M O M S M O N E Y I D
Bugar

8 Mitos tentang Protein yang Tidak Perlu Dipercaya

8 Mitos tentang Protein yang Tidak Perlu Dipercaya
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ini, lo, beberapa mitos tentang protein yang tidak perlu dipercaya.

Protein sering menjadi topik yang banyak dibicarakan ketika membahas pola makan sehat. Nutrisi ini dikenal penting untuk membangun otot, memperbaiki jaringan tubuh, hingga mendukung sistem kekebalan. Karena perannya yang besar, protein juga sering dikaitkan dengan berbagai tren diet dan kebiasaan makan modern.

Namun, popularitas protein juga memunculkan banyak informasi yang tidak selalu tepat. Berbagai mitos tentang protein masih beredar luas, mulai dari anggapan bahwa protein hanya dibutuhkan oleh atlet hingga keyakinan bahwa konsumsi protein tinggi selalu berbahaya bagi kesehatan.

Padahal, pemahaman yang kurang tepat tentang protein dapat membuat seseorang salah dalam mengatur pola makan sehari hari. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga: 19 Makanan Penurun Berat Badan yang Tinggi Protein

Melansir dari laman Health, di bawah ini beberapa mitos tentang protein yang tidak perlu dipercaya:

1. Tubuh Hanya Bisa Menyerap 30 Gram Protein Sekali Makan

Ada anggapan bahwa tubuh hanya mampu menyerap sekitar 30 gram protein dalam satu kali makan. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Sebuah penelitian pada 2023 menunjukkan bahwa konsumsi 100 gram protein dapat memberikan respons anabolik yang lebih besar dan bertahan lebih lama dibandingkan konsumsi 25 gram protein. Respons anabolik adalah proses ketika tubuh membangun jaringan otot baru.

Artinya, tubuh sebenarnya mampu memproses protein dalam jumlah lebih besar. Selain untuk membentuk otot, asam amino dari protein juga digunakan untuk berbagai fungsi lain, seperti mengatur hormon, menghasilkan enzim, memperbaiki jaringan, dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

2. Orang yang Lebih Tua Tidak Membutuhkan Banyak Protein

Sebagian orang percaya bahwa kebutuhan protein akan menurun seiring bertambahnya usia. Faktanya, orang yang lebih tua justru membutuhkan protein yang cukup untuk menjaga kesehatan tubuh.

Seiring bertambahnya usia, massa otot secara alami akan berkurang. Selain itu, tubuh juga menjadi kurang efisien dalam memanfaatkan protein, kondisi yang dikenal sebagai resistensi anabolik.

Karena itu, orang berusia 65 tahun ke atas biasanya membutuhkan sekitar 1,0 hingga 1,3 gram protein per kilogram berat badan setiap hari untuk menjaga kesehatan dan fungsi fisik. Mereka yang rutin melakukan latihan kekuatan bahkan mungkin membutuhkan lebih banyak protein.

3. Protein Harus Dikonsumsi Tepat Setelah Olahraga

Banyak orang percaya bahwa minum protein shake atau makan makanan tinggi protein segera setelah olahraga adalah hal yang wajib untuk membentuk otot.

Memang, protein setelah olahraga dapat membantu proses pemulihan otot. Namun, penelitian menunjukkan bahwa total asupan protein harian sebenarnya jauh lebih penting dibandingkan waktu konsumsinya.

Bagi kebanyakan orang, cara terbaik untuk membangun otot adalah dengan mengombinasikan latihan kekuatan dengan pola makan yang menyediakan sekitar 1,6 hingga 3,3 gram protein per kilogram berat badan setiap hari. Selain itu, beberapa ahli juga menyarankan agar konsumsi protein dibagi merata sepanjang hari, seperti saat sarapan, makan siang, makan malam, dan camilan.

4. Diet Tinggi Protein Merusak Ginjal

Mitos lain yang cukup populer adalah bahwa konsumsi protein dalam jumlah tinggi dapat merusak ginjal.

Memang benar bahwa metabolisme protein menghasilkan limbah nitrogen yang harus disaring oleh ginjal. Namun, pada orang yang sehat, hal ini tidak menimbulkan masalah.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein hingga beberapa kali lipat dari rekomendasi harian tetap aman bagi orang dengan ginjal yang sehat. Namun, bagi penderita penyakit ginjal, asupan protein biasanya perlu dibatasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Baca Juga: 6 Makanan yang Tinggi Protein dan Serat, Bagus untuk Kesehatan!

5. Rekomendasi Asupan Protein Harian Sudah Cukup untuk Semua Orang

Rekomendasi asupan protein harian atau Recommended Dietary Allowance (RDA) saat ini adalah sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan. Banyak orang mengira angka ini merupakan jumlah ideal yang harus dikonsumsi.

