MOMSMONEY.ID - Tahukah ternyata ada beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi bersama teh, lho. Yuk, intip di sini!
Teh menjadi salah satu minuman favorit yang sering dinikmati saat sarapan, bekerja, atau bersantai. Rasanya yang hangat dan menenangkan membuat teh terasa cocok diminum kapan saja. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa teh ternyata dapat memengaruhi cara kerja beberapa jenis obat di dalam tubuh.
Kandungan kafein, tanin, hingga senyawa antioksidan pada teh dapat mengganggu penyerapan obat tertentu atau meningkatkan efek sampingnya. Akibatnya, obat mungkin tidak bekerja secara optimal atau justru menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.
Supaya lebih aman, penting mengetahui jenis obat apa saja yang sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan teh.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Teh untuk Mengatasi Stres secara Alami
Melansir dari Health, berikut beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi bersama teh:
1. Aspirin
Beberapa teh seperti teh cranberry, jahe, dan ginkgo biloba dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikonsumsi bersama aspirin, terutama dalam jumlah besar.
Aspirin sendiri dapat memperlambat proses pembekuan darah. Jika dikombinasikan dengan teh tertentu, risiko perdarahan di lambung atau otak bisa meningkat.
2. Suplemen Zat Besi
Teh hijau dan teh hitam mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh. Tanin akan mengikat zat besi sehingga tubuh lebih sulit menyerapnya.
Hal ini perlu diperhatikan oleh orang yang rentan kekurangan zat besi, seperti ibu hamil, wanita menstruasi, ibu setelah melahirkan, atau pelari jarak jauh.
Untuk membantu penyerapan zat besi tetap optimal, sebaiknya minum teh setidaknya 1 jam sebelum atau sesudah mengonsumsi suplemen zat besi.
3. Asam Folat
Konsumsi teh hijau secara berlebihan dapat menurunkan kadar folat dalam tubuh. Kandungan katekin pada teh hijau dan teh oolong juga dapat mengurangi penyerapan asam folat.
Karena itu, ibu hamil disarankan membatasi konsumsi teh tertentu agar kebutuhan asam folat tetap terpenuhi. Kekurangan asam folat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan tulang belakang pada bayi.
Baca Juga: 9 Teh Terbaik yang Bantu Menurunkan Berat Badan Anda, Coba yuk
4. Asetaminofen
Teh kava dan teh kembang sepatu dapat memengaruhi cara kerja asetaminofen atau paracetamol.
Kava dan asetaminofen sama-sama dapat memberi beban pada hati, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Kombinasi keduanya dapat meningkatkan risiko gangguan hati.
Sementara itu, teh kembang sepatu dapat mempercepat pembuangan asetaminofen dari tubuh sehingga efek pereda nyerinya menjadi lebih singkat.
Sebagian ahli menyarankan memberi jeda sekitar 3 sampai 4 jam antara konsumsi asetaminofen dan teh kembang sepatu.
5. Omeprazole
Beberapa teh yang mengandung ginkgo biloba, goldenseal, dan jahe dapat memengaruhi efektivitas omeprazole, obat yang digunakan untuk mengatasi asam lambung dan GERD.
Ginkgo biloba dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikonsumsi bersama omeprazole. Selain itu, goldenseal dan jahe dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga kerja obat menjadi kurang maksimal.
6. Pil KB
Teh chamomile dan St. John’s wort diketahui dapat mengurangi efektivitas pil KB pada beberapa orang.
Jika Anda rutin mengonsumsi pil KB, sebaiknya berhati-hati saat mengonsumsi teh herbal tertentu dan beri jarak waktu agar efek kontrasepsi tetap optimal.
Baca Juga: 7 Jenis Teh yang Secara Alami Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
7. Obat Alergi
Teh herbal seperti St. John’s wort dan black cohosh dapat mengurangi efektivitas obat alergi seperti fexofenadine.
Untuk membantu obat bekerja lebih baik, Anda bisa mengurangi konsumsi teh herbal tertentu selama masa pengobatan alergi berlangsung.
Itulah beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi bersama teh. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News