MOMSMONEY.ID - Tahukah bahwa ada sejumlah makanan olahan yang bisa bikin tekanan darah naik, lo! Apa saja?
Tekanan darah tinggi sering berkembang secara perlahan tanpa disadari. Pola makan menjadi salah satu faktor utama yang berperan besar dalam kondisi ini, terutama konsumsi makanan olahan.
Banyak makanan olahan mengandung natrium, lemak tidak sehat, serta bahan tambahan yang dapat memicu lonjakan tekanan darah. Jika dikonsumsi terlalu sering, risiko hipertensi dan komplikasinya pun ikut meningkat.
Baca Juga: 7 Cara Sehat Konsumsi Buah Bit untuk Tekanan Darah, Mau Coba?
Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa makanan olahan yang bisa bikin tekanan darah naik:
1. Makanan Beku
Makanan beku seperti pizza, burrito, dan frozen meal biasanya mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Garam ditambahkan untuk memperpanjang masa simpan sekaligus memperkuat rasa.
Dalam beberapa produk, kandungan natriumnya bahkan bisa mencapai 25% atau lebih dari batas asupan harian yang dianjurkan untuk orang dewasa.
Pedoman Diet untuk Orang Amerika menyarankan agar konsumsi natrium tidak melebihi 2.300 miligram per hari. Asupan natrium yang berlebihan diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi.
2. Daging yang Diawetkan
Daging olahan atau daging awetan dibuat dengan menambahkan garam, rempah-rempah, serta bahan pengawet seperti nitrit dan nitrat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa nitrit dalam daging awetan dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.
Diduga, zat ini memicu stres oksidatif yang berperan dalam terjadinya hipertensi, meski penelitian lanjutan masih dibutuhkan.
3. Minuman Manis
Minuman bersoda, minuman energi, dan minuman berpemanis lainnya dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.
Minuman ini merupakan sumber utama gula tambahan yang dapat memicu peradangan dalam tubuh dan berdampak pada tekanan darah.
Analisis data menunjukkan bahwa orang dengan konsumsi minuman manis tinggi memiliki risiko hipertensi lebih besar dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Baca Juga: 5 Jus yang Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi secara Alami
4. Camilan Kemasan
Keripik, kerupuk, dan camilan kemasan lainnya sering kali tinggi natrium serta lemak jenuh atau lemak trans. Kombinasi ini dapat memicu peradangan, meningkatkan stres oksidatif, dan mengganggu profil lemak darah.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berkontribusi pada naiknya tekanan darah. Saat memilih camilan, sebaiknya perhatikan kandungan gula, garam, dan lemaknya.
5. Makanan Cepat Saji
Makanan cepat saji umumnya mengandung natrium, lemak jenuh, lemak trans, dan gula tambahan dalam jumlah besar. Bahan-bahan ini digunakan untuk menunjang produksi massal dan memperpanjang daya simpan.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan cepat saji memiliki risiko hipertensi lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya. Tinggal di area dengan kepadatan restoran cepat saji juga dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi.
Meski demikian, konsumsi sesekali dalam jumlah wajar masih dapat ditoleransi oleh sebagian orang sehat, terutama jika memilih menu yang lebih seimbang.
6. Gorengan
Makanan yang digoreng seperti ayam goreng dan kentang goreng mengandung natrium serta lemak jenuh dan trans yang tinggi. Zat-zat ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.
Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi gorengan berkaitan dengan risiko hipertensi, obesitas, serta kondisi pra-hipertensi, terutama pada wanita.
Baca Juga: 12 Tips Aman Turunkan Tekanan Darah Tinggi yang Efektif
7. Alkohol
Alkohol dapat memicu kenaikan tekanan darah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Konsumsi tiga atau lebih minuman beralkohol per hari dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih tinggi.
Alkohol juga memengaruhi sistem saraf pusat, sehingga tekanan darah bisa meningkat tidak lama setelah dikonsumsi.
8. Makanan Kaleng
Sebagian makanan kaleng mengandung natrium tinggi yang dapat memicu kenaikan tekanan darah. Meski tidak semua produk kaleng tinggi garam, tetap penting untuk memeriksa label nutrisinya.
Membilas makanan kaleng sebelum dikonsumsi dapat membantu mengurangi kadar natrium. Selain itu, ada dugaan bahwa lapisan kaleng yang mengandung BPA dapat memengaruhi hormon dan berdampak pada tekanan darah, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Itulah beberapa makanan olahan yang bisa bikin tekanan darah naik. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: 5 Makanan Sehari-hari yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik
Selanjutnya: IHSG Melorot Terkena Dampak MSCI, Saatnya Buy on Weakness?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News