Padahal, RDA sebenarnya hanya menunjukkan jumlah minimum yang dibutuhkan tubuh untuk mencegah kekurangan protein dan kehilangan massa otot.

Banyak orang membutuhkan lebih banyak protein untuk menjaga kesehatan secara optimal. Misalnya, orang yang rutin berolahraga biasanya membutuhkan sekitar 1,2 hingga 2,0 gram protein per kilogram berat badan setiap hari.

6. Protein Hanya Bisa Didapatkan dari Daging

Ada juga anggapan bahwa satu satunya cara mendapatkan cukup protein adalah dengan mengonsumsi daging.

Memang benar bahwa sebagian besar protein nabati tidak mengandung semua asam amino esensial dalam jumlah lengkap. Namun, kebutuhan protein tetap dapat dipenuhi melalui makanan nabati jika dikonsumsi secara bervariasi.

Sumber protein nabati yang baik antara lain kedelai, kacang kacangan, kacang polong, lentil, serta berbagai produk olahan kedelai. Dengan mengombinasikan berbagai sumber makanan tersebut, kebutuhan protein harian tetap dapat terpenuhi.

7. Konsumsi Protein Tinggi Merusak Tulang

Dulu pernah ada anggapan bahwa diet tinggi protein dapat membuat kalsium keluar dari tulang sehingga meningkatkan risiko pengeroposan tulang.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak benar. Protein justru memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang.

Sekitar 50% volume tulang dan sepertiga massanya terdiri dari protein. Kekurangan protein justru dapat menurunkan kepadatan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang serta penyakit tulang seperti osteoporosis.

8. Protein Hanya Penting bagi Orang yang Aktif

Banyak orang berpikir bahwa protein hanya penting bagi atlet atau orang yang rutin berolahraga. Padahal, protein dibutuhkan oleh semua orang, termasuk mereka yang tidak aktif secara fisik.

Protein memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh, seperti membantu menjaga rasa kenyang, mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu produksi hormon dan enzim, serta menjaga struktur organ.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dewasa sehat sebaiknya mengonsumsi sekitar 1,0 hingga 1,2 gram protein per kilogram berat badan setiap hari, terlepas dari tingkat aktivitas fisik mereka.

Baca Juga: 6 Sumber Protein Anti Inflamasi yang Bagus untuk Dikonsumsi

Itulah beberapa mitos tentang protein yang tidak perlu dipercaya. Semoga membantu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Bakmi GM Khusus Pakai Mandiri, Bakmi Special Cuma Rp 15.000 Hari Ini

Dapatkan menu Bakmi Special GM hanya Rp 15.000 dari promo Bakmi GM setiap hari Sabtu dan Minggu khusus pengguna QRIS Movin by Mandiri Taspen.

4 Ciri-Ciri Stres Berat pada Wanita, Salah Satunya Haid Tidak Teratur

Stres berat pada wanita bisa memengaruhi sistem endokrin. Wajib tahu, ini 4 ciri-ciri stres berat pada wanita.

Pendapatan Kreator Spotify Melonjak 90% Lewat Fitur Membership Terbaru

Kreator kini bisa meraup 90% pendapatan dari langganan. Simak syarat lengkap dan cara kerjanya sebelum terlambat!,

Ada Brokoli, Ini 4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang

Beberapa jenis sayuran sangat sensitif terhadap suhu panas tinggi. Berikut 4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang ya.

7 Promo Payday Oktober 2026, Diskon Kuliner Seru dari Subway hingga Richeese

Sambut gajian dengan berburu kuliner favorit lewat promo Payday edisi Oktober 2026. Beli paket makan hemat di Subway, McD, A&W, hingga Richeese.

4 Orang yang Tidak Dianjurkan Minum Air Kelapa, Apakah Anda Termasuk?

Air kelapa ternyata tidak selalu aman untuk dikonsumsi oleh semua orang lo. Inilah 4 orang yang tidak dianjurkan minum air kelapa.

Trik Makan Mangga Tanpa Kambuh Asam Urat: Cek Batas Porsi Aman

Mangga tergolong rendah purin, namun kadar fruktosanya bisa memicu produksi asam urat di hati. Pelajari batas porsi aman agar tidak kambuh.

Hasil French Open 2026: Ubed Capai Final Pertama Super 750, Kalahkan Juara Dunia

Hasil French Open 2026 babak final, Sabtu (24/10), tunggal putra M. Zaki Ubaidillah mencapai partai final pertama level Super 750.

Daftar 7 Film Slice of Life Paling Populer dari Indonesia

Pernah dengar genre slice of life? Ternyata ada beberapa film Indonesia yang memiliki genre tersebut. Ini daftarnya.

Risiko Jantung Mengintai Akibat Makanan Tinggi Natrium & Kolesterol Jahat

Pola makan tinggi natrium dan kolesterol diam-diam memicu penyakit jantung. Simak panduan diet tepat untuk menekan kadar LDL Anda.