MOMSMONEY.ID - Ada beberapa sumber protein anti inflamasi yang bagus untuk dikonsumsi. Cek selengkapnya di sini, yuk!
Inflamasi atau peradangan adalah respons alami tubuh saat menghadapi infeksi atau cedera. Dalam jangka pendek, proses ini membantu penyembuhan.
Namun, jika berlangsung terus menerus, peradangan kronis dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti jantung, diabetes, gangguan sendi, hingga masalah metabolisme. Karena itu, memilih asupan makanan yang tepat menjadi langkah penting untuk menjaga tubuh tetap seimbang.
Protein bukan hanya berfungsi membangun otot. Beberapa sumber protein juga mengandung senyawa anti inflamasi yang membantu menekan peradangan dalam tubuh.
Dengan memilih sumber protein yang tepat, Anda tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi harian, tetapi juga mendukung kesehatan jangka panjang.
Baca Juga: 10 Sumber Protein Paling Tinggi yang Layak untuk Dikonsumsi
Melansir dari laman Health, berikut beberapa sumber protein anti inflamasi yang bagus untuk dikonsumsi:
1. Ikan Berlemak
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, trout, dan makarel merupakan salah satu sumber terbaik asam lemak omega 3. Kandungan ini dikenal memiliki efek anti inflamasi yang kuat.
Omega 3 membantu menurunkan produksi zat pemicu peradangan di dalam tubuh. Selain itu, ikan berlemak juga mengandung selenium, mineral yang memiliki sifat antioksidan dan mendukung sistem imun.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan berlemak dapat membantu menurunkan kadar protein C reaktif atau CRP, yaitu penanda peradangan dalam darah. Konsumsi rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa penyakit kronis yang berhubungan dengan inflamasi.
2. Kacang dan Lentil
Kacang kacangan dan lentil adalah sumber protein nabati yang tinggi serat. Dalam 1 cangkir lentil terkandung sekitar 18 gram protein, menjadikannya pilihan yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi harian Anda.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan usus. Usus yang sehat membantu mengontrol peradangan sistemik dalam tubuh. Selain itu, serat juga membantu menstabilkan gula darah dan mencegah kenaikan berat badan berlebih.
Kacang dan lentil juga mengandung antioksidan seperti polifenol yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
3. Produk Susu Fermentasi
Kefir, yogurt Yunani, dan keju cottage adalah contoh produk susu fermentasi yang kaya protein sekaligus probiotik. Probiotik merupakan bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam usus.
Kesehatan usus sangat berkaitan dengan sistem imun dan pengendalian peradangan. Probiotik membantu mengurangi bakteri pemicu inflamasi serta mendukung respons kekebalan tubuh yang lebih seimbang.
Anda dapat mengonsumsi yogurt Yunani atau kefir sebagai sarapan atau camilan sehat yang mengenyangkan.
Baca Juga: 8 Makanan Kaya Protein untuk Mengontrol Gula Darah
4. Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian
Almond, biji labu, biji rami, dan biji chia mengandung protein, lemak sehat, serta antioksidan yang mendukung pengendalian peradangan.
Biji rami kaya akan asam alfa linolenat atau ALA, yaitu jenis omega 3 yang memiliki efek anti inflamasi. Biji chia mengandung selenium, sementara almond kaya vitamin E yang berperan sebagai antioksidan kuat.
Mengonsumsi kacang dan biji secara rutin dalam jumlah wajar dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel dan penyakit kronis.
5. Tahu dan Tempe
Tahu dan tempe merupakan sumber protein dari kedelai yang kaya isoflavon. Isoflavon adalah senyawa tanaman dengan sifat antioksidan dan anti inflamasi.
Pola makan yang memasukkan protein kedelai terbukti membantu menurunkan kadar CRP dalam darah. Mengganti sebagian konsumsi daging merah dengan tahu atau tempe juga dapat membantu menekan risiko peradangan kronis.
Tempe memiliki keunggulan tambahan karena proses fermentasinya menghasilkan probiotik alami yang baik untuk kesehatan usus.
6. Telur
Telur utuh adalah sumber protein berkualitas tinggi yang padat nutrisi. Meskipun putih telur kaya protein, kuning telur mengandung sebagian besar vitamin dan mineral penting.
Kuning telur mengandung vitamin A, D, dan E, serta selenium, lutein, dan zeaxanthin. Nutrisi tersebut memiliki sifat anti inflamasi dan antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur utuh dalam pola makan seimbang dapat membantu mengurangi peradangan, terutama jika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat.
Baca Juga: 8 Makanan Sumber Protein yang Bagus untuk Kesehatan Jantung
Itulah beberapa sumber protein anti inflamasi yang bagus untuk dikonsumsi. Semoga bermanfaat.
Selanjutnya: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Duta Inti Varia Insurance Broker
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News