhnya dominan dalam transformasi bisnis.

Dalam diskusi yang digelar PT VADS Indonesia, terungkap bahwa teknologi hanya menyumbang sebagian kecil dari keseluruhan proses digitalisasi.

Teknologi hanya mencakup sekitar 20% dari proses digitalisasi, sementara 80% lainnya ditentukan oleh kesiapan operasional dan peran manusia, termasuk kontribusi tenaga ahli di PT VADS Indonesia.

Artinya, meski AI canggih, bisnis tetap sangat bergantung pada manusia. Ada beberapa alasan mengapa peran manusia masih jauh lebih besar.

Pertama, kesiapan operasional. Transformasi digital tidak hanya soal memasang teknologi, tetapi juga bagaimana sistem kerja, alur bisnis, hingga budaya perusahaan bisa menyesuaikan.

Kedua, pengambilan keputusan. AI memang membantu mengolah data, tetapi keputusan strategis tetap membutuhkan pertimbangan manusia.

Baca Juga: AI Makin Jadi Bagian Penting Kehidupan Sehari-hari

Ketiga, pengalaman pelanggan. Sentuhan manusia masih dibutuhkan untuk memahami kebutuhan konsumen secara lebih personal.

Di sisi lain, AI tetap punya peran penting sebagai pendukung. CEO PT VADS Indonesia Idi Amir Ismail mengatakan, teknologi ini membantu perusahaan bekerja lebih efisien.

"Agentic AI memungkinkan perusahaan bergerak lebih cepat, adaptif, dan presisi dalam merespons kebutuhan pelanggan," ujarnya dalam keterangan resmi Kamis (23/4).

Melalui pemanfaatan yang tepat, teknologi ini tidak hanya membantu mengotomatisasi proses, tetapi juga memperkuat pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan pengalaman pelanggan secara menyeluruh," kata dia.

Jadi, AI bukan pengganti manusia, melainkan pelengkap. Kunci sukses bisnis tetap terletak pada keseimbangan antara teknologi dan peran manusia dalam menjalankannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 24-30 April 2026, Sunlight Korean Hanya Rp 8.900

Manfaatkan promo Alfamart Paling Murah Sejagat periode 24-30 April 2026 untuk belanja lebih hemat. Cek di sini.

Harga Emas Menuju Penurunan Mingguan 3%, Ketegangan di Hormuz Meningkat

Harga emas menuju penurunan lebih dari 3% selama seminggu, dan mengakhiri kenaikan selama empat minggu.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (25/4), Hujan Lebat Guyur Banyak Provinsi

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Sabtu 25 April 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Hujan Lebat Turun di Mana? Ini Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (25/4) di Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (25/4) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di wilayah berikut ini.

Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 24-30 April, Bihunku Beli 3 Gratis 1

Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat hanya berlaku 24-30 April 2026. Lihat selengkapnya di sini! 

Promo PSM Alfamart Periode 24-30 April 2026, Sampo Pantene Diskon Rp 19.000

Manfaatkan promo PSM Alfamart periode 24-30 April 2026 untuk belanja lebih untung. Cek promonya di sini.

Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 24-30 April 2026, Bihunku Beli 3 Gratis 1

Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat ini hanya berlaku 24-30 April 2026. Lihat selengkapnya agar tidak ketinggalan!

Lis Lantai Kusam? Ini Cara Membersihkannya biar Kinclong Tanpa Cat Ulang

Lis lantai kusam bisa kembali kinclong tanpa cat ulang cukup pakai bahan sederhana dan teknik tepat di rumah. Cek ulasan berikut ini, ya.​

Tren Halaman Belakang yang Bisa Sulap Rumah Jadi Tempat Healing Nyaman

Ide tren halaman belakang 2026 yang bikin rumah makin nyaman, estetik, dan cocok jadi tempat healing modern keluarga Indonesia.​

Ini Jenis Tanah Mengandung Emas lo, Cek Ciri Alami dan Persebarannya di Indonesia

Kenali tanda alami tanah yang mengandung emas serta lokasi potensial di Indonesia, agar tidak salah memahami peluang sumber daya.​