MOMSMONEY.ID - Ada beberapa jenis pasta yang aman untuk gula darah, lho. Yuk, intip daftarnya berikut ini!
Pasta sering dianggap sebagai musuh bagi kadar gula darah karena terbuat dari tepung yang kaya karbohidrat. Banyak orang yang berusaha mengontrol gula darah langsung menghindarinya tanpa mencari tahu lebih jauh.
Padahal, tidak semua pasta memiliki efek yang sama terhadap lonjakan glukosa. Jenis bahan baku, kandungan serat, serta tingkat pengolahan sangat memengaruhi respons gula darah setelah dikonsumsi.
Indeks glikemik dan kandungan serat menjadi dua faktor penting dalam memilih pasta yang lebih ramah bagi gula darah. Pasta dengan serat tinggi dan proses pengolahan minimal cenderung dicerna lebih lambat, sehingga membantu menjaga kadar gula tetap stabil.
Baca Juga: 14 Cara Alami Menurunkan Gula Darah yang Tinggi, Mau Coba?
Melansir dari laman Health, berikut ini beberapa jenis pasta yang aman untuk gula darah:
1. Pasta Buncis
Pasta buncis dibuat dari buncis yang digiling menjadi tepung dan kadang dicampur dengan protein kacang polong atau nasi.
Buncis mengandung serat dan protein yang cukup tinggi sehingga proses pencernaan berjalan lebih lambat. Penyerapan karbohidrat terjadi secara bertahap dan kenaikan gula darah tidak terlalu cepat. Rasa kenyang juga bisa bertahan lebih lama setelah makan.
Pasta ini sesuai untuk orang dengan resistensi insulin, pradiabetes, diabetes tipe 2, atau mereka yang cepat merasa lapar setelah makan pasta biasa.
2. Pasta Lentil
Pasta lentil terbuat dari tepung lentil merah atau hijau dan terkadang dipadukan dengan tepung kacang polong.
Lentil kaya akan serat dan protein nabati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lentil menghasilkan kenaikan gula darah setelah makan yang lebih rendah dibandingkan produk dari biji bijian olahan.
Jenis ini cocok bagi orang yang ingin mendapatkan asupan protein lebih tinggi sambil menjaga gula darah tetap stabil.
3. Pasta dengan Tambahan Protein
Pasta ini biasanya berbahan dasar semolina gandum yang dicampur dengan sumber protein seperti protein kacang polong, tepung quinoa, tepung lentil, atau tepung buncis.
Kandungan protein yang lebih tinggi membantu memperlambat proses pengosongan lambung sehingga karbohidrat tidak diserap terlalu cepat. Makanan tinggi protein juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan membantu mengurangi lonjakan gula darah.
Pilihan ini sesuai untuk orang yang aktif atau yang ingin menikmati pasta dengan kandungan protein lebih tinggi.
Baca Juga: 11 Obat Herbal agar Gula Darah Tinggi Turun secara Alami
4. Mie Konjac
Mie ini dibuat dari tepung konjac yang berasal dari umbi konjac. Konjac mengandung glukomanan yaitu serat larut. Karena rendah karbohidrat dan tinggi serat, mie ini membantu menjaga kenaikan gula darah tetap rendah setelah makan.
Mie konjac cocok bagi mereka yang sensitif terhadap pati atau sedang menjalani pola makan rendah karbohidrat.
5. Pasta Edamame
Pasta edamame terbuat dari kedelai yang diolah menjadi tepung. Pasta ini tinggi protein dan serat. Makanan berbahan dasar kedelai dapat membantu menjaga respons gula darah tetap stabil sekaligus mendukung kesehatan jantung.
Jenis ini sesuai untuk orang yang mencari makanan tinggi protein yang juga baik bagi kesehatan jantung.
6. Pasta Gandum Utuh
Pasta gandum utuh dibuat dari biji gandum utuh yang tidak banyak diproses. Kandungan seratnya lebih tinggi dibanding pasta putih sehingga penyerapan gula berlangsung lebih lambat.
Namun kandungan serat dan proteinnya biasanya masih lebih rendah dibanding pasta dari kacang-kacangan sehingga respons gula darah bisa berbeda pada setiap orang.
Pasta ini cocok bagi mereka yang ingin tetap menikmati rasa pasta yang familiar dengan pilihan yang sedikit lebih baik untuk gula darah.
Baca Juga: 5 Jenis Roti yang Aman untuk Gula Darah Anda, Apa Saja?
Itulah beberapa jenis pasta yang aman untuk gula darah. Semoga bermanfaat.
Selanjutnya: AS-Indonesia Sepakati Perjanjian Dagang, Tarif Impor Tekstil dari RI Akan Jadi 0%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